Formula 1: Hamilton Akui Pesan Sarkastis di Radio Tak Mencerminkan Dirinya yang Terbaik

Rabu, 26 Agu 2026, 00:30 WIB

LONDON – Lewis Hamilton mengakui pesan-pesan bernada sarkastis yang disampaikannya melalui radio tim saat GP Belanda tidak menunjukkan versi terbaik dirinya. Pembalap Ferrari itu mengaku frustrasi dengan situasi balapan di Zandvoort dan bertanggung jawab atas komentarnya.

Hamilton merasa kehilangan peluang meraih podium setelah terlalu lama tertahan di belakang rekan setimnya, Charles Leclerc, dalam balapan Minggu. Ia menilai Ferrari terlambat mengambil keputusan untuk melakukan pit stop.

Ket. Foto: Lewis Hamilton. — Sumber: Formula 1

Ketika Leclerc akhirnya masuk pit, Hamilton melontarkan komentar bernada sindiran melalui radio tim.

“Buang-buang waktu, kawan. Kerja bagus,” ujar Hamilton secara sarkastis.

Juara dunia Formula 1 tujuh kali itu kemudian melakukan refleksi setelah balapan. Melalui unggahan di Instagram, Hamilton justru memberikan apresiasi kepada para pekerja Ferrari di pabrik yang telah bekerja keras membawa pembaruan dan meningkatkan performa mobil.

Hamilton finis di posisi keempat, hanya terpaut kurang dari satu detik dari pembalap Mercedes, George Russell. Hasil tersebut membuatnya kembali harus puas berada di luar podium.

“Saya sudah mendengarkan kembali beberapa komentar saya melalui radio dan televisi,” kata Hamilton.

“Dalam situasi yang penuh tekanan, rasa frustrasi memang bisa muncul, terutama ketika Anda sangat peduli seperti saya. Namun, itu bukan versi terbaik dari diri saya. Saya bertanggung jawab atas hal tersebut dan akan berusaha menjadi lebih baik.”

Hamilton menegaskan bahwa emosinya dalam balapan tidak mengubah keyakinannya terhadap Ferrari. Ia percaya tim asal Maranello tersebut sedang membangun fondasi yang tepat untuk menghadapi persaingan pada masa mendatang.

“ Arahnya sudah jelas. Keyakinan itu ada. Dan perjuangan ini benar-benar masih berlanjut,” ujarnya.

Persaingan klasemen pembalap juga semakin menarik. Hamilton dan Russell kini mengoleksi jumlah poin yang sama. Russell berada di posisi kedua karena unggul dalam jumlah kemenangan balapan, sementara Hamilton masih tertinggal 59 poin dari rekan setim Russell di Mercedes, Kimi Antonelli.

Setelah GP Belanda, rombongan Formula 1 langsung bersiap menuju Italia untuk menghadapi GP Italia di Sirkuit Monza.

Balapan tersebut akan menjadi kesempatan berikutnya bagi Hamilton dan Ferrari untuk bangkit. Monza juga merupakan balapan kandang bagi Ferrari sekaligus bagi pembalap muda Mercedes, Kimi Antonelli.

Bagi Hamilton, GP Italia bukan sekadar kesempatan memperbaiki hasil. Balapan di hadapan publik Ferrari itu juga menjadi panggung untuk membuktikan bahwa emosinya di Zandvoort telah berlalu dan perjuangannya bersama tim masih jauh dari selesai.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.