Hemat APBN Triliunan Rupiah! Pemerintah Kebut Mega Proyek Listrik Surya 100 GWp

Selasa, 25 Agu 2026, 20:40 WIB

JEMBRANA - Pemerintah membutuhkan investasi sekitar Rp135 triliun untuk membangun 14 proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas total 5,3 gigawatt-peak (GWp) sebagai tahap awal program PLTS 100 GWp.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Eniya Listiani Dewi menyampaikan paparan pengembangan program tersebut saat Presiden Prabowo Subianto meninjau PLTS Gilimanuk di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa.

Ket. Foto: Presiden RI Prabowo Subianto saat meninjau langsung lokasi pengembangan PLTS Gilimanuk di Monumen Operasi Lintas Jawa-Bali, Jembrana, Selasa (25/8). — Sumber: ANTARA/Ni Putu Putri Muliantari

Presiden melihat langsung pengembangan PLTS Gilimanuk di kawasan Monumen Operasi Lintas Jawa-Bali sekaligus mendengarkan paparan mengenai rencana pengembangan PLTS 100 GWp di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam peninjauan tersebut, Prabowo antara lain didampingi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Direktur Utama PT PLN Darmawan Prasodjo, dan Gubernur Bali Wayan Koster.

Program PLTS tersebut dirancang dengan memanfaatkan lahan darat, waduk, serta atap bangunan rumah dan industri.

Salah satu skenario pengembangan diarahkan untuk mengurangi hingga mengeliminasi penggunaan pembangkit listrik tenaga diesel di berbagai wilayah.

Program tersebut juga ditujukan untuk memperluas akses listrik di perdesaan, mendukung kegiatan ekonomi produktif masyarakat, serta menopang pengembangan kendaraan listrik, kompor induksi, dan hilirisasi.

Sebanyak 14 proyek PLTS tahap awal dengan kapasitas total sekitar 5,3 GWp membutuhkan investasi sekitar 7,7 miliar dolar AS atau setara Rp135 triliun.

Pembangunan proyek tahap awal tersebut diproyeksikan dapat menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp4,6 triliun per tahun.

"Beberapa proyek telah menunjukkan hasil nyata, seperti peresmian PLTS di Pulau Rengit, Bangka Belitung, dan Pulau Sembur, Kepulauan Riau, yang berhasil menggantikan diesel secara penuh," kata Eniya.

Di Pulau Sembur, fasilitas penyimpanan dingin (cold storage) berbasis energi surya mendukung aktivitas nelayan dalam menyimpan hasil tangkapan.

Sementara itu, pemerintah menargetkan pengembangan PLTS di Bali mencapai kapasitas sekitar 1 GWp.

Secara keseluruhan, program PLTS 100 GWp diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar 73 miliar dolar AS atau setara Rp1.140 triliun dengan potensi efisiensi subsidi listrik sekitar Rp73,9 triliun per tahun.

Prabowo menargetkan pembangunan PLTS 100 GWp dapat diselesaikan dalam tiga tahun dan berharap pengerjaannya bahkan dapat dipercepat menjadi dua tahun.

  • prabowo subianto
  • kementerian esdm
  • plts 100 gwp
  • plts gilimanuk

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.