Presiden Zelenskyy Tolak Pemilu di Masa Perang

Senin, 24 Agu 2026, 02:10 WIB

KYIV – Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, mengatakan pada Minggu (23/8) bahwa akan terlalu berbahaya bagi Ukraina untuk mengadakan pemilu saat Ukraina melawan invasi Russia, setelah ada seruan dari mantan menteri pertahanannya untuk mengadakan pemungutan suara.

Ukraina telah menangguhkan pemilu di bawah darurat militer, sebuah tindakan yang masih didukung secara luas oleh masyarakat karena negara tersebut berfokus pada perlawanan invasi Russia diluncurkan pada tahun 2022.

Ket. Foto: Volodymyr Zelenskyy — Sumber: AFP/CORNELIUS POPPE

“Saya percaya bahwa dalam perang seperti ini, pemilu merupakan risiko yang sangat besar. Pemilu saat ini merupakan tsunami bagi negara yang akan memecah belah Ukraina,” kata Presiden Zelensky. “Jika kita ingin menghancurkan negara, maka kita bisa bergerak ke arah pemilu pada masa perang ini,” imbuh pemimpin berusia 48 tahun itu.

Pergolakan politik terbaru di Ukraina menyebabkan ribuan orang turun ke jalan setelah Zelenskyy memecat menteri pertahanannya, Mykhailo Fedorov. Fedorov yang digulingkan pekan lalu  membuat seruan kejutan untuk menemukan cara mengatur pemungutan suara walau seruan itu mendorong beberapa pendukungnya untuk menjauhkan diri darinya.

Jajak pendapat yang dilakukan oleh Institut Sosiologi Kyiv mencatat hanya 15 persen warga Ukraina yang percaya pemilu harus diadakan sebelum perang  berakhir. SB/AFP/I-1

  • Kyiv
  • ukraine
  • volodymyr zelenskyy

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.