Kembangkan Model AI Kompetitor Tiongkok, Nvidia Gelontorkan US$6 Miliar

Senin, 24 Agu 2026, 03:05 WIB

CALIFORNIA - Perusahaan pengembang prosesor grafis asal Amerika Serikat (AS) Nvidia berencana mengembangkan model kecerdasan buatan (AI) untuk menyaingi model AI Tiongkok. 

Menurut laporan Wall Street Journal dengan mengutip beberapa sumber, Nvidia pada pekan ini menandatangani kesepakatan besar dengan startup AI Poolside, yang didirikan pada 2023.

Ket. Foto: Kantor pusat Nvidia di Santa Clara, California, AS. — Sumber: Justin Sullivan/Getty Images/AFP

Berdasarkan kesepakatan itu, Nvidia akan memperoleh hak untuk menggunakan teknologi milik Poolside sekaligus merekrut sebagian besar insinyur perusahaan tersebut.

Sebagai bagian dari kesepakatan senilai 6 miliar dollar AS sekitar 105,9 kuadriliun rupiah itu, Nvidia berencana mengembangkan salah satu model AI open-source paling canggih di dunia yang akan bersaing dengan model AI asal Tiongkok, seperti DeepSeek dan Kimi K3.

Kesepakatan itu juga berpotensi meningkatkan persaingan dengan perusahaan AI terkemuka AS, termasuk OpenAI dan Anthropic.

Pasalnya, model open-source umumnya lebih murah untuk dioperasikan dan lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, menurut laporan tersebut lebih lanjut.

Namun, berdasarkan informasi yang tersedia, jumlah detail penting mengenai rencana tersebut masih belum terkonfirmasi.

Belum diketahui apakah investasi 6 miliar dollar AS itu akan digunakan untuk mengembangkan model AI, membangun platform komputasi, jaringan pusat data, ekosistem perangkat lunak, atau kombinasi dari sejumlah aset tersebut. Identitas mitra, lokasi proyek, jadwal pembangunan, arsitektur teknologi, serta calon pelanggan juga belum dijelaskan.

The Wall Street Journal menggambarkan investasi itu sebagai upaya membangun "alternatif AS yang kuat terhadap AI Tiongkok". Namun, belum jelas apakah istilah tersebut berasal dari Nvidia, sumber yang mengetahui proyek, atau merupakan penggambaran dari media tersebut.

Penguatan Infrastruktur

Kepastian mengenai bentuk proyek menjadi penting karena Nvidia saat ini telah memiliki posisi strategis dalam rantai infrastruktur AI melalui prosesor, produk jaringan, perangkat lunak, dan berbagai perangkat pengembang.

Karena itu, proyek baru tersebut bisa saja lebih berfokus pada penguatan infrastruktur yang mendukung sistem AI ketimbang menciptakan model AI yang secara langsung bersaing dengan produk Tiongkok.

Jika proyek tersebut berupa pengembangan model AI, perhatian akan tertuju pada kemampuan teknologi, data pelatihan, lisensi, serta akses bagi pengembang. Sebaliknya, jika fokusnya pada infrastruktur, aspek yang lebih menentukan antara lain ketersediaan komputasi, kapasitas listrik, ketahanan rantai pasok, harga, serta kemudahan perusahaan menjalankan beban kerja AI di AS.

Redaktur: Vitto Budi

Penulis: Antara, Selocahyo Basoeki Utomo S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.