- Home
-
- Luar Negeri
-
- 680 Ribu Penguin Hilang, K...
680 Ribu Penguin Hilang, Koloni Terbesar Dunia di Antarktika Menyusut
Kamis, 08 Okt 2026, 05:05 WIBParis â Sebuah pulau terpencil di dekat Antarktika tidak lagi menjadi rumah bagi koloni penguin terbesar di dunia setelah perubahan rantai makanan di laut yang dipicu iklim kemungkinan besar menghancurkan populasi yang sebelumnya berkembang pesat, menurut sebuah studi baru pada Rabu (7/10).
Citra drone dan satelit menunjukkan Pulau Zavodovski yang merupakan pulau vulkanik kehilangan lebih dari 680.000 atau sekitar dua pertiga penguin chinstrap antara 2011 dan 2025, menurut British Antarctic Survey (BAS).
"Itu merupakan penurunan yang sangat cepat," kata Norman Ratcliffe, penulis utama studi BAS yang diterbitkan dalam jurnal Current Biology, kepada AFP.
Temuan studi tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa populasi penguin chinstrap di seluruh Kepulauan Sandwich Selatan, yang mencakup Zavodovski dan menjadi habitat bagi 38 persen spesies tersebut, juga mengalami penurunan.
Para peneliti menyatakan "penurunan yang mengkhawatirkan" itu seharusnya mendorong penguin chinstrap untuk ditetapkan kembali sebagai spesies "terancam punah" oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN).
Status tersebut akan menjadi penurunan tajam dari klasifikasi "risiko rendah" (least concern), yang berarti spesies tersebut saat ini belum terancam kepunahan.
Survei pada 2011 menyimpulkan bahwa populasi penguin chinstrap di seluruh Kepulauan Sandwich Selatan berada dalam kondisi stabil.
Namun, jumlah penguin chinstrap di Zavodovski turun dari sekitar 1,09 juta individu yang berkembang biak pada Januari 2011 menjadi 402.000 pada 2025, atau merosot 63 persen, menurut studi tersebut.
Pulau itu juga menjadi habitat spesies lain, yakni penguin macaroni, yang populasinya meningkat dari sekitar 338.000 pada 2011 menjadi 433.000 pada 2025. Kini, jumlah penguin macaroni telah melampaui penguin chinstrap.
Jika digabungkan, populasi penguin chinstrap dan macaroni di Zavodovski kini mencapai lebih dari 835.000 ekor.
Para peneliti mengatakan penguin Adelie di Cape Adare, di sisi lain Antarktika, kini menjadi koloni penguin terbesar di dunia, dengan jumlah lebih dari satu juta ekor berdasarkan data 2018.
Penurunan Krill
Gunung berapi Mount Curry di Pulau Zavodovski meletus pada 2016, sehingga memicu kekhawatiran bahwa letusan tersebut dapat memusnahkan populasi penguin di pulau itu.
Namun, para peneliti menemukan bahwa awan abu akibat letusan bergerak ke arah timur laut, melewati wilayah yang tidak dihuni burung yang tidak dapat terbang tersebut.
"Penurunan luas koloni chinstrap telah berlangsung sebelum letusan dan berlanjut dengan laju yang konstan setelahnya," demikian disebutkan dalam studi tersebut.
"Kami tidak berpikir gunung berapi itu terlibat atau menjadi faktor utama penurunan populasi karena yang kami lihat adalah penurunan linear pada penguin chinstrap," kata Ratcliffe kepada AFP.
Sebaliknya, para ilmuwan mengaitkan penurunan jumlah penguin chinstrap dengan berkurangnya ketersediaan krill, yakni hewan kecil menyerupai udang yang menjadi sumber makanan utama penguin tersebut.
Peningkatan suhu laut telah mendorong krill bergerak ke selatan menuju perairan yang lebih dingin, yang tidak dapat ditoleransi oleh penguin chinstrap.
"Kami memperkirakan perubahan iklim yang bekerja melalui rantai makanan kemungkinan merupakan faktor utama," kata Ratcliffe.
Populasi penguin chinstrap di pulau tersebut menurun sekitar tujuh persen setiap tahun.
Sementara itu, populasi penguin macaroni meningkat dalam periode yang sama karena spesies tersebut memakan jenis mangsa yang lebih beragam dibandingkan chinstrap. Kemampuan penguin macaroni untuk bertahan hidup juga memperkuat dugaan bahwa letusan gunung berapi bukan faktor penyebab penurunan penguin chinstrap.
"Perubahan jumlah yang teramati dari chinstrap menjadi macaroni di Zavodovski merupakan perubahan paling mencolok dalam komposisi komunitas penguin yang pernah diamati di satu lokasi di Antarktika hingga saat ini," kata studi tersebut.
"Penjelasan yang paling masuk akal atas pola perubahan populasi yang diamati adalah telah terjadi perubahan rezim yang dipicu iklim, yang berdampak buruk terhadap penguin chinstrap di wilayah maritim Antarktika, tetapi menguntungkan penguin macaroni subantarktika."
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.