Tangerang Punya Gerakan Besar! 600 Petugas Diterjunkan Bersihkan Area Terbuka

Kamis, 08 Okt 2026, 05:28 WIB

TANGERANG - Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Provinsi Banten menurunkan 600 petugas lapangan berasal dari lintas dinas untuk membersihkan berbagai area terbuka, seperti ruang publik, sebagai pelaksanaan Gerakan Nasional Indonesia Asri di daerah itu.

Wali Kota Tangerang Sachrudin di Tangerang, Rabu, menuturkan apel siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mengajak masyarakat berpartisipasi menjaga kebersihan, ketertiban, dan kenyamanan lingkungan, termasuk mengatasi permasalahan darurat sampah di kota itu.

Ket. Foto: 600 petugas gabungan ikuti apel Gerakan Nasional Indonesia Asri di Kota Tangerang, Rabu (7/10). — Sumber: Antara foto/HO-Pemkot Tangerang

“Kami tadi sudah melaksanakan apel untuk menindaklanjuti gerakan serentak nasional korve bersama-sama memastikan lingkungan sekitarnya tetap bersih. Setelah apel, kami menggerakkan petugas untuk kerja bakti bersama masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.

Usai apel, sekitar 600 petugas dari sejumlah perangkat daerah langsung bergerak ke berbagai wilayah. Mereka melakukan pembersihan ruang publik, ruas jalan, hingga saluran air sebagai bagian dari aksi bersama menjaga lingkungan Kota Tangerang.

“Bagaimana agar kota ini bisa kita rasakan kebersihannya, kenyamanannya. Hari ini, Pemkot Tangerang mengerahkan ratusan petugas di sejumlah wilayah Kota Tangerang. Tetapi hasil terbaik hanya akan tercapai jika pemerintah dan masyarakat bergerak bersama,” ujarnya.

Ia mengatakan kebersihan kota tidak akan bertahan apabila hanya mengandalkan petugas. Oleh karena itu, masyarakat didorong mengambil peran sejak dari hal paling sederhana, yakni mengelola sampah dari sumbernya, memilah sampah di rumah, serta tidak membuangnya sembarangan.

Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik tidak selalu berakhir sebagai persoalan. Dengan pemilahan dan pengelolaan yang tepat, sampah bahkan dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

“Enggak boleh ada TPS liar di kota ini. Jangan biarkan ada tempat yang menjadi lokasi buang sampah sembarangan. Kalau perlu, reward and punishment, tindak tegas! Mari mulai memilah sampah dari rumah, karena sampah bisa bernilai ekonomis. Lingkungan bersih, hidup pun lebih sehat dan nyaman,” katanya.

Ia menjelaskan penertiban tidak hanya ditujukan kepada masyarakat.

“Setiap pihak yang mencemari lingkungan, termasuk petugas apabila melakukan pelanggaran, harus mendapat perlakuan dan penegakan aturan yang sama,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan ratusan personel yang diterjunkan menyasar sejumlah lokasi yang menjadi ruang aktivitas masyarakat.

“Target kita yang pertama hari ini melakukan, seperti yang disampaikan Pak Wali, mengajak masyarakat untuk membersihkan area-area ruang terbuka publik, jalan, saluran. Dengan ini, semoga menjadi pemantik masyarakat ikut membersihkan dan menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya.

Ia berharap, aksi tersebut tidak berhenti setelah petugas meninggalkan lokasi.

Akan tetapi, katanya, justru gerakan ini menjadi awal dari kebiasaan baru di masyarakat, antara lain menjaga lingkungan sebelum kotor, memilah sebelum membuang, dan peduli sebelum persoalan menjadi lebih besar.

“Jangan sampai setelah dibersihkan, besok kotor lagi. Bukan hanya membersihkan, tapi kita juga harus bersama-sama menjaganya,” ujar yudi.

  • Bersihkan sampah
  • Pemkot Tangerang

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.