BNPB Percepat Rehab-Rekon Rumah Rusak Karena Gempa di Flores NTT
Kamis, 27 Agu 2026, 14:18 WIBJAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menerjunkan tim ke tujuh kabupaten terdampak di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) demi mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi (rehab-rekon) kerusakan rumah warga pascagempa bumi 7,7 magnitudo.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan di Jakarta, Kamis, mengatakan bahwa pendampingan penyiapan asesmen dan standardisasi penilaian kerusakan rumah tetap dilakukan tanpa menunggu masa tanggap darurat berakhir.
"BNPB berkomitmen untuk mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi kerusakan rumah warga terdampak gempa bumi pada 15 Agustus 2026 lalu itu," kata dia.
Berdasarkan penguncian data sementara per 24 Agustus 2026, BNPB mencatat total 77.912 unit rumah warga mengalami kerusakan. Rinciannya terdiri atas 24.597 unit rusak berat, 18.537 unit rusak sedang, dan 34.778 unit rusak ringan.
Sebaran kerusakan rumah meliputi Kabupaten Manggarai Timur sebagai wilayah tertinggi dengan 6.833 rusak berat (RB), 4.996 rusak sedang (RS), dan 6.973 rusak ringan (RR).
Sementara, Kabupaten Manggarai mencatat 6.360 RB, 5.196 RS, 5.552 RR; Kabupaten Manggarai Barat 3.732 RB, 2.014 RS, 5.067 RR; serta Kabupaten Nagekeo 3.218 RB, 1.598 RS, 4.828 RR.
Selanjutnya di Kabupaten Ngada terdata 2.256 RB, 2.116 RS, 5.190 RR; Kabupaten Ende 1.208 RB, 1.725 RS, 4.547 RR; dan Kabupaten Sikka sebanyak 990 RB, 892 RS, 2.621 RR.
Berton menyatakan bahwa guna memastikan keakuratan data berbasis nama dan alamat (by name by address), BNPB menggelar bimbingan teknis bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan ratusan relawan enumerator di tujuh kabupaten terdampak, seperti yang telah dimulai di Manggarai Barat dan Manggarai.
Proses pemulihan mengusung prinsip build back better agar hunian warga yang dibangun kembali memiliki ketahanan lebih baik, berlandaskan pendataan yang objektif, terukur, serta dapat dipertanggungjawabkan.
"ini penting agar data yang dihasilkan dari lapangan dapat menjadi data yang berkualitas dan dapat digunakan sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan," cetusnya.
- Pascagempa NTT
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Antara, Sujar
Berita Terkait:
-
Proyeksi Kebutuhan Solar untuk Operasional Kapal Perikanan Tahun 2026
-
Cinta Berat dengan Liverpool, Federico Chiesa Ingin Bertahan di Anfield
-
Pemkot dan Pemkab Bogor Perkuat Sinergi Lewat "Sepedahan"
-
Pemprov DKI Jakarta Nyatakan Daya Beli Masyarakat Masih Terjaga
-
Pastikan Keselamatan Wisatawan, Sebagian Objek Wisata Utama di NTT Ditutup Sementara Pascagempa
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.