Bikin Cemas! Kabut Asap Pekat Ganggu Penerbangan, Pesawat ke Bandara Muara Teweh Kembali Dibatalkan

Sabtu, 22 Agu 2026, 00:01 WIB

MUARA TEWEH - Penerbangan dari dan ke Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, dalam tiga hari terakhir kembali dibatalkan karena terganggu kabut asap.

"Hari ini, atau hari ketiga ada dua jadwal penerbangan yang dibatalkan ke Muara Teweh, akibat kabut asap kembali tebal," kata Kepala Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh Muhammad Amrillah K di Muara Teweh, Jumat.

Ket. Foto: Kabut asap dengan jarak pandang sekitar 1500 meter menutup kawasan Bandara Haji Muhammad Sidik Muara Teweh, Jumat (21/8). — Sumber: Antara foto/HO-Bandara Muhammad Sidik

Menurut dia, maskapai yang batal terbang ke Muara Teweh pada Jumat jadwalnya ada dua kali penerbangan maskapai Wings Air dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, rencananya penerbangan pada pagi namun tidak ada penumpang dan jadwal siang hari semestinya dari Bandara Syamsudin Noor di Banjarbaru, ada 40 penumpang dan sebaliknya dari Muara Teweh sekitar 26 orang.

Namun penerbangan tersebut dibatalkan karena kabut asap di Bandara Haji Muhammad Sidik hari ini jarak pandang masih belum aman bagi penerbangan hanya 1500 meter.

"Kita harapkan beberapa hari ke depan kabut asap segera berkurang dan penerbangan normal kembali," kata Amrillah.

Kepala Kelompok Teknisi BMKG Barito Utara Renysa Lidiano mengatakan jarak pandang mendatar di Stasiun Meteorologi (Stamet) Haji Muhammad Sidik Muara Teweh berdasarkan pengamatan observasi permukaan sepanjang hari ini sejak pagi hingga sore hari kabut asap bervariasi dari jarak pandang 1,5 kilometer sampai 4 km.

"Kami memang mendeteksi adanya titik panas di wilayah Barito Utara, tetapi titik hotspot tidak serta-merta menunjukkan bahwa asap yang dirasakan di Muara Teweh berasal dari daerah ini. Untuk memastikan asal asap atau sumber asap, perlu analisis tambahan. Jadi saat ini kami belum dapat memastikan apakah sumbernya berasal dari Muara Teweh atau dari wilayah lain. Kabut asap dapat berasal dari sumber lokal sekitar Muara Teweh maupun terbawa angin dari wilayah lain," katanya.

Dia mengatakan, pergerakan kabut asap sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin. Berdasarkan kondisi saat ini angin secara umum bergerak ke arah Barat Laut - Timur Laut.

"Untuk kondisi angin saat ini berdasarkan data pengamatan hari ini di Muara Teweh, angin permukaan cenderung calm atau tenang, dan pada satu periode teramati berubah-ubah dengan kecepatan sangat lemah sekitar 2 knot," jelas Renysa.

Berdasarkan peta sebaran titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah tanggal 21 Agustus 2026 jam 00.00 - 18.00 WIB jumlah hotspot 2884 titik.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.