Trump Ungkap Alasan Tarik Semua Pesawat Militer AS dari Pangkalan di Inggris

Selasa, 06 Okt 2026, 09:42 WIB

WASHINGTON - Presiden AS Donald Trump mengatakan, Senin (5/10), Amerika Serikat telah menarik semua pesawat bomber B-1 dari pangkalan udara Inggris karena ancaman yang tidak spesifik yang diyakininya terkait dengan Iran.

Washington sebelumnya mengkonfirmasi bahwa pesawat-pesawat bomber tersebut telah meninggalkan pangkalan udara RAF Fairford - yang digunakan As untuk melancarkan serangan ke Teheran - meskipun pemerintah Inggris bersikeras bahwa lokasi tersebut aman.

"Ada beberapa ancaman," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

"Dan daripada memancing musuh - kita akan menangkap musuh dan mengalahkan musuh, tetapi mengapa kita harus membiarkan mereka di sana? Jadi kami memindahkan mereka sedikit, tidak terlalu jauh."

Spekulasi telah beredar tentang insiden tersebut sejak polisi dipanggil ke pangkalan di barat daya Inggris pada 27 September setelah seorang petani setempat melap;orkan sekelompok pria dengan beberapa van terlibat dalam aktivitas "mencurigakan".

Meskipun ada penyelidikan kontra-terorisme besar-besaran, lima tersangka yang ditangkap pada saat itu dan seorang warga negara Inggris-Iran yang ditahan setelahnya semuanya telah dibebaskan dengan jaminan.

Para penyelidik tidak menemukan bahan peledak di dalam van tersebut, tetapi "sejumlah bensin ditemukan," menurut polisi antiteror.

Trump menolak berkomentar tentang laporan yang menyebutkan ancaman tersebut melibatkan pesawat nirawak serang. Ia mengatakan, "Saya tidak bisa memberi tahu Anda itu, tetapi jika mereka melakukannya, mereka akan sangat menderita."

"Kami sebenarnya tahu orang-orang yang membuat ancaman itu," kata Trump. "Mereka pasti terkait dengan Iran."

Inggris Bersikeras Pangkalan Aman

Ket. Foto: Presiden Donald Trump berbicara dengan media di halaman Gedung Putih di Washington, DC, pada 5 Oktober 2026. — Sumber: USA Today

Pentagon mengkonfirmasi pemindahan tersebut pada hari Minggu.

"Kami sekarang dapat mengakui bahwa semua pesawat bomber AS yang ditempatkan di RAF Fairford telah dipindahkan kembali ke pangkalan mereka di Amerika Serikat," kata pernyataan itu.

Pernyataan tersebut mencatat bahwa "keamanan operasional mencegah kami untuk mengkonfirmasi pergerakan aset dan pasukan kami secara real-time."

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Senin, menyatakan "keyakinan akan keamanan semua pangkalan kami."

Fasilitas Amerika "secara teoritis dapat terancam kapan saja, dan itulah mengapa ada begitu banyak keamanan yang dibangun di sekitarnya," kata Rubio. Washington telah bekerja sama dengan London dalam penyelidikan dan "mereka sangat kooperatif."

Dua pejabat AS mengatakan kepada New York Times bahwa pesawat bomber dipindahkan setelah para komandan menerima ancaman baru tentang rencana yang didukung Iran.

Seorang pejabat AS mengatakan informasi baru itu adalah bagian dari peringatan ancaman yang sama yang muncul tiga minggu lalu, tetapi situasinya menjadi mendesak dalam 24 jam terakhir, NYT melaporkan.

Ketika ditanya apakah pangkalan itu aman, juru bicara resmi Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan: "Ya."

"Kami memiliki pendekatan yang telah dicoba dan diuji untuk mempertahankan pangkalan kami di seluruh negeri dan di seluruh dunia," katanya kepada wartawan.

Spekulasi tentang motif di balik insiden tersebut berkisar dari ancaman teror hingga pencurian bahan bakar, karena harga energi di Inggris mencapai rekor tertinggi minggu ini.

Burnham mengatakan ada "indikasi kuat bahwa Iran berperan" dalam insiden tersebut, tuduhan yang ditolak oleh Teheran.

Fairford adalah satu-satunya pangkalan udara di daratan Inggris yang digunakan untuk
"operasi pertahanan khusus ke Iran."

  • Pangkalan Militer AS

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.