Pemprov Papua Siapkan Strategi Baru Jaga Stabilitas Harga dan Daya Beli
Selasa, 06 Okt 2026, 08:28 WIBJAYAPURA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan setempat menyiapkan strategi pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan, distribusi serta koordinasi berbasis data.
Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi Papua Andry di Jayapura Senin, mengatakan langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga inflasi agar tetap terkendali sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
"Strategi pengendalian inflasi ke depan diarahkan pada penguatan sistem peringatan dini melalui neraca pangan sehingga pemerintah dapat mengantisipasi potensi gangguan pasokan dan perubahan harga komoditas," katanya.
Menurut Andry, oleh sebab itu produksi, khususnya pertanian, perikanan dan kelautan harus diperkuat sesuai prioritas untuk menjaga kemandirian pangan berdasarkan potensi lokal yang ada di Papua.
"Penguatan produksi pangan perlu berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur dan konektivitas logistik untuk memastikan pasokan bahan kebutuhan pokok dapat menjangkau masyarakat di berbagai wilayah Papua," ujarnya.
Dia menjelaskan selain itu Pemprov Papua juga bakal terus meningkatkan koordinasi antara TPID provinsi dan kabupaten/kota dengan dukungan Bank Indonesia, BPS, Bulog, Satgas Pangan, organisasi perangkat daerah serta pemangku kepentingan lainnya.
"Karena pengendalian inflasi bukan untuk mengejar penghargaan, tetapi memastikan masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari sesuai kemampuan daya belinya," katanya.
Dia menambahkan prestasi Provinsi Papua sebagai daerah berkinerja terbaik dalam pengendalian inflasi di kawasan Nusa Tenggara, Maluku dan Papua, merupakan hasil dari sinergi berbagai pihak yang perlu dipertahankan dan ditingkatkan.
âPenghargaan ini bukan tujuan utama, tetapi menjadi bukti bahwa upaya pengendalian inflasi yang dilakukan bersama-sama telah berjalan dengan baik. Sehingga ke depan kami akan terus memperkuat produksi pangan dan kelancaran distribusi agar stabilitas harga dapat terjaga secara berkelanjutan," ujarnya.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Arab Saudi Dukung Infantino di Tengah Krisis Rencana Investasi FIFA
-
BMKG Ungkap Kapan Musim Hujan Tiba di Sumsel, Ternyata Bukan September, Simak Infonya
-
Celah Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Masih Menganga
-
IHSG Terperosok ke Zona Merah, Investor Panik Menanti Keputusan Suku Bunga The Fed
-
Terapi Inovatif Tirzepatide Masuk Indonesia, Perluas Pilihan Pengobatan Penyakit Metabolik
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.