Kabut Asap Akibatkan Jarak Pandang Terbatas, Enam Penerbangan di Bandara Supadio Kalbar Alami Keterlambatan
Jumat, 21 Agu 2026, 15:08 WIBPONTIANAK â Kabut asap yang menurunkan jarak pandang di bawah 1.000 meter menyebabkan enam penerbangan di Bandara Internasional Supadio Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), mengalami keterlambatan, Jumat (21/8).
"Lima penerbangan keberangkatan yang mengalami keterlambatan yakni JT 837 rute Pontianak-Surabaya, IU 691 Pontianak-Jakarta, IW 1440 Pontianak-Ketapang, IU 683 Pontianak-Jakarta, dan IU 697 Pontianak-Jakarta," kata General Manager Bandara Internasional Supadio Maya Damayanti, di Sungai Raya, Jumat.
Sementara itu, kata dia lagi, satu penerbangan kedatangan, IU 682 rute Jakarta-Pontianak, bahkan harus melakukan âgo aroundâ sebelum akhirnya dialihkan (divert) ke Bandara Hang Nadim Batam pada pukul 08.24 WIB.
PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Internasional Supadio mengonfirmasi gangguan operasional penerbangan tersebut terjadi akibat penurunan jarak pandang yang dipengaruhi kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah sekitar bandara.
Berdasarkan data operasional, pada 18â20 Agustus 2026 tercatat 15 penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang yang terbatas.
Sementara pada Jumat pagi, terdapat lima penerbangan keberangkatan dan satu penerbangan kedatangan yang terdampak penurunan jarak pandang.
Maya mengatakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan menjadi prioritas utama dalam menghadapi kondisi cuaca dan jarak pandang yang terbatas.
"Kami terus memantau perkembangan kondisi jarak pandang di bandara. Koordinasi lintas instansi dengan stakeholder terkait berjalan dengan baik untuk memastikan seluruh prosedur keselamatan penerbangan terpenuhi di tengah kondisi gangguan asap saat ini," ujarnya.
Pihak Bandara Supadio bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Polres Kubu Raya terus memantau kondisi jarak pandang secara waktu nyata untuk menentukan kelayakan operasional penerbangan.
Berdasarkan informasi BMKG Stasiun Supadio, jarak pandang pada pagi hari turun hingga di bawah 1.000 meter akibat dampak kabut asap dari karhutla di sejumlah wilayah sekitar Bandara Internasional Supadio.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan perubahan jadwal penerbangan apabila jarak pandang belum memenuhi standar keselamatan penerbangan. Karena itu, calon penumpang diminta memeriksa status penerbangan secara berkala kepada maskapai masing-masing.
PT Angkasa Pura Indonesia mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal keberangkatan pagi, agar mengantisipasi kemungkinan perubahan jadwal dan mengikuti informasi resmi dari maskapai maupun pihak Bandara Supadio.
- Kabut Asap
- Bandara Supadio Pontianak
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Tiongkok Depak Dua Jenderal dari Partai Komunis
-
Presiden Prabowo Resmikan Balai Pertemuan dan Fakultas Kedokteran Unida Gontor
-
Menbud Dorong Kerja Sama Indonesia-WIPO untuk Pelindungan Budaya Tradisional
-
Rupiah Masih Rentan - 18 September 2026
-
Hasil Liga Inggris: Mengejutkan, Arsenal Telan Kekalahan Pertama Usai Tumbang 0-3 di Kandang Brighton
-
Harga Daging Sapi di Gorontalo Stabil Rp150 Ribu Per Kilogram
-
Harga Cabai Rawit Rp95.000/Kg, Telur Ayam Rp30.000/Kg
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.