Memperkuat Pencegahan Stunting Melalui Posyandu
Rabu, 07 Okt 2026, 22:57 WIBToboali, Babel - Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memperkuat pencegahan stunting melalui optimalisasi posyandu untuk memantau kesehatan ibu dan tumbuh kembang anak.
Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Bangka Selatan Agus Pranawa di Toboali, Rabu, mengatakan posyandu menjadi salah satu sarana penting untuk mencegah stunting melalui deteksi dini dan intervensi kesehatan.
"Salah satu program yang bisa mencegah stunting adalah posyandu," kata Agus saat memantau kegiatan posyandu di Kampung Bukit Toboali.
Ia mengatakan kegiatan tersebut mendapat antusiasme masyarakat dengan sekitar 70 kunjungan balita dan ibu hamil untuk memeriksakan kesehatan serta mendapatkan imunisasi.
Menurut dia, tenaga kesehatan melakukan skrining terhadap anak yang mengalami stunting maupun berisiko stunting, sekaligus memberikan imunisasi dan makanan tambahan (PMT).
Agus mengajak ibu hamil dan orang tua yang memiliki balita aktif memanfaatkan layanan posyandu di wilayah masing-masing agar kondisi kehamilan dan tumbuh kembang anak dapat dipantau secara berkala.
"Ketika ada permasalahan dengan kehamilan dan kesehatan anak, bisa segera dipantau dan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan," ujarnya.
Ia menegaskan optimalisasi posyandu membutuhkan kolaborasi berbagai pihak agar masyarakat, khususnya ibu hamil dan orang tua balita, rutin memeriksakan kesehatan dan melengkapi imunisasi anak.
Agus mengatakan imunisasi dasar lengkap juga berperan mencegah stunting dan menekan risiko kematian karena dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit yang menyerang anak.
Ia mencontohkan imunisasi campak yang penting diberikan kepada anak karena penyakit tersebut dapat menimbulkan kondisi serius pada anak yang belum mendapatkan imunisasi.
"Kalau bayi terutama usia di bawah dua tahun kita dorong untuk ikut imunisasi semuanya," katanya.
Pemerintah, kata dia, kini menyediakan imunisasi yang lebih lengkap, termasuk PCV dan rotavirus yang diberikan secara gratis melalui layanan kesehatan pemerintah.
Ia berharap masyarakat memanfaatkan layanan posyandu untuk mendapatkan imunisasi tersebut karena biaya imunisasi PCV dan rotavirus di fasilitas kesehatan swasta relatif mahal.
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Profesor Perkapalan ITS Duga Desain Ala Jepang pada Kapal Virgo Tidak Cocok dengan Gelombang Tinggi Lautan Indonesia
-
Bukan Cuma Pejabat ATR/BPN, KPK Juga Amankan Fahd Arafiq dan Eks Bupati Kebumen
-
AS Kurangi Kontingen Militer, 25.000 Bakal Prajurit Ditarik Keluar Eropa
-
La Liga Spanyol: Real Madrid Bidik Tiga Kemenangan Beruntun di Kandang Elche
-
ACC Kembangkan DSA Cibunian Bogor untuk Perkuat Potensi Lokal dan Kemandirian Masyarakat
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.