Infantino Tertawakan Isu Pengunduran Diri, Klaim Dukungan Global untuk Kembali Pimpin FIFA

Senin, 26 Okt 2026, 00:03 WIB

ZURICH — Presiden FIFA Gianni Infantino menanggapi dengan tawa pertanyaan mengenai kemungkinan dirinya mengundurkan diri setelah proposal FIFA Forward Enterprise (FFE) gagal direalisasikan. Ia justru menegaskan bahwa dukungan dari mayoritas asosiasi anggota FIFA di berbagai belahan dunia memperkuat posisinya untuk kembali memimpin federasi sepak bola dunia tersebut.

Tiga bulan setelah menghadapi desakan mundur akibat pembatalan proposal FFE, Infantino kini berada dalam posisi yang lebih kuat. Proposal tersebut semula bertujuan menarik investasi swasta melalui pembentukan entitas baru yang akan mengendalikan hak komersial terkait sejumlah kompetisi utama FIFA.

Ket. Foto: Gianni Infantino. — Sumber: FIFA

Peluang Infantino untuk terpilih kembali semakin terbuka setelah pimpinan sepak bola Asia menyatakan dukungan terhadap pencalonannya untuk masa jabatan keempat. Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Sheikh Salman bin Ibrahim Al Khalifa, menegaskan bahwa Asia bersatu di belakang Infantino.

“Saya dipilih oleh 211 asosiasi anggota dari seluruh dunia. Menurut saya, yang terpenting adalah memahami bahwa dalam organisasi seperti FIFA, selalu ada pandangan dan pendapat yang berbeda,” kata Infantino sambil tertawa ketika ditanya apakah dirinya pernah mempertimbangkan untuk mundur.

“Namun, jika kita serius mengenai demokrasi, proses demokratis, dan keyakinan bahwa setiap orang memiliki hak suara yang sama di seluruh dunia, serta bahwa sepak bola adalah milik semua orang, kita juga harus menghormati pandangan mayoritas yang sangat besar,” ujarnya.

Infantino mengaku baru kembali dari Tokyo, tempat AFC menyatakan dukungan penuh kepadanya. Ia juga menyebut telah mengunjungi Tanjung Verde dan mendapat dukungan dari negara-negara Afrika.

“Saya baru kembali dari Tokyo, tempat Konfederasi Sepak Bola Asia memberikan dukungan penuh kepada saya. Saya juga berada di Tanjung Verde, tempat seluruh negara Afrika telah menyatakan dukungan. Saya terus berkomunikasi dengan semua asosiasi di berbagai belahan dunia,” tuturnya.

Sebelumnya, AFC bersama badan sepak bola Eropa, UEFA, serta CONCACAF—yang menaungi sepak bola Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia—sempat mengkritik proposal FFE tersebut.

Namun, perbedaan sikap di internal CONCACAF dan perubahan sikap AFC membuat posisi Eropa semakin terisolasi. Situasi itu sekaligus memperlihatkan belum kuatnya alternatif kandidat yang berpotensi menantang Infantino dalam pemilihan presiden FIFA.

Infantino membidik masa jabatan keempat yang akan berlangsung hingga 2031. Para calon presiden FIFA harus menyerahkan pencalonan mereka paling lambat 18 November.

Pekan lalu, dalam rapat Dewan FIFA di Zurich, Infantino telah menyampaikan permintaan maaf atas cara proposal FFE tersebut ditangani. Meski demikian, permintaan maaf itu belum mengubah sikap sejumlah asosiasi sepak bola Eropa, termasuk Jerman dan Inggris.

Administrator berkebangsaan Swiss-Italia berusia 56 tahun itu menegaskan bahwa perbedaan pendapat merupakan hal yang wajar dan tidak seharusnya menghambat kelanjutan pekerjaan organisasi.

“Tidak masalah jika kita berbeda pendapat. Namun, setelah itu, kita harus mampu melangkah maju,” katanya.

“Ada berbagai sudut pandang. Tidak selalu mudah menyatukan semuanya dalam satu wadah, tetapi kita harus saling menghormati. Saya menghormati setiap pendapat dan pandangan,” lanjutnya.

Infantino menegaskan, keputusan akhir mengenai siapa yang akan memimpin FIFA tetap berada di tangan asosiasi-asosiasi anggota. “Pada akhirnya, asosiasi anggota FIFA yang akan memutuskan siapa yang mereka inginkan sebagai presiden dan bagaimana mereka ingin FIFA dijalankan,” ujarnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.