Tak Lagi Ngalir ke Singapura! Gas Natuna Berhasil Dibelokkan ke Batam, PLN Sukses Gas-In Pipa Bawah Laut

Rabu, 07 Okt 2026, 12:00 WIB

JAKARTA - Gas Natuna selangkah lagi resmi dimanfaatkan untuk kebutuhan dalam negeri. PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS) – Pemping dengan aman dan lancar pada Minggu (4/10/2026) pukul 00.00 WIB.

Keberhasilan ini menjadi milestone bersejarah, karena selama ini gas Natuna banyak dialirkan ke Singapura. Kini, gas tersebut akan masuk ke Indonesia melalui Pulau Pemping untuk memasok pembangkit PLN Batam di Tanjung Uncang.

Ket. Foto: PLN EPI berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning pipa bawah laut West Natuna Transportation System (WNTS)–Pemping dengan aman dan lancar pada Minggu (4/10/2026) pukul 00.00 WIB — Sumber: istimewa

Gas-In Commissioning dilakukan dengan pembukaan Double Block Blade Valve yang melibatkan penyelam (diver) dan Remotely Operated Vehicle (ROV) untuk memastikan tidak ada kebocoran, baik di titik tie-in maupun sepanjang pipa hingga fasilitas onshore.

Setelah tahap bawah laut tuntas, proyek akan dilanjutkan dengan commissioning Onshore Receiving Facility (ORF) di Pulau Pemping sebelum gas dialirkan ke pembangkit PLN Batam.

Plh. Direktur Utama PLN EPI Rakhmad Dewanto menegaskan keberhasilan ini adalah pelaksanaan penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping.

"Keberhasilan Gas-In Commissioning ini menjadi milestone penting sebagai pelaksanaan penugasan Menteri ESDM kepada PLN EPI untuk membangun dan mengoperasikan pipa WNTS-Pemping agar gas Natuna dapat segera dimanfaatkan untuk kebutuhan domestik, khususnya mendukung keandalan sistem kelistrikan Batam, Sumatra Bagian Tengah, dan Jawa Barat," ujar Rakhmad di Jakarta, Rabu (7/10/2026).

PLN EPI, kata dia, akan terus mengawal tahapan berikutnya hingga gas benar-benar mengalir ke pembangkit. Pihaknya terus berkoordinasi dengan seluruh stakeholder untuk memastikan kesiapan pasokan dan kebutuhan gas pembangkit berjalan selaras dengan penyelesaian infrastruktur.

Tahap selanjutnya adalah commissioning pengaliran gas dari ORF menuju pembangkit PLN Batam setelah alokasi gas dari Pemerintah turun dan dokumen komersial rampung.

"Saat ini kami sedang mendiskusikan alokasi gas dengan Ditjen Migas dan SKK Migas serta menyelesaikan dokumen komersial, baik dengan pemasok hulu maupun pembeli, untuk selanjutnya dapat mengalirkan gas ke pembangkit," jelas Rakhmad.

Direktur Gas dan BBM PLN EPI Erma Melina Sarahwati menambahkan, keberhasilan ini tidak lepas dari kolaborasi lintas pihak.

"Keberhasilan Gas-In Commissioning ini tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci. PLN EPI mengucapkan terima kasih kepada Kementerian ESDM, Ditjen Migas, BPH Migas, SKK Migas, PLN (Persero), PLN Batam, Medco E&P Natuna, produsen-produsen gas West Natuna, TGI, dan PGN," ujar Erma.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto membenarkan keberhasilan tersebut.

"Alhamdulillah, pada hari ini tanggal 4 Oktober 2026, jam 00.00 WIB telah berhasil melaksanakan Gas-In Commissioning Pipa WNTS-Pemping bawah laut dengan aman, selamat, dan lancar," kata Djoko.

Menurut Djoko, keberhasilan hot tapping, pembangunan, hingga Gas-In Commissioning bukan sekadar pencapaian teknis, tetapi tonggak penting masuknya gas Natuna ke Indonesia. Ia berharap seluruh rangkaian proyek selesai tepat waktu agar gas yang selama ini ke Singapura bisa dioptimalkan untuk ketahanan energi nasional.

Dengan keberhasilan ini, PLN EPI semakin dekat mewujudkan rantai pasok energi primer yang andal, terintegrasi, dan berbasis sumber daya nasional demi keandalan sistem kelistrikan Indonesia.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Erik, Fredrikus Wolgabrink Sabini

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.