Garuda Muda Wajib Menang Atas Laos

Kamis, 03 Sep 2026, 07:04 WIB

VIENTIANE - Hasil imbang tanpa gol melawan Malaysia membuat ruang kesalahan Tim U-20 Indonesia semakin sempit. Menghadapi Laos dalam laga kedua kedua Grup H Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 di New Laos National Stadium, Vientiane, Kamis (3/9) pukul 19.00 WIB, kemenangan bukan lagi sekadar target, melainkan kebutuhan untuk menjaga jalan menuju putaran final.

Indonesia datang dengan satu poin setelah bermain 0-0 melawan Malaysia. Peroleh­an itu menempatkan Garuda Muda dalam posisi yang belum aman. Apalagi, dalam ­pertandingan terakhir fase grup harus menghadapi Australia yang menjadi kekuatan utama Grup H.

Ket. Foto: Ilustrasi pemain Timnas Indonesia U-20. — Sumber: PSSI

Karena itu, laga melawan Laos memiliki arti strategis. Tiga poin akan mengangkat posisi Indonesia sekaligus memberi modal penting sebelum menghadapi Australia pada hari Minggu (6/9). Sebaliknya, kegagalan meraih kemenangan dapat membuat perjuangan Indonesia menjadi jauh lebih rumit karena persaingan untuk merebut tiket putaran final menggunakan sistem peringkat runner-up terbaik.

Laos berada dalam tekanan yang tidak kalah besar. Sebagai tuan rumah Grup H, mereka justru membuka kiprah dengan kekalahan 0-2 dari Australia. Marcus Neill melalui penalti membawa ­Australia unggul pada menit ke-14, ­sebelum Lewis Marinucci ­menggandakan keunggulan melalui sundulan pada menit ke-49.

Hasil tersebut membuat Laos belum memiliki poin dan berada di posisi terbawah klasemen. Mereka praktis wajib mengalahkan Indonesia dan Malaysia jika ingin menghidupkan kembali peluang lolos. Kondisi itu membuat laga di Vientiane berpotensi berlangsung keras karena kedua tim sama-sama tidak memiliki ruang untuk kehilangan angka.

Australia sementara memimpin Grup H dengan tiga poin. Indonesia dan Malaysia mengoleksi satu poin. Di hari yang sama dengan pertan­dingan Laos melawan Indonesia, Australia juga menghadapi Malaysia. Hasil kedua pertandingan tersebut berpotensi ­mengubah peta per­saingan secara signifikan.

Pelatih Indonesia U-20 Nova Arianto menyadari kegagalan mencetak gol ketika menghadapi Malaysia merupakan persoalan utama yang harus segera diperbaiki. Secara permainan, terutama pada babak kedua, Indonesia mampu ­menguasai per­tandingan dan men­ciptakan sejumlah peluang. ­Namun, do­minasi tersebut tidak menghasilkan keunggulan di papan skor.

“Kami pasti sangat kecewa karena gagal menang di pertandingan kemarin. Eva­luasi tentu dilakukan, terutama ­finishing agar di pertandingan berikutnya bisa lebih baik,” ujar Nova.

Masalah penyelesaian ­akhir memang menjadi pekerjaan rumah terbesar Indonesia. Welber Jardim sempat memperoleh peluang pada menit ke-65, tetapi tembakannya melebar. Rafi Rasyiq juga memiliki kesempatan untuk memecah kebuntuan, termasuk ketika mendapat peluang berhadap­an langsung dengan kiper ­Malaysia.

Kesempatan terbaik lainnya hadir pada menit ke-79. Kiper Malaysia Faez Iqhwan melakukan kesalahan ketika tendangannya justru melambung di depan gawang sendiri. Irpan Abadi mencoba memanfaatkannya, te­tapi sundulannya masih melayang tipis di atas mistar.

Indonesia terus me­nekan hingga pertandingan berakhir. Namun, berbagai peluang itu tidak kunjung berubah menjadi gol. Bagi Nova, persoalan tersebut tidak boleh kembali terjadi ketika menghadapi Laos.

“Kalau saya bicara tentang isi pertandingan, pemain sebenarnya sangat bekerja dengan baik di pertandingan kemarin. Hanya masalah finishing dan fokus di pertandingan yang membuat kami belum mampu mendapatkan poin maksimal,” ujar Nova.

Mengasah Penyelesaian

Evaluasi pun langsung dilakukan melalui sesi pemulih­an. Tim pelatih kembali mengasah penyelesaian akhir agar peluang yang tercipta dapat dikonversi menjadi gol. “Hal itu menjadi catatan kami, termasuk pagi tadi dalam melakukan recovery. Bagaimana kami mengasah kembali masalah finishing agar di pertandingan ke depannya bisa lebih baik lagi,” katanya.

Namun, Indonesia tidak boleh hanya berkonsentrasi pada kelemahan sendiri. Laos memiliki faktor tuan rumah yang dapat menjadi sumber energi tambahan. Setelah kalah dari Australia, mereka diperkirakan tampil lebih agresif karena pertandingan melawan Indonesia merupakan kesempatan ­terakhir untuk mempertahankan peluang.

Nova mengakui telah mempelajari karakter permainan Laos. Kecepatan dan daya juang pemain tuan rumah menjadi dua aspek yang mendapat perhatian khusus. “Kami sudah melihat Laos. Laos sebagai tuan rumah mempunyai daya juang yang sangat baik. Dari sisi kecepatan maupun daya juang, mereka sangat baik dan itu menjadi catatan,” tutur Nova.

Dengan situasi tersebut, Indonesia dituntut bermain lebih efektif. Penguasaan bola dan dominasi permainan tidak akan banyak berarti jika kembali gagal menghasilkan gol. Justru kemampuan memanfaatkan peluang akan menjadi pembeda utama.

Nova juga harus berhitung dalam menentukan komposisi pemain. Indonesia masih memiliki pertandingan penting melawan Australia, sehingga pengelolaan tenaga dan kondisi pemain menjadi bagian dari strategi. ben/G-1

Perkiraan Formasi

Tim Indonesia U20 3-4-3

Dafa Al Gasemi

Fabio Azkairawan, Putu Panji, Al Gazani Dwi Sugandi

Amar Brkic, M. Isfandyar Abdillah, Nazriel Alvaro, Ibrah Ohorella

Reno Salampessy, Arkh an Kaka, Theodore Evan

Tim Laos U20 4-3-3

Kop Lokphathip

Sisattana Kanlaya, Khammanh Thapaseut,
Xayasouk Keovisone,
Matheo Ackhavong

Phusomboun Panyavong, Phahatxay Keomany, Cy John Adams

Sayfon Keohanam, Peeter Phanthavong, Thanousack Nanthavongdouangsy

  • Kualifikasi Piala Asia U-20 2027

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.