Bentuk Jiwa Entrepreneurship, Dosen Unindra Berikan Pelatihan Pembuatan Tempe dan Produk Olahannya ke Santriwati Ponpes Ar-Rahmani Ciputat

Rabu, 27 Agu 2025, 13:57 WIB

KOTA TANGERANG SELATAN - Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Hugo Aries Suprapto memberikan edukasi kepada Santriwati Ponpes Ar-Rahmani Tahfidzul Qur’an di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, tentang pentingnya pembuatan tempe dan produk olahannya serta pengenalan kewirausahaan untuk membentuk jiwa entrepreneurship.

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) Hugo Aries Suprapto, beserta anggota tim abdimas Mamik Suendarti, Reko Syarif Hidayatullah serta dibantu mahasiswa Sofyan Romdhoni dan Ahmad Firdaus Yahya dengan menggandeng Muhamad Taufik dari Rumah TempeQu memberikan edukasi kepada Santriwati Ponpes Ar-Rahmani Tahfidzul Qur’an di Ciputat tentang pentingnya pembuatan tempe dan produk olahannya serta pengenalan kewirausahaan.

Ket. Foto: Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) memberikan edukasi kepada Santriwati Ponpes Ar-Rahmani Tahfidzul Qur’an di Ciputat, Kota Tangerang Selatan tentang pentingnya pembuatan tempe dan produk olahannya serta pengenalan kewirausahaan. — Sumber: istimewa

Disebutkannya, pembuatan tempe dan produk olahannya serta pengenalan kewirausahaan mampu memberikan manfaat bagi santriwati agar dapat memiliki keterampilan dan keahlian membuat tempe serta olahannya sehingga memiliki jiwa entrepreneurship.

Berdasarkan data Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indonesia mengekspor tempe senilai 1,62 juta dollar AS dengan volume 533,97 ton pada 2022. Namun, masih ada kendala bagi perajin tempe untuk merambah pasar ekspor, di antaranya karena tingkat pendidikan rendah, belum bisa memenuhi SNI serta standar persyaratan lainnya.

Padahal potensi ekspor besar. Tempe merupakan produk unik dalam kuliner tradisional yang mengglobal. Tempe punya kandungan nilai gizi tinggi, keunikan rasa, dan mendukung pola makan sehat.

“Oleh sebab itu pelatihan edukasi pembuatan tempe dan produk olahannya kepada santriwati Ponpes Ponpes Ar-Rahmani Tahfidzul Qur’an di Ciputat Tangerang memberikan kontribusi dalam menciptakan kemandirian pangan agar santriwati diharapkan memiliki kemampuan dalam membuat tempe dan produk olahannya serta memiliki jiwa entrepreneuship sedari awal,” kata Hugo Aries Suprapto dalam keterangannya, kemarin.

Disebutkan juga oleh tim abdimas lainnya, yaitu Mamik Suendarti bahwa Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat yang bersumber pada DIPA Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi Sains, dan Teknologi Tahun Anggaran 2025 dan didukung oleh LRPM Universitas Indraprasata PGRI yang dilakukan di Ponpes Tahfidzul Qur’an di Ciputat Tangerang, itu adalah sebagai sarana memberikan informasi pemahaman pentingnya memiliki kemampuan/keahlian dalam pembuatan tempe dan produk olahannya agar menumbuhkan jiwa entrepreneurship kepada santriwati agar dapat berkembang dan maju dikemudian hari.

“Selain itu tempe dan produk olahannya seperti keripik tempe dan nugget tempe memiliki nilai ekonomis, serta tim abdimas dibantu dengan mahasiwa Sofyan Romdhoni dan Ahmad Firdaus Yahya serta Muhamad Taufik dari rumah TempeQu menyiapkan materi, bahan-bahan tempe, alat produksi tempe dan lainnya serta kegiatan ini dilakukan pada Sabtu (9/8), dengan memberikan praktik langsung pembuatan tempe secara kontinyu dan pendampingan tahap 2 pada Sabtu (16/8) dan kegiatan ke 3 pada Sabtu (23/8) sampai hasil akhirnya kemampuan santriwati dalam membuat tempe dan menjual hasil produk olahan tempe ke pasar,” kata Reko Syarif Hidayatullah.

“Dari produk tempe dan olahannya ini Santriwati di Yayasan Ar-Rahmani Tahfidzul Qur’an dapat membuat, mengaplikasikannya dengan menjual ke lingkungan sekitar dan ke pasar,” jelas Hugo Aries Suprapto.

Sebuah Solusi

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat Unindra, Hugo Aries Suprapto menegaskan bahwa pembuatan tempe ini jelas sebagai sebuah solusi menambah pengusaha tempe. “Setelah dilakukan penelitian ternyata pembuatan tempe dan produk olahannya bisa menjadi solusi menjadi makanan sehari-hari, terutama karena di Yayasan Tahfidzul Qur’an setiap harinya dengan Santriwati berjumlah 73 orang lauk pauknya adalah tempe, jadi diharapkan dengan pelatihan pembuatan tempe ini para santriwati bisa membuat tempe sendiri,” kata Hugo Aries Suprapto.

Hugo menambahkan, agar Santriwati tertarik, mereka diajari cara mengelola tempe dari awal secara mudah dan murah. Apalagi makanan tempe produk olahannya bisa berupa keripik tempe, nugget tempe dan lainnya.

Nilai jualnya pun berkisar 10 ribu hingga 15 ribu rupiah per 3 Ons tempe. Artinya, semakin banyak jumlah tempe dan produk olahannya yang dibuat, uang yang didapat juga lebih besar. “Hal yang juga penting, warga juga harus dilibatkan bagaimana kemandirian santriwati memiliki keterampilan sebagai sesuatu yang memiliki nilai jual dimana santriwati juga menawarkan kepada warga dan kosumen untuk membeli hasil tempe dan produk olahannya dengan harga baik,” kata dia.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

Berita Terbaru

Antisipasi Gempa Susulan, Misa Digelar di Halaman Gereja

ISPA Jadi Keluhan Terbanyak di Pengungsian Gempa NTT, Posko Kesehatan Disiagakan

Kemarau Panjang, Debit Situ Cileunca Menyusut dan Ganggu Pasokan Air Bersih Bandung Raya

Jangan Lupa Kenakan Masker! Kualitas Udara Jakarta Senin Pagi Tak Sehat, Warga Diminta Waspada

Luar Biasa Barcelona Bantai Elche 5-0! Raphinha dan Fermin Sama-Sama Cetak Brace

Motor Pedagang di Kelapa Gading Hilang Akibat Ditipu, Modusnya Bikin Kaget

Kabar Besar untuk Warga Bogor Barat, Pemkab Bocorkan Rancang 6 Stasiun Baru

Drama 4 Gol dan Kartu Merah! Atletico Madrid Gagal Menang atas Villarreal

Hobi Unik Febry Arnold, Diaspora Indonesia yang Gemar Taklukkan Maraton

Juventus Start Sempurna Raih Tiga Poin! Frosinone Jadi Korban di Pekan Pertama Serie A

Sempat Unggul, Liverpool Gagal Menang! Newcastle Paksa The Reds Berbagi Poin

Gempa M 5,2 Guncang Manggarai NTT, Ada Potensi Tsunami? Ini Penjelasan BMKG

Menang Dramatis! Lando Norris Rebut Juara GP Belanda 2026, Verstappen Tersingkir Usai Kecelakaan

Karya Kreatif Indonesia dan Karya Kreatif Benuanta 2026, Dorong kebangkitan UMKM dan Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan

Karhutla di Tengah El Nino Ancam Ekonomi, Dampaknya Bisa Lebih Besar dari Nilai Hutan yang Terbakar

Pameran Arsip Asrul Sani Telusuri Jejak Kreatif Maestro Sastra dan Film

Kabut Asap Karhutla Selimuti Palembang, Jarak Pandang Kurang dari 50 Meter dan Kualitas Udara Berbahaya

QRIS Menjangkau 65,77 Juta Pengguna, Mayoritas Merchant Merupakan UMKM

Penyerapan Gabah Petani Capai 3,67 Juta Ton, Bulog Dekati Target 4 Juta Ton

Mendadak Gelar Ratas pada Malam Hari di Waktu Libur! Presiden Bahas Karhutla dan Bencana di NTT

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.