Coco Gauff Melaju ke Semifinal Toronto Tanpa Bertanding, Bencic Mundur karena Cedera
Rabu, 12 Agu 2026, 07:34 WIBTORONTO â Coco Gauff melangkah ke semifinal Canadian Open 2026 tanpa perlu memukul bola setelah Belinda Bencic mengundurkan diri dari perempat final akibat cedera pinggul, Rabu (12/8).
Gauff yang menjadi unggulan keempat sejatinya dijadwalkan menghadapi Bencic di babak delapan besar. Namun, kondisi fisik petenis Swiss tersebut membuat pertandingan urung digelar dan Gauff otomatis mendapatkan tiket ke semifinal.
Bagi Gauff, situasi tersebut memberikan keuntungan tersendiri. Petenis Amerika Serikat berusia 22 tahun itu kini memiliki waktu tambahan untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus menyempurnakan permainan sebelum menghadapi turnamen Grand Slam berikutnya, US Open.
Juara US Open 2023 itu akan menghadapi pemenang pertandingan antara unggulan ke-11 Naomi Osaka dan unggulan kedua Elena Rybakina untuk memperebutkan tiket ke final Toronto.
Kemenangan melalui walkover tersebut mengantarkan Gauff ke semifinal turnamen level WTA 1000 untuk kali ke-16 sepanjang kariernya.
Gauff juga tengah memburu gelar pertamanya dalam satu tahun terakhir. Dalam beberapa bulan terakhir, petenis kelahiran Amerika Serikat itu beberapa kali harus puas berada sangat dekat dengan gelar.
Ia menjadi runner-up di Miami dan Roma sebelum langkahnya di Wimbledon terhenti pada semifinal melalui pertandingan ketat. Hasil tersebut sekaligus menggagalkan peluang Gauff mendapatkan jalur yang relatif menguntungkan untuk melangkah lebih jauh di turnamen Grand Slam tersebut.
Perjalanan Gauff di Toronto menunjukkan tanda-tanda positif. Ia belum kehilangan satu set pun sepanjang turnamen dan terlihat semakin nyaman dengan sejumlah perubahan taktik yang diterapkannya.
Gauff diketahui mulai menambahkan elemen-elemen baru ke dalam permainannya. Perubahan tersebut membuat petenis berusia 22 tahun itu tampil lebih variatif sekaligus memberikan tekanan lebih besar kepada lawan.
Kini, tantangan berikutnya akan jauh lebih berat. Gauff harus menghadapi Osaka atau Rybakina di semifinal.
Osaka memiliki pengalaman besar di turnamen level tertinggi dan merupakan mantan petenis nomor satu dunia. Sementara Rybakina dikenal memiliki permainan agresif dan servis keras yang dapat menyulitkan siapa pun.
Apa pun lawannya, Gauff mendapatkan satu keuntungan penting: waktu istirahat tambahan.
Tanpa harus menguras tenaga di perempat final, ia dapat memanfaatkan jeda tersebut untuk memulihkan fisik dan mematangkan strategi menjelang semifinal.
Bagi Gauff, Toronto bukan sekadar kesempatan meraih gelar WTA 1000. Turnamen ini juga menjadi panggung penting untuk mengukur seberapa efektif perubahan permainan yang telah diterapkannya sebelum memasuki US Open.
Setelah serangkaian hasil yang nyaris menghasilkan gelar, Gauff kini berusaha mengubah penampilan konsisten tersebut menjadi trofi.
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
-
Pemprov DKI Jakarta Segera Bangun Rusun di Marunda Klaster C dan Rorotan IX
-
PLN Pastikan Tarif Tak Naik untuk Periode Juli hingga September
-
Kejurnas BMX Racing di Banyuwangi Menjadi Momentum Regenerasi
-
Konsep Slow Living Jadi Tren Baru Hunian Premium
-
Pembentukan Satgas Jaga Anak untuk Mencegah Kekerasan dan Perundungan
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.