TransNusa Buka Rute Langsung Manado–Makassar, Frekuensi Jadi Dua Kali Sehari

Selasa, 29 Sep 2026, 22:12 WIB

JAKARTA — Konektivitas udara antarkota di Sulawesi bertambah dengan dibukanya rute penerbangan langsung Manado–Makassar dan Makassar–Manado oleh TransNusa. Penerbangan perdana rute tersebut mulai beroperasi pada 28 September 2026 dengan frekuensi satu kali sehari dan akan ditingkatkan menjadi dua kali sehari mulai 10 Oktober 2026.

Rute ini menghubungkan dua kota yang memiliki peran penting dalam mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi di kawasan Indonesia Timur. Makassar merupakan salah satu simpul transportasi dan perdagangan utama di kawasan tersebut, sedangkan Manado menjadi salah satu pintu masuk menuju Sulawesi Utara dan berbagai destinasi wisata di sekitarnya.

Ket. Foto: Presiden Direktur TransNusa Aviation Mandiri, Bayu Sutanto, bersama Bupati Maros, Dr. H.A.S. Chaidir Syam, dan GM PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, Ruly Artha, menyerahkan cindera mata dalam peresmian rute penerbangan langsung Manado–Makassar. — Sumber: TransNusa

Pembukaan rute langsung tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan jaringan penerbangan TransNusa di Indonesia Timur. Bagi masyarakat, koneksi tanpa penerbangan lanjutan dapat menjadi alternatif perjalanan untuk berbagai keperluan, mulai dari bisnis, kunjungan keluarga, hingga pariwisata.

“Manado dan Makassar memiliki posisi yang penting dalam konektivitas Indonesia Timur. Melalui rute ini, kami ingin memberikan pilihan penerbangan langsung yang lebih praktis bagi masyarakat, baik untuk perjalanan bisnis, pariwisata, maupun kebutuhan lainnya,” ujar CEO TransNusa Group Datuk Bernard Francis melalui siaran pers pada hari Senin (29/9).

Menurut dia, penambahan frekuensi menjadi dua penerbangan setiap hari diharapkan memberikan fleksibilitas lebih bagi penumpang dalam menentukan waktu perjalanan.

Menghubungkan Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan

Makassar selama ini berperan sebagai salah satu simpul pergerakan orang dan barang di kawasan Indonesia Timur. Sementara itu, Manado memiliki posisi strategis dalam jaringan transportasi Sulawesi Utara serta menjadi akses menuju sejumlah destinasi wisata di kawasan tersebut.

Dengan penerbangan langsung, perjalanan antara kedua kota tidak perlu dilakukan melalui kota transit. Kondisi ini dapat memberikan pilihan waktu perjalanan yang lebih sederhana bagi pelaku usaha maupun wisatawan.

Bagi wisatawan, koneksi Manado–Makassar juga membuka kemungkinan menyusun perjalanan yang menggabungkan destinasi di Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan. Sementara bagi pelaku usaha dan profesional, rute tersebut dapat mendukung mobilitas antarkota untuk kegiatan bisnis.

Manado juga merupakan salah satu hub TransNusa di Indonesia Timur. Kehadiran rute baru tersebut menambah pilihan koneksi dari Manado menuju salah satu pusat aktivitas transportasi dan ekonomi di kawasan Indonesia Timur.

Dengan armada COMAC C909, penerbangan Manado–Makassar ditempuh sekitar 1 jam 45 menit.

Frekuensi Bertambah Mulai 10 Oktober

Pada penerbangan perdana 28 September 2026, penerbangan 8B 255 berangkat dari Manado pukul 14.00 waktu setempat dan tiba di Makassar pukul 15.45. Untuk arah sebaliknya, penerbangan 8B 256 berangkat dari Makassar pukul 16.15 dan tiba di Manado pukul 18.00.

Mulai 10 Oktober 2026, jadwal penerbangan ditambah menjadi dua kali sehari untuk masing-masing arah. Penerbangan tambahan 8B 251 berangkat dari Manado pukul 05.45 dan tiba di Makassar pukul 07.30. Sementara penerbangan 8B 252 berangkat dari Makassar pukul 08.00 dan tiba di Manado pukul 09.45.

Penambahan jadwal pagi tersebut memberikan alternatif bagi penumpang yang membutuhkan perjalanan lebih awal dan dapat melanjutkan aktivitas di kota tujuan pada hari yang sama.

“Kami tidak hanya melihat pembukaan rute ini sebagai penambahan destinasi dalam jaringan TransNusa, tetapi juga sebagai upaya untuk menghadirkan pilihan perjalanan yang semakin sesuai dengan kebutuhan penumpang,” kata Bernard.

Tiket dan Layanan Penerbangan

Tiket rute Manado–Makassar dan Makassar–Manado telah tersedia sejak 11 September 2026 melalui kanal penjualan resmi TransNusa. Harga yang ditawarkan mulai Rp1,8 juta untuk sekali jalan.

Penerbangan dilayani menggunakan armada COMAC C909. Dalam layanan penerbangannya, penumpang mendapatkan bagasi gratis hingga 20 kilogram, sementara sejumlah pilihan tambahan seperti Extra Legroom juga tersedia.

TransNusa juga menyediakan makanan ringan dan minuman gratis serta program diskon tiket untuk anak sesuai ketentuan yang berlaku.

Pembukaan rute baru tersebut menambah pilihan perjalanan langsung antarkota di Sulawesi. Di tengah kebutuhan mobilitas yang menghubungkan pusat-pusat ekonomi dan destinasi wisata di Indonesia Timur, konektivitas udara menjadi salah satu faktor pendukung pergerakan masyarakat dan kegiatan ekonomi regional.

Bagi Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan, rute Manado–Makassar tidak hanya memperpendek pola perjalanan antarkota, tetapi juga dapat menjadi bagian dari jaringan yang menghubungkan berbagai aktivitas bisnis, pariwisata, dan sosial di kedua wilayah.

Pengembangan Jaringan Penerbangan

TransNusa merupakan maskapai yang menggunakan model bisnis Premium Service Carrier. Perusahaan melakukan rebranding dengan model tersebut pada Februari 2024, sejalan dengan pengoperasian armada dan pengembangan layanan kepada penumpang.

TransNusa memperoleh Sertifikat Operator Penerbangan (Air Operator Certificate/AOC) pada 9 September 2022. Maskapai tersebut kemudian mulai mengoperasikan pesawat Airbus A320 pada Oktober dan Desember 2022.

Pada 2023, TransNusa memperkenalkan model bisnis Premium Service Carrier dan mulai mengoperasikan penerbangan internasional pada April tahun yang sama.

Selain rute domestik, jaringan internasional TransNusa mencakup sejumlah kota seperti Singapura, Guangzhou, Kuala Lumpur, Perth, Bangkok, dan Phuket. Basis operasional maskapai berada di Jakarta dan Bali.

Dengan penambahan rute Manado–Makassar, TransNusa melanjutkan pengembangan jaringan penerbangannya di kawasan Indonesia Timur. Kehadiran koneksi langsung tersebut memberikan alternatif mobilitas bagi masyarakat sekaligus menambah pilihan perjalanan bagi wisatawan dan pelaku usaha yang bergerak antara Sulawesi Utara dan Sulawesi Selatan.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.