Apa itu Telur Bebas Sangkar? Survei ICFA Baru 27,9 Persen yang Paham
Selasa, 20 Okt 2026, 10:25 WIBJAKARTA â Indonesian Cage-free Association (ICFA) menggelar kampanye âTelur Baikâ di Ranch Market, Pondok Indah Mall 5 (PIM 5), Jakarta, pada 8â18 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai telur ayam bebas sangkar (cage-free eggs) sekaligus memperkenalkan produk dari peternak lokal yang menerapkan sistem pemeliharaan tersebut.
Selama kegiatan berlangsung, pengunjung mendapatkan informasi mengenai telur bebas sangkar, mengenal berbagai produk dari peternak lokal, serta mengikuti promosi paket bundling. Rangkaian kegiatan ditutup pada 18 Oktober 2026 melalui demonstrasi memasak bersama holistic chef, baker, dan wellness influencer Chef Chrysansia Chitra Dewi atau Chef Chitra.
Sistem pemeliharaan bebas sangkar berbeda dari sistem kandang baterai yang menempatkan ayam dalam kandang individual atau kelompok dengan ruang terbatas. Dalam sistem bebas sangkar, ayam dapat bergerak lebih leluasa dan melakukan perilaku alami, seperti bertengger, mengais, mandi debu, serta bertelur di kotak sarang.
Melalui kampanye Telur Baik yang diluncurkan tahun ini, ICFA mengajak konsumen tidak hanya mempertimbangkan rasa dan harga saat memilih telur, tetapi juga mengenali cara produk tersebut dihasilkan. Kampanye ini sekaligus menjadi sarana untuk mempertemukan konsumen dengan peternak lokal yang menerapkan sistem pemeliharaan bebas sangkar.
Ketua ICFA Kristina Yolanda mengatakan, konsumen kerap menjumpai berbagai pilihan telur di gerai ritel tanpa mengetahui perbedaan sistem pemeliharaan ayam yang menghasilkan produk tersebut. Karena itu, edukasi secara langsung diperlukan agar masyarakat dapat memahami lebih jauh proses produksi telur dan kaitannya dengan kesejahteraan hewan.
âMemahami sistem produksi telur membantu masyarakat memilih produk dengan pemahaman yang lebih baik, termasuk tentang kesejahteraan ayam,â kata Yolanda melalui siaran pers pada hari Selasa (20/10/2026).
Survei ICFA pada AgustusâSeptember 2026 terhadap 1.294 responden menunjukkan, hanya 27,9 persen responden yang pernah mendengar sekaligus memahami konsep telur ayam bebas sangkar. Temuan tersebut menjadi salah satu alasan asosiasi melanjutkan edukasi konsumen melalui kegiatan di gerai ritel.
Menurut Yolanda, jumlah peternak yang menerapkan sistem bebas sangkar di Indonesia terus bertambah. Namun, perkembangan praktik tersebut perlu diikuti peningkatan kesadaran dan permintaan konsumen agar dapat mendukung keberlanjutan usaha peternak.
Melalui kampanye Telur Baik, ICFA ingin memperkenalkan produk sekaligus membantu konsumen memahami cara pemeliharaan ayam di balik telur yang mereka beli. Dengan demikian, pilihan konsumen diharapkan dapat turut mendukung kesejahteraan ayam dan membuka peluang pasar yang berkelanjutan bagi peternak lokal.
Produk Peternak Lokal dan Sistem Free-Range
Aktivasi di Ranch Market PIM 5 menghadirkan produk dari tiga peternak anggota ICFA, yakni PT Inti Prima Satwa Sejahtera, CV Gemilang Farm, dan PT Girijaya Budiman Agro. Produk yang diperkenalkan antara lain Nava Cage-Free Chicken Eggs dan Healthy Eggs Hypoallergenic dari PT Inti Prima Satwa Sejahtera, Happy Eggs Omega dari CV Gemilang Farm, serta Tamago Free-Range Egg dari PT Girijaya Budiman Agro.
PT Inti Prima Satwa Sejahtera menggunakan pakan dengan sumber protein nabati untuk produk Nava Cage-Free Chicken Eggs dan Healthy Eggs Hypoallergenic. Perusahaan tersebut menyebut pendekatan ini menghasilkan telur dengan cita rasa lebih gurih dan tidak amis. Sementara itu, Healthy Eggs Hypoallergenic dipilih dari telur-telur yang dinilai terbaik oleh produsen, dengan klaim risiko alergi yang lebih rendah bagi konsumen.
Adapun Happy Eggs Omega dan Tamago Free-Range Egg diproduksi menggunakan sistem free-range, yang memungkinkan ayam mengakses area luar kandang. Sistem ini memberikan kesempatan bagi ayam untuk bergerak di luar ruang kandang dan mengakses sumber pakan yang lebih beragam.
Edukasi Berkelanjutan Melalui Kuliner
Dalam demonstrasi memasak yang menutup kegiatan, Chef Chitra mengajak pengunjung mengenal telur bebas sangkar sebagai salah satu pilihan bahan pangan yang mempertimbangkan aspek kesejahteraan hewan. Menurutnya, proses produksi dan asal bahan pangan menjadi bagian penting dalam menentukan pilihan bahan untuk memasak.
âDalam memasak, saya memperhatikan bahan yang digunakan dan bagaimana bahan itu diproduksi. Telur dari ayam bebas sangkar memberi pilihan bagi konsumen yang mulai mempertimbangkan kesejahteraan hewan saat memilih bahan pangan,â kata Chitra.
Setelah kegiatan di Ranch Market PIM 5, ICFA berencana melanjutkan kampanye Telur Baik di Farmers Market Mall Kelapa Gading pada 22 Oktoberâ1 November 2026.
Didirikan pada Mei 2024, ICFA mewadahi 57 peternak ayam petelur dengan sistem bebas sangkar yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Selain melakukan edukasi kepada konsumen, asosiasi ini mendukung peternak melalui pelatihan teknis, pendampingan penerapan praktik pemeliharaan yang baik, serta fasilitasi sertifikasi kesejahteraan hewan Certified Humane bersama Global Food Partners.
Global Food Partners turut memberikan dukungan teknis kepada anggota ICFA, termasuk tiga peternak lokal yang berpartisipasi dalam aktivasi Telur Baik di PIM 5. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, ICFA berharap masyarakat semakin mengenal telur bebas sangkar dan memahami hubungan antara sistem pemeliharaan ayam, kesejahteraan hewan, serta keberlanjutan usaha peternak lokal.
- Kesejahteraan Hewan
- ranch market
- Pondok Indah Mall 5
- edukasi konsumen
- peternak lokal
- Indonesian Cage-free Association
- ICFA
- Telur Baik
- Telur Bebas Sangkar
- Cage-Free Eggs
- Peternakan Ayam Petelur
- Farmers Market
- Keberlanjutan Pangan
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Bikin Bangga! Prabowo Puji Timnas Indonesia yang Terus Berjuang hingga Akhir
-
RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Tuai Sorotan, Buruh Desak Kepentingannya Diakomodasi
-
Pemberdayaan UMKM Fokus Mengikuti Tren Pasar Gen Z
-
Kejagung: Sekretaris Deputi BGN Jadi Tersangka Baru Korupsi MBG
-
Indonesia Bidik Wisata Yacht Kelas Dunia, Kemenpar Dorong Potensi Bahari hingga UMKM Pesisir
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.