Sumaya Cetak Sejarah dengan Medali Perak Pertama di Asian Games 2026, CdM Todotua Angkat Bicara

Senin, 21 Sep 2026, 04:38 WIB

JAKARTA - Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia Todotua Pasaribu mengapresiasi perjuangan Sumaya  yang telah menyumbangkan medali perak pertama untuk Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Ia menyebut raihan satu perak dan empat perunggu pada hari pertama Asian Games tersebut sebagai pencapaian signifikan.

Ket. Foto: Atlet teqball Indonesia Sumaya berpose dengan medali perak seusai bertanding melawan atlet teqball Myanmar Wai Khin Hnin pada final tunggal putri teqball Asian Games Aichi-Nagoya 2026 di Nagoya City Higashi Sports Center, Aichi, Jepang, Minggu (20/9). — Sumber: Antara foto

"Hari ini kita cukup surprise. Hari ini dulangan medali yang kita peroleh itu signifikan, satu perak, empat perunggu. Kita cukup surprise dan happy banget,” demikian pernyataan Todotua di Nagoya yang diterima pada Minggu (20/9).

Tambahan medali pada Minggu datang dari teqball dan karate. Sebelumnya, Indonesia telah meraih medali perunggu melalui wushu, teqball, dan soft tennis.

Atlet teqball putri Sumaya menyumbangkan medali perak setelah tampil pada final nomor tunggal putri di Nagoya City Higashi Sports Center.

Sumaya harus mengakui keunggulan wakil Myanmar Wai Khin Hnin dalam pertandingan yang berlangsung ketat hingga tiga set dengan skor 12-10, 8-12, 9-12.

Todotua berharap torehan tersebut dapat menjadi awal dari konsistensi Kontingen Indonesia selama Asian Games 2026.

Ia juga melihat sejumlah cabang olahraga mulai memasuki babak perempat final dan semifinal sehingga peluang untuk menambah medali masih terbuka.

“Mudah-mudahan ke depan konsistensi dan ritmenya ini bisa tetap berkesinambungan. Kita monitor ada pertandingan yang sudah mulai masuk quarter dan semifinal, ini artinya peluang kita untuk mendapatkan medali cukup baik,” katanya.

Meski sudah mengamankan lima medali, Todotua mengatakan Kontingen Indonesia masih menantikan raihan emas.

“Memang yang kita tunggu, kita bisa mendapatkan medali emas,” ujarnya.

Dukungan terhadap perjuangan atlet Indonesia juga datang dari pemerintah. Todotua mengatakan Presiden Prabowo Subianto terus memonitor perjalanan Kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya.

Todotua mengungkapkan dirinya mendapat kabar dari Sekretaris Kabinet agar terus memberikan semangat kepada para atlet.

Presiden Prabowo juga disebut bersedia melakukan video call langsung dengan kontingen apabila Indonesia berhasil meraih medali emas.

“Semalam itu dikasih kabar sama Pak Seskab, ‘Bang, tetap semangat.’ Pak Presiden memonitor dan bahkan Pak Presiden menyatakan beliau bersedia kalau nanti ada emas, bisa langsung video call dengan beliau,” kata Todotua.

Todotua memastikan komunikasi dan koordinasi dengan cabang olahraga terus dilakukan untuk mendukung perjuangan atlet Indonesia.

“Jadi memang ini benar-benar dimonitor, supporting, dukungan, dan kita komunikasikan terus dengan cabang olahraga,” lanjutnya.

Ia juga meminta atlet dan ofisial yang belum bertanding untuk tetap fokus mempersiapkan diri dan tidak terganggu persoalan nonteknis.

Menurutnya, koordinasi dengan OCA, INAGOC, serta pihak tuan rumah terus dilakukan untuk menangani berbagai kebutuhan kontingen.

“Untuk atlet dan ofisial yang belum datang karena schedule mereka masih nanti, tetap yakin dan percaya, tetap fokus di pertandingan. Serahkan ke kami untuk urusan nonteknisnya,” tegas Todotua.

Selain itu, tim Indonesia terus memantau kondisi cuaca melalui command centre dan tim monitoring dan evaluasi, termasuk perkembangan potensi typhoon.

“Terus fokus, terus kita persiapkan fisik dan mental. Harapannya, kondisi seperti ini, potensi medali dan bisa lebih banyak kita dapatkan,” kata Todotua.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.