PLTS 100 kWp Hasilkan 63.800 kWh, Bandara Ahmad Yani Genjot Energi Hijau

Senin, 21 Sep 2026, 04:01 WIB

Semarang - Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 kWp untuk memenuhi sebagian kebutuhan energi listrik di lingkungan bandara.

“Selama Januari hingga Juni, listrik yang dihasilkan panel surya ini mencapai 63.800 kWh yang digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan tenaga listrik,” kata General Manager Bandara Ahmad Yani Semarang Sulistyo Yulianto di Semarang, Minggu (20/9).

Ket. Foto: Bandara Ahmad Yani Semarang. — Sumber: Antara

Ia menjelaskan panel surya tersebut dipasang di atas atap area parkir gedung administrasi dan gedung Main Power House (MPH).

Energi listrik yang dihasilkan PLTS dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan listrik gedung administrasi bandara.

Sulistyo mengatakan pemanfaatan energi surya merupakan bagian dari komitmen Bandara Ahmad Yani dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui penerapan konsep eco-airport serta penggunaan teknologi yang tidak berdampak langsung terhadap penipisan lapisan ozon.

Menurut dia, pengelola bandara terus mengedepankan efisiensi energi dan penggunaan teknologi ramah lingkungan melalui sejumlah langkah.

Beberapa di antaranya adalah pengaturan suhu ruangan dengan sistem zonasi, penggunaan lampu LED, optimalisasi pencahayaan alami, serta penerapan fitur sleep mode pada lift, elevator, dan travelator.

Pengelolaan sistem pendingin udara juga menjadi bagian dari upaya efisiensi energi di area terminal.

“Sistem pendingin merupakan salah satu komponen dengan kebutuhan energi cukup besar di area terminal sehingga penggunaannya terus dioptimalkan sesuai kebutuhan operasional dengan tetap menjaga kenyamanan penumpang,” ujarnya.

Kementerian Perhubungan berkomitmen mewujudkan transportasi rendah karbon di Indonesia guna menciptakan sistem transportasi nasional yang lebih bersih dan ramah lingkungan.

Kebijakan aksi mitigasi emisi gas rumah kaca sektor transportasi di Indonesia tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 8 Tahun 2023.

Transisi energi pada sarana transportasi di Indonesia telah dilakukan melalui sejumlah aspek, antara lain pengoperasian kendaraan listrik di jalan raya, kereta api berbahan bakar biofuel dan listrik, kapal laut berbahan bakar biofuel, hingga penggunaan Bioavtur Jet 2.4 pada salah satu maskapai nasional.

Sementara itu, transisi pada prasarana transportasi dilakukan melalui pembangunan infrastruktur yang dilengkapi panel surya atau PLTS dan SBNP solar cell, lampu penerangan jalan umum tenaga surya, bangunan ramah lingkungan, serta Onshore Power Supply (OPS) di pelabuhan dan elektrifikasi peralatan pelabuhan.

Lebih lanjut, di sektor transportasi darat, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memiliki sejumlah strategi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, di antaranya melalui elektrifikasi angkutan umum perkotaan dan pengujian emisi gas buang.

  • Bandara Ahmad Yani Semarang

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.