BNPB: Karhutla Kepung Belasan Kabupaten di 10 Provinsi Indonesia, Ini Daftarnya!
Senin, 10 Agu 2026, 18:18 WIBJAKARTA - Fenomena kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengepung belasan kabupaten/kota di sepuluh provinsi Indonesia sepanjang pekan pertama Agustus 2026, sebagaimana dilaporkan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Senin.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangannya di Jakarta, Senin (10/8), mengatakan bahwa wilayah terdampak membentang dari Sumatera, Jawa, Sulawesi, Maluku, hingga Papua.
Adapun aktivitas kelalaian manusia seperti pembakaran sampah, pembersihan lahan dengan cara membakar, hingga suhu panas musim kemarau di laporkan mendominasi pemicu munculnya titik api di berbagai daerah itu.
Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi di Pulau Jawa, kebakaran terparah terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, dengan total luas lahan hangus mencapai 520 hektare hingga Minggu (9/8) malam, yang berujung pada penutupan total seluruh pintu masuk wisata hingga waktu yang belum ditentukan.
Sementara di luar Jawa, peristiwa karhutla berdampak signifikan melanda Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah seluas 72,4 hektare, Halmahera Timur di Maluku Utara seluas 23 hektare, serta Tana Toraja di Sulawesi Selatan seluas 15 hektare.
Peristiwa karhutla skala kecil seluas 1 hektare hingga sedang puluhan hektare juga terdeteksi dan berhasil dipadamkan petugas gabungan di Aceh Besar (Aceh), Belitung Timur (Babel), Subang (Jabar), Jepara dan Banyumas (Jateng), Jember (Jatim), Tojo Una-Una (Sulteng), serta Kota Sorong (Papua Barat Daya).
Menurut Abdul, tim petugas gabungan di seluruh daerah terdampak dimaksimalkan untuk menangani dan memitigasi sebaran api kebakaran, dengan turut menyiagakan peralatan penyiramam darat, truk tanksi air, membuat sekat bakar, hingga penyiraman udara menggunakan helikopter waterboombing.
Guna mencegah eskalasi bencana hidrometeorologi kering tersebut, BNPB mengimbau keras masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membuang puntung rokok sembarangan, serta tidak melakukan pembakaran sampah di area terbuka.
Masyarakat juga diminta hemat menggunakan air bersih serta menyiapkan penampungan cadangan air selama periode musim kemarau yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga akhir Agustus - September ini. Ant
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Harga Minyak Naik, Ruang Fiskal Terancam Terkikis Subsidi BBM
-
Optimalisasi Pemanfaatan Sumur Resapan untuk Kebutuhan Air Warga
-
Kemenko Polkam Siapkan Sertijab, Dudung Abdurachman Langsung Tancap Gas Gantikan Djamari
-
TPA Galuga Kebakaran Parah, 450 Ton Sampah Kota Bogor Tertahan di Truk
-
Bye-bye Calo Sertifikat, Kemen ATR/BPN Buka-Bukaan Prosedur dan Biaya di TikTok Live!
-
Modernisasi Alutsista Korps Marinir melalui Penyerahan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35
-
Evakuasi warga terjebak karhutla di Palangka Raya
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.