Karhutla di Gunung Bromo Semakin Tak Terkendali
Minggu, 09 Agu 2026, 07:12 WIBPROBOLINGGO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo yang merupakan kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, semakin meluas dan tak terkendali akibat angin kencang dan belum juga padam hingga Sabtu (8/8) malam.
"Kami mendapatkan informasi perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur akibat kuatnya angin yang cukup kencang," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo Oemar Sjarief.
Menurutnya, tim gabungan yang melakukan pemadaman kobaran api diminta untuk memprioritaskan keselamatan, sehingga semua tim berkumpul ke lokasi yang aman yakni di sekitar JLKT.
"Tidak selang lama kemudian, kami mendapat informasi bahwa angin agak mereda dan tim bergerak maju ke arah Jemplang melalui jalur lama. Kami berhasil memutus api tidak menyeberangi jalur lama (jaring laba-laba), sehingga diharapkan sepanjang malam ini angin tidak membesar, dan api tidak menyeberang lagi ke arah utara Watangan," tuturnya.
Ia mengatakan semua petugas masih siaga penuh untuk memantau situasi karhutla di Gunung Bromo dan mudah-mudahan api tidak semakin membesar.
Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, area yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 176 hektare dan sebagian besar kawasan yang terbakar berada di wilayah Kabupaten Probolinggo.
Kebakaran yang mulai terjadi pada Senin (3/8) tersebut terus meluas. Pada awal kejadian, luas area terbakar tercatat sekitar 7,9 hektare, kemudian meningkat menjadi 44 hektare, 51 hektare hingga mencapai sekitar 176 hektare pada Jumat (7/8) malam.
Sementara itu, Balai Besar TNBTS mengumumkan penutupan secara total seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo menyusul kejadian kebakaran hutan yang semakin meluas di area Kaldera Bromo sejak 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan..
Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha dalam surat keterangan resmi, Sabtu malam, mengatakan bahwa langkah penutupan kawasan tersebut diambil demi efektivitas upaya pemadaman api di lapangan serta menjamin keamanan dan keselamatan para pengunjung.
Penutupan diberlakukan di seluruh pintu masuk kawasan TNBTS, yang meliputi pintu masuk Cemorolawag di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.
- Gunung Bromo
- Karhutla
- Tak Terkendali
Redaktur: Sriyono
Penulis: Sriyono
Berita Terkait:
-
Marc Marquez Bikin Ducati Terpesona, Luigi Dall'Igna Ungkap Pujian Mengejutkan
-
Antisipasi Kabut Asap, Polres Aceh Barat Bagikan 1.000 Masker
-
Pulih dari Cedera, Dony Tri Pamungkas Optimistis Persija Dapat 3 Poin Lawan PSIM
-
Kebakaran Hutan Meluas di California, Melahap Rumah-rumah Mewah Bernilai Jutaan Dolar
-
Cetak 1 Gol dan 2 Assist di Laga Terakhir! Lionel Messi Resmi Gantung Sepatu dari Timnas Argentina
-
Sapu Bersih Angkot Bodong, Pemkot Bogor Targetkan 516 Armada Dibekukan Hingga Akhir 2026
-
Makassar Bakal Punya Perda HIV, Upaya Perkuat Pencegahan dan Penanganan HIV/AIDS
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.