Gubernur Banten Klaim 120 Ribu Siswa Banten Bersekolah Gratis

Sabtu, 08 Agu 2026, 20:50 WIB

TANGERANG – Gubernur Banten, Andra Soni, mengklaim sekitar 120 ribu siswa telah menikmati program sekolah gratis di Provinsi Banten. Angka tersebut merupakan akumulasi penerima manfaat program sekolah gratis di sekolah swasta.

"Selain Sekolah Rakyat, sesuai kewenangan masing-masing kabupaten dan kota, kami terus berkoordinasi untuk meminimalkan angka putus sekolah. Salah satu program pemerintah provinsi adalah sekolah gratis di sekolah swasta," ujar Andra di Tangerang, Sabtu (8/8).

Ket. Foto: Gubernur Banten, Andra Soni — Sumber: RRI/Saadatuddaraen

Ia mengatakan, pada tahun pertama program tersebut telah menjangkau 60.500 siswa. Dengan jumlah penerima yang relatif sama pada tahun ini, total penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 120 ribu siswa.

"Insyaallah dengan jumlah yang sama. Jadi di tahun ini mungkin sudah menembus angka sekitar 120 ribuan," kata dia.

Andra menilai program sekolah gratis akan membantu menekan angka putus sekolah di Banten. Menurutnya, keberadaan Sekolah Rakyat juga akan memperkuat upaya tersebut.

Ia mengatakan, pembangunan dua Sekolah Rakyat di Banten ditargetkan selesai dan mulai beroperasi pada 31 Mei 2027. Lokasinya berada di Cadasari, Kabupaten Pandeglang, dan Panggarangan, Kabupaten Lebak.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Banten juga mengusulkan penambahan Sekolah Rakyat di sejumlah daerah. Usulan tersebut disesuaikan dengan target pemerintah pusat, yaitu minimal satu Sekolah Rakyat di setiap kabupaten dan kota.

Sementara itu Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, bersama Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, meresmikan Sekolah Rakyat Rintisan di Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) Curug, Tangerang. Program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas penyelenggaraan sekolah rintisan di Jakarta dan sekitarnya.

"Ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden untuk menambah penyelenggaraan sekolah rintisan di Jakarta dan sekitarnya. Salah satu tempatnya adalah di gedung milik Kementerian Perhubungan yang digunakan sebagai tempat pembelajaran Politeknik Penerbangan Indonesia," ujar Mensos.

Menurut menteri yang akrab disapa Gus Ipul ini, Sekolah Rakyat Rintisan menyasar anak-anak yang tidak bersekolah maupun putus sekolah. Mereka selama ini banyak yang bekerja di pasar atau tempat umum untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.