Tak Sekadar Air Terjun, Curug Sanghyang Taraje Disiapkan Jadi Ikon Wisata Garut

Jumat, 07 Agu 2026, 20:45 WIB

GARUT – Pengembangan wisata daerah menjadi strategi penting untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berbasis potensi lokal.

Dengan mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, dan ekonomi kreatif, daerah dapat menarik lebih banyak wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat melalui sektor perhotelan, kuliner, transportasi, dan UMKM.

Ket. Foto: Destinasi wisata Curuh Sanghyang Taraje di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (1/8/2026). — Sumber: ANTARA/HO-Diskominfo Garut.

Namun, keberhasilan pengembangan pariwisata tidak hanya bergantung pada promosi, melainkan juga pada kualitas infrastruktur, kemudahan akses, kebersihan, serta pengelolaan destinasi yang berkelanjutan agar daya saing wisata tetap terjaga dalam jangka panjang.

Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mendorong pengembangan destinasi wisata Curug Sanghyang Taraje sebagai wisata air terjun alami di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Garut, Jawa Barat agar semakin menarik dan banyak dikunjungi wisatawan.

"Ini kita harus pelihara, jaga, dan kita kembangkan sehingga memberikan dampak yang baik buat masyarakat," kata Abdusy Syakur Amin di Garut, Jumat.

Bupati bersama jajarannya sudah meninjau langsung untuk mengetahui kondisi destinasi wisata alam air terjun tersebut di Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan, Sabtu (1/8), kemudian berdialog dengan pengelola wisata terkait yang dibutuhkan untuk menunjang kawasan wisata tersebut.

"Barangkali apa yang bisa dikerjakan oleh Pemkab untuk meningkatkan akses bagi masyarakat di sini. Semoga ada realisasi dalam waktu tidak terlalu lama," katanya.

Menurut dia, destinasi wisata Curug Sanghyang Taraje sudah cukup dikenal oleh wisatawan lokal Garut, maupun berbagai daerah, bahkan beberapa wisatawan asing juga pernah berkunjung ke tempat tersebut.

"Curug yang katanya salah satu yang tercantik di Jawa Barat, bahkan juga mungkin di Indonesia," katanya.

Kawasan wisata tersebut, kata dia, juga bisa dikaitkan sebagai wisata olahraga atau "sport tourism" yang diharapkan bisa mendatangkan banyak pengunjung.

Menurut dia, pariwisata memiliki peran strategis untuk menopang perekonomian lokal, untuk itu perlu kerja sama dengan semua pihak untuk menjaga kelestarian alam, dan kebersihan lingkungan.

"Kalau bisa membantu ekonomi masyarakat akan lebih bagus 'kan, ya, tetap harus dijaga kelestariannya," katanya.

Ia menyampaikan, Pemkab Garut akan mencari formulasi terbaik sesuai kapasitas anggaran daerah, kemudian membangun kolaborasi dan keterlibatan aktif masyarakat desa melalui skema timbal balik.

Pemkab Garut, lanjut dia, mendorong alokasi anggaran desa serta kepatuhan partisipasi masyarakat, termasuk untuk memenuhi kewajiban pajak agar pembangunan tidak sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

"Di situ ada kolaborasi antara masyarakat, desa dengan pemerintah," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.