Sampah akan Terus Digarap Tanah Laut Agar Mendatangkan Rupiah
Jumat, 07 Agu 2026, 11:41 WIBTANAH LAUT - Â Sampah kini tak lagi diliat sekadar kotoran, tapi mulai diolah karena bisa mendatangkan uang. Pemerintah Kabupaten Tanah Laut (Pemkab Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mempercepat industrialisasi pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular guna menekan timbunan sampah di tempat pemrosesan akhir sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) menggelar Rapat Koordinasi Industrialisasi Pengolahan Sampah Berbasis Ekonomi Sirkular di Aula Pencerahan Bapperida secara daring.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Tanah Laut Masturi di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Jumat, mengatakan pengelolaan sampah harus diarahkan menjadi aktivitas produktif yang mampu memberikan manfaat ekonomi sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan.
"Persoalan sampah saat ini bukan lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan, tetapi telah menjadi isu strategis yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat, kualitas lingkungan hidup, perubahan iklim, hingga pembangunan ekonomi daerah," ujar Masturi membacakan sambutan tertulis Bupati Tanah Laut.
Menurut dia, perubahan paradigma diperlukan agar sampah tidak lagi dipandang sebagai limbah yang harus dibuang, melainkan sumber daya yang dapat diolah menjadi bahan baku maupun produk bernilai tambah melalui penerapan ekonomi sirkular.
Konsep tersebut mengedepankan prinsip reduce, reuse, recycle, dan pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna sehingga volume sampah yang berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dapat ditekan secara bertahap.
"Diperlukan perubahan cara pandang bahwa sampah bukan hanya limbah yang harus dibuang, tetapi juga merupakan sumber daya yang memiliki nilai ekonomi apabila dikelola dengan baik," kata Masturi.
Rapat koordinasi itu turut dihadiri Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, perwakilan organisasi perangkat daerah, jajaran direksi perusahaan swasta, pengurus Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta berbagai pemangku kepentingan yang diharapkan terlibat dalam pengembangan industri pengolahan sampah di Tanah Laut.
Pemerintah Kabupaten Tanah Laut menilai keterlibatan dunia usaha, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam membangun rantai ekonomi sirkular, mulai dari pemilahan, pengumpulan, pengolahan, hingga pemasaran produk hasil daur ulang.
Melalui industrialisasi pengolahan sampah, pemerintah daerah juga menargetkan terciptanya peluang usaha dan lapangan kerja baru berbasis lingkungan, sekaligus mengurangi beban pengelolaan sampah yang selama ini bertumpu pada TPA.
"Ekonomi sirkular merupakan solusi konkret untuk menekan volume sampah di TPA sekaligus menciptakan nilai tambah melalui pengurangan, penggunaan kembali, daur ulang, dan pemanfaatan kembali material yang masih bernilai," ujar Masturi.
- Olah Sampah
- Bupati Tanah Laut
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Aloysius Widiyatmaka
Berita Terkait:
-
Dipicu Gigitan Kutu, Remaja Australia Menjadi Orang Pertama di Dunia yang Meninggal karena Alergi Daging
-
Hati-hati Dolar Palsu! Polisi Tangkap Pengedar dan Pencetak Upal 2.463 Lembar di Tangerang
-
Kampiun Bulu Tangkis Dunia, Tai Tzu Ying Resmi Pensiun
-
Russia–AS Kaji Rencana Megaproyek Terowongan di Bawah Selat Bering
-
BMKG Waspadai Kemunculan Bibit Siklon Tropis 96W
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.