TransNusa Gandeng Skywise Bangun Ekosistem Digital Penerbangan Terintegrasi

Jumat, 25 Sep 2026, 16:00 WIB

JAKARTA — TransNusa memperluas kolaborasi digital dengan Skywise, perusahaan layanan digital milik Airbus, untuk membangun ekosistem data penerbangan terintegrasi secara real-time. Langkah ini ditujukan untuk meningkatkan keandalan operasional dan ketepatan waktu penerbangan maskapai.

Melalui kerja sama tersebut, TransNusa akan menerapkan solusi Skywise Core X2 dan Skywise Fleet Performance+ (S.FP+). Kedua sistem ini menghubungkan data operasional penerbangan dengan data teknis pesawat dalam satu ekosistem digital.

Ket. Foto: Skywise Head of Region APAC, Alessandro Luzi (kiri), bersama Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, dalam penandatanganan kesepakatan di Singapura pada Kamis (24/9). Perluasan kerja sama dengan perusahaan layanan digital milik Airbus ini untuk membangun ekosistem data penerbangan terintegrasi dan meningkatkan ketepatan waktu. — Sumber: TransNusa

Kerja sama ini juga menjadikan TransNusa sebagai maskapai pertama di Indonesia yang mengintegrasikan kedua solusi Skywise tersebut dalam operasionalnya.

“Kolaborasi ini merupakan langkah besar dalam memperkuat komitmen kami kepada para penumpang,” ujar Group Chief Executive Officer TransNusa, Datuk Bernard Francis, melalui keterangannya pada Jumat (25/9).

Menurut Bernard, penerapan sistem tersebut akan mengubah pendekatan pengelolaan operasional dari pelaporan yang bersifat reaktif menuju pengelolaan yang lebih prediktif berbasis data secara real-time.

Bagi penumpang, teknologi ini diharapkan dapat mendukung ketepatan waktu dan keandalan layanan. Sementara bagi maskapai, integrasi data membantu meningkatkan efisiensi pengoperasian armada serta mendukung pengembangan jaringan secara berkelanjutan.

Integrasi Data Operasional dan Teknis

Skywise Head of Region APAC, Alessandro Luzi, menyatakan bahwa kerja sama ini merupakan pencapaian pertama di Indonesia bagi pengoperasian Skywise Fleet Performance+ dan Skywise Core X2 secara bersamaan. Menurutnya, integrasi tersebut dapat menyederhanakan alur kerja sekaligus menjaga konsistensi data di berbagai lini organisasi.

“Portofolio yang terintegrasi sepenuhnya ini menyederhanakan alur kerja, memastikan konsistensi data di seluruh organisasi, serta menetapkan standar baru bagi keunggulan operasional dalam industri penerbangan Indonesia,” ujar Alessandro.

Sistem ini juga mengubah pola pengelolaan data yang sebelumnya mengandalkan pelaporan tradisional dan spreadsheet menjadi arsitektur digital yang terpadu. Alessandro menambahkan bahwa integrasi tersebut memberikan dua manfaat utama, yakni peningkatan keandalan operasional bagi penumpang serta optimalisasi penggunaan aset bagi TransNusa.

Pemeliharaan Prediktif untuk Kurangi Gangguan

Penerapan teknologi ini salah satunya difokuskan pada aspek pemeliharaan pesawat. Dengan menghubungkan data pesawat secara real-time selama penerbangan dengan sistem pemeliharaan, Maintenance Control Centre TransNusa dapat memperoleh informasi kondisi armada dengan lebih cepat.

Data tersebut memungkinkan tim teknis mendeteksi anomali lebih awal dan mengambil tindakan sebelum masalah berkembang menjadi gangguan operasional. Pendekatan pemeliharaan prediktif ini diharapkan dapat menekan risiko gangguan teknis yang berpotensi memicu keterlambatan atau pembatalan penerbangan secara mendadak.

Di samping itu, integrasi data ditujukan untuk meningkatkan ketersediaan armada. Pesawat dapat mengurangi waktu di darat (ground time) akibat perawatan yang tidak terjadwal, sehingga utilisasi armada dapat dimsimalkan guna menjaga ketepatan waktu penerbangan.

Terhubung dengan Ekosistem Digital TransNusa

Ekosistem digital baru ini juga dihubungkan dengan sejumlah sistem yang telah digunakan TransNusa sebelumnya, seperti N-Flight Planning (N-FP), Mission+ FLIGHT sebagai electronic Flight Folder, serta Mission+ MAPS untuk kebutuhan advanced charting.

Integrasi tersebut memungkinkan pilot, awak darat (ground crew), dan teknisi menggunakan satu sumber data yang sama. Dengan demikian, informasi operasional dan teknis dapat diakses lintas bagian tanpa bergantung pada sistem yang terpisah.

Optimalisasi Ketersediaan Armada

Dari sisi operasional, sistem digital ini juga diarahkan untuk menekan kejadian Aircraft on Ground (AOG), yaitu kondisi ketika pesawat tidak dapat terbang akibat kendala teknis atau kebutuhan perawatan.

Pengelolaan data armada yang lebih terintegrasi membantu TransNusa mengidentifikasi potensi masalah sejak dini agar pesawat selalu berada dalam kondisi siap operasi. Pengurangan AOG ini tidak hanya memaksimalkan jam terbang harian armada, tetapi juga mendukung skalabilitas perusahaan dalam mengembangkan rute dan jaringan penerbangan ke depan.

Transformasi digital ini menegaskan komitmen TransNusa dalam menempatkan pemanfaatan data real-time sebagai instrumen utama untuk mendongkrak keandalan penerbangan sekaligus mengoptimalkan utilisasi armada secara menyeluruh.

  • maskapai
  • Airbus
  • TransNusa
  • penerbangan
  • Transformasi Digital
  • Skywise
  • Teknologi Penerbangan
  • Data Real-Time
  • Pemeliharaan Prediktif
  • Ketepatan Waktu Penerbangan

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.