Pesona Sumbawa Mendunia, Sail to Indonesia 2026 Jadi Panggung Promosi

Selasa, 22 Sep 2026, 18:25 WIB

SUMBAWA – Pariwisata tidak lagi sekadar menjadi penggerak kunjungan wisatawan, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk untuk memperkuat ekonomi lokal.

Ketika destinasi mampu menghubungkan wisatawan dengan produk UMKM, kuliner, kerajinan, hingga jasa masyarakat setempat, perputaran uang di daerah menjadi lebih luas dan membuka peluang usaha serta lapangan kerja baru.

Ket. Foto: Welcoming Ceremony peserta Sail to Indonesia 2026 di Pantai Saliper Ate, Kecamatan Labuhan Badas, Sumbawa, NTB, Senin (21/9/2026). — Sumber: ANTARA/ HO-Diskominfotiksandi Sumbawa.

Rangkaian Sail to Indonesia 2026 menjadi momentum Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memperkenalkan wisata bahari daerah itu kepada wisatawan mancanegara sekaligus membuka peluang penguatan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata.

Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot mengatakan kehadiran para yachter dari berbagai negara tidak sekadar menjadi agenda persinggahan kapal layar, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkenalkan kekayaan alam, budaya, kuliner dan kehidupan masyarakat Sumbawa kepada pasar internasional.

“Saya berharap setelah beberapa hari berlayar di laut Indonesia, Bapak dan Ibu tidak hanya membawa kapal yang kembali berlayar, tetapi juga membawa pulang cerita tentang Sumbawa,” kata Jarot saat Welcoming Ceremony Sail to Indonesia 2026 di Pantai Saliper Ate, Kecamatan Labuhan Badas, Senin (21/9).

Ia mengatakan selama berada di Sumbawa, para wisatawan ditawarkan berbagai pengalaman bahari dan budaya, termasuk menyaksikan hiu paus di Teluk Saleh, menikmati panorama alam, mengenal tradisi lokal, mencicipi kuliner, serta berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Sekitar 15 kapal singgah di Sumbawa dengan jumlah wisatawan diperkirakan mencapai 45 hingga 50 orang.

Menurut Jarot, kekuatan pariwisata Sumbawa tidak hanya bertumpu pada keindahan pantai dan laut, tetapi juga pada kekayaan ekosistem, tradisi, kuliner, serta keramahan masyarakat yang dapat menjadi pengalaman tersendiri bagi wisatawan mancanegara.

"Ada lautnya, ada alamnya, ada hiu pausnya, ada budayanya, ada kulinernya, dan tentu ada masyarakatnya yang ramah," ujarnya.

Karena itu, Jarot mengajak para yachter menjelajahi lebih banyak destinasi selama berada di Sumbawa dan membagikan pengalaman tersebut setelah kembali ke negara masing-masing.

"Enjoy Sumbawa. Explore Sumbawa. And please, tell the world about Sumbawa," katanya.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa Tata Kostara mengatakan rombongan Sail to Indonesia mulai memasuki wilayah Sumbawa pada 18 September 2026 dan mengunjungi sejumlah destinasi sebelum mengikuti agenda penyambutan di Pantai Saliper Ate.

"Perjalanan ini merupakan rangkaian dari Sail Indonesia. Mereka masuk ke Sumbawa tanggal 18, kemudian mengunjungi destinasi di Sumbawa," katanya.

Tata mengatakan peserta Sail to Indonesia berasal dari sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Australia, Singapura, Inggris, Prancis, Swedia, Selandia Baru dan Argentina.

Menurut dia, kedatangan wisatawan mancanegara tersebut menjadi kesempatan bagi Sumbawa memperluas pengenalan destinasi wisata daerah sekaligus membangun jejaring pariwisata di pasar internasional.

“Kita berharap Sumbawa semakin dikenal dunia internasional. Ini juga ajang promosi untuk peningkatan kualitas kepariwisataan Sumbawa,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman para wisatawan selama berada di Sumbawa dapat menjadi promosi lanjutan melalui cerita dan rekomendasi mereka ketika kembali ke negara masing-masing.

Dari sisi ekonomi, Tata berharap kunjungan wisatawan mancanegara tersebut memberikan dampak terhadap pergerakan usaha masyarakat, terutama UMKM, pelaku usaha pariwisata dan sektor ekonomi kreatif.

“Mudah-mudahan dengan adanya kedatangan rombongan Sail ini, pergerakan ekonomi, UMKM, terus pelaku pariwisata ini bisa semakin menggeliat,” katanya.

Penyambutan peserta Sail to Indonesia juga dirangkaikan dengan atraksi Karaci, kesenian tradisional Sumbawa yang mempertontonkan adu ketangkasan dua petarung.

Atraksi tersebut turut melibatkan dua wisatawan mancanegara, sementara Bupati Sumbawa dan Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa H. Budi Prasetiyo ikut ambil bagian.

Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap kunjungan para yachter dapat memperkuat jejaring pariwisata internasional sekaligus membuka peluang kunjungan wisatawan berikutnya dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat di berbagai destinasi Sumbawa.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.