Gempa Magnitudo 5,3 Mengguncang Banggai, Ada Potensi Tsunami? Ini Jawaban BMKG

Senin, 21 Sep 2026, 16:16 WIB

PALU - Badan Meteorologi, Klimatologi (BMKG) menyatakan gempa magnitudo 5,3 di Teluk Tomini Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah tidak berpotensi tsunami.

"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,70° LS ; 122,46° BT, atau tepatnya berlokasi di laut 26 kilometer Barat Daya Pulau Puah Banggai kedalaman 14 kilometer pada pukul 41.31 WIB," kata Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto dari laporan tertulis diterima di Palu, Senin.

Ket. Foto: Peta gempa terjadi di Teluk Tomini Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah yang dirilis BMKG. — Sumber: Antara foto/HO-BMKG

Ia mengemukakan hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa itu tidak berpotensi tsunami.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal, akibat aktivitas sesar aktif.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan mendatar (strike slip)," ujarnya.

Berdasarkan laporan masyarakat, kata dia, gempa bumi dirasakan dengan skala intensitas IV-V MMI atau getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti di Kota Luwuk.

Lalu, skala intensitas II-III MMI dengan getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu di Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Ia menjelaskan BMKG terus memantau aktivitas gempa susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat.

"Hingga pukul 14.50 WIB hasil pemantauan BMKG menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock) sebanyak satu dengan magnitudo4,1," tutur Wijayanto.

BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya

"Untuk sementara sebaiknya menghindari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan guncangan gempa," ucapnya.

Ia meminta masyarakat pastikan informasi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi telah terverifikasi.

Redaktur: Marcellus Widiarto

Penulis: Marcellus Widiarto

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.