Sudaryono Kebut Pembenahan MBG: Gizi Anak Tak Bisa Menunggu

Kamis, 30 Jul 2026, 13:50 WIB

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat berbagai langkah pembenahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Penyempurnaan dilakukan pada berbagai aspek, mulai dari tata kelola, mekanisme operasional, penguatan sistem pengaduan, hingga koordinasi lintas sektor agar setiap kendala di lapangan dapat segera diatasi.

Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono mengatakan percepatan pembenahan menjadi prioritas karena kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan ibu hamil, tidak dapat ditunda. Menurutnya, setiap proses perbaikan harus dilakukan secepat mungkin agar manfaat program dapat segera dirasakan oleh para penerima.

Ket. Foto: Badan Gizi Nasional (BGN) mempercepat berbagai langkah pembenahan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal. Penyempurnaan dilakukan pada berbagai aspek, mulai dari tata kelola, mekanisme operasional, penguatan sistem pengaduan, hingga koordinasi lintas sektor. — Sumber: Istimewa

“Anak-anak yang membutuhkan itu tidak bisa disuruh menunggu lama. Ibu-ibu hamil, itu nggak bisa menunggu hamilnya diperpanjang ya, jangka 9 bulan kalau bisa, tidak bisa. Butuhnya sekarang!,” tegas Sudaryono saat peresmian Pusat Pelayanan Terpadu dan Media Center BGN di Jakarta, Rabu (29/7).

Sudaryono menjelaskan bahwa waktu menjadi tantangan terbesar dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis. Karena itu, setiap persoalan yang muncul akan dipetakan berdasarkan tingkat urgensinya sehingga penyelesaiannya dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.

“Kami ini selalu mengatakan ibaratnya kompetitor utama kami ini adalah waktu. We are racing against time. Jadi kita sedang berlomba dengan waktu, bagaimana semua persoalan bisa kita selesaikan segera, satu per satu beres-beres-beres sehingga kita bisa jump in kepada materi-materi lain,” ujar Sudaryono.

Sebagai bagian dari pembenahan, BGN juga memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, organisasi profesi, akademisi, serta para ahli gizi. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan setiap kebijakan yang diambil didasarkan pada data dan kebutuhan riil di lapangan sehingga pelaksanaan program semakin efektif.

Selain itu, BGN terus menyempurnakan sistem pelayanan publik melalui Pusat Pelayanan Terpadu yang baru diresmikan. Fasilitas tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan laporan, keluhan, maupun masukan masyarakat secara lebih transparan, responsif, dan akuntabel.

Sudaryono menegaskan bahwa setiap persoalan yang ditemukan selama pelaksanaan Program MBG akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperkuat tata kelola program. Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk mengidentifikasi persoalan, mencari solusi, dan memastikan seluruh perbaikan dapat segera diimplementasikan.

“Pemerintah tugasnya mencari masalah, menemukan solusinya, lalu menyelesaikannya. Karena itu kami terus melakukan perbaikan agar Program Makan Bergizi Gratis semakin berkualitas dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Sudaryono.

Melalui percepatan pembenahan di berbagai aspek, BGN optimistis Program Makan Bergizi Gratis akan berjalan semakin efektif dan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk membangun sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

Berita Terbaru

Wow Canggih Terobosan BRIN Ini! Inovasi Kayu Transparan dengan Memanfaatkan Bahan Organik

Melon Jadi Harapan Baru! Kelompok Tani di Kulon Progo Genjot Ketahanan Pangan

AS Kenakan Tarif 50 Persen untuk Barang Kanada Senilai US$20 Miliar, Ottawa Siapkan Balasan

Gubernur Pramono Tegas! Efisiensi Bukan Alasan untuk Mengorbankan Layanan Dasar Warga Jakarta

Pasukan Tambahan Berdatangan! Tiga Batalyon dari Jawa Bantu Atasi Karhutla Kalimantan

Mengkhawatirkan! 9 Kali Meletus dalam Sehari, Gunung Anak Krakatau Jadi Sorotan

Koperasi Tak Boleh Kuno Lagi! Menkop Ferry Dorong Digitalisasi hingga Ekspansi Bisnis

Dugaan Jual Beli Kursi Jalur Mandiri Unsoed Terjadi di Masa Rektor Akhmad Sodiq.

Gempa NTT, Pelni Cabang Ambon Siapkan Layanan Pengiriman Bantuan Kemanusiaan.

Relawan Medis UMI Makassar Tembus Pegunungan Manggarai, Bantu Warga Terdampak Bencana.

Baznas Salurkan 1.000 Mushaf Al Quran kepada Masyarakat Kampung Baduy.

Hujan Kalsel Diprakirakan Meningkat Oktober, BMKG Sebut Bisa Bantu Atasi Karhutla.

Karhutla Tanah Bumbu, Polisi Bagikan Masker untuk Lindungi Warga dari Asap.

Karhutla Jadi Perhatian, Papua Tengah Bentuk Satgas untuk 8 Kabupaten.

Kementerian PU Turun Tangani Karhutla di Tanjung Selor, Kaltara.

Kabut Asap Karhutla Muncul, Pelayaran Speedboat Tanjung Selor-Tarakan Tetap Normal.

Sungai Musi Dipenuhi Sampah, Wali Kota Palembang Ajak Warga Bergerak.

Pemerintah Luruskan Istilah “Emas di Bawah Bantal”, Ternyata Ada 1.800 Ton Senilai Rp4.000 Triliun

Mau Selamatkan Harimau? Rantai Makanan Harus Dijaga.

Rayakan 5 Abad Banjarmasin, Festival Tari Daerah Jadi Upaya Lestarikan Tradisi.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.