Pemkot Bandung Bidik Lonjakan Wisata dan Investasi Menyusul Reaktivasi Bandara Husein

Kamis, 30 Jul 2026, 17:50 WIB

BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus mematangkan berbagai persiapan menjelang reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara. Tidak hanya berfokus pada kesiapan infrastruktur, Pemkot Bandung juga menyusun strategi untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan investasi.

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengatakan pembukaan kembali Bandara Husein merupakan hasil kerja sama yang panjang antara Pemkot Bandung, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, dan pemerintah pusat.

Ket. Foto: — Sumber: Humas Kota Bandung

Upaya mengaktifkan kembali Bandara Husein telah dimulai sejak awal menjabat sebagai Wali Kota Bandung. Berbagai komunikasi dilakukan dengan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat untuk memastikan bandara kembali melayani penerbangan komersial.

"Saya ingin ini menjadi sebuah pengalaman yang baik. Sejak awal kami bersama-sama memperjuangkan agar Bandara Husein bisa kembali beroperasi. Kami berbagi tugas dengan Pak Gubernur Dedi Mulyadi. Saya menjaga agar gagasan ini terus hidup. Sedangkan beliau melakukan komunikasi di tingkat pemerintah pusat," ujar Wali Kota Farhan saat diwawancarai di Balai Kota Bandung, Rabu (29/7).

Wali Kota Farhan mengungkapkan, perjuangan tersebut membuahkan hasil setelah terbit Instruksi Presiden pada 26 Mei 2026 yang menjadi landasan percepatan pengoperasian kembali Bandara Husein Sastranegara.

Meski demikian, ia menyatakan, keberhasilan pembukaan kembali bandara tidak hanya ditentukan oleh hadirnya maskapai penerbangan, tetapi juga oleh kesiapan Kota Bandung dalam menyambut para penumpang.

"Jangan sampai penumpang yang datang atau akan berangkat merasa Bandung belum siap. Jangan sampai akses jalannya rusak, parkir tidak tertata, atau layanan transportasi belum memadai. Kesan pertama itu sangat penting," kata dia.

Karena itu, Wali Kota Farhan mengaku masih terus memberikan instruksi kepada Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung untuk menyelesaikan perbaikan sejumlah ruas jalan di kawasan sekitar Bandara Husein agar siap digunakan saat operasional penerbangan dimulai.

Selain pembenahan infrastruktur, Pemkot Bandung juga tengah menyusun berbagai program promosi untuk meningkatkan daya tarik Kota Bandung sebagai destinasi wisata dan kota tujuan investasi.

Wali Kota Farhan menilai harga tiket pesawat yang saat ini relatif tinggi menjadi tantangan tersendiri. Oleh karena itu, pemerintah harus mampu menghadirkan alasan yang kuat bagi wisatawan untuk memilih Bandung sebagai tujuan perjalanan.

"Kami bersama tim ekonomi dan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sedang mendesain berbagai bentuk promosi agar masyarakat memiliki alasan datang ke Bandung. Jadi bukan hanya terbang ke Bandung, tetapi mereka juga mendapatkan pengalaman wisata, kuliner, belanja, hingga berbagai kegiatan menarik yang hanya ada di Kota Bandung," ujar dia.

Ia menuturkan, promosi tersebut akan melibatkan berbagai pihak, termasuk pelaku industri pariwisata, ekonomi kreatif, dunia usaha, hingga media, sehingga manfaat ekonomi dari beroperasinya kembali Bandara Husein dapat dirasakan secara luas.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, optimistis pembukaan kembali Bandara Husein akan menghidupkan kembali kunjungan wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam yang selama ini menjadi pasar potensial bagi Kota Bandung.

Menurut Gubernur Dedi, kemudahan akses penerbangan langsung akan mendorong wisatawan tinggal lebih lama di Kota Bandung dan meningkatkan aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

"Dengan adanya Bandara Husein, saya yakin wisatawan dari Malaysia, Singapura, dan Brunei akan kembali datang. Mereka akan lebih lama berada di Bandung, menikmati kuliner, berbelanja, menggunakan jasa perawatan, hingga menginap di hotel-hotel. Ini akan berdampak langsung terhadap peningkatan pendapatan sektor hotel dan restoran," kata Gubernur Dedi.

Di sisi lain, Gubernur Dedi juga menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah pusat telah menyepakati arah baru pengembangan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati. Ke depan, Kertajati akan difokuskan sebagai pusat industri pertahanan dalam negeri yang mendukung pengembangan industri strategis nasional.

Pembagian peran antara Bandara Husein sebagai penggerak konektivitas dan pariwisata serta BIJB Kertajati sebagai pusat industri pertahanan akan saling melengkapi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi Jawa Barat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.