Awanpintar Luncurkan Peta Ancaman Siber dengan Fitur Intelijen Berbasis Data
Kamis, 30 Jul 2026, 11:43 WIBJAKARTA â Platform pemantauan ancaman siber Awanpintar memperbarui peta ancaman digitalnya dengan sejumlah fitur baru untuk membantu praktisi teknologi informasi memantau dan menganalisis serangan siber secara lebih terperinci.
Pembaruan tersebut diluncurkan pada 23 Juli 2026 dan dapat diakses publik melalui platform peta ancaman digital Awanpintar. Versi terbaru menghadirkan pilihan visualisasi dalam format dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D), serta menambahkan sejumlah metrik intelijen ancaman.
Platform tersebut ditujukan antara lain bagi praktisi IT, administrator sistem, serta tim Security Operations Center (SOC) untuk memperoleh gambaran mengenai aktivitas serangan siber yang terjadi dan melakukan analisis terhadap ancaman yang teridentifikasi.
Salah satu perubahan utama dalam pembaruan ini adalah penambahan informasi mengenai Autonomous System Number (ASN) serta pengembangan basis data Common Vulnerabilities and Exposures (CVE).
CTO Prosperita Group, Yudhi Kukuh, mengatakan pembaruan tersebut dirancang agar informasi yang ditampilkan tidak berhenti pada identifikasi serangan, tetapi juga memberikan konteks yang dapat membantu pengguna menentukan langkah penanganan.
âSecara garis besar, Awanpintar versi terbaru dirancang untuk menjadi jauh lebih informatif dan komprehensif,â ujar Yudhi melalui keterangannya pada hari Kamis (30/7).
Menurut dia, informasi yang ditampilkan kini tidak hanya berupa CVE ID, tetapi juga dilengkapi penjelasan singkat mengenai jenis kerentanan dan tingkat keparahannya. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu praktisi keamanan melakukan triase terhadap insiden yang ditemukan.
Dashboard tampilkan aktivitas serangan secara real-time
Pembaruan Awanpintar juga mencakup Threat Intelligence Dashboard yang menyajikan sejumlah metrik aktivitas serangan siber secara real-time.
Beberapa informasi yang dapat dipantau melalui dashboard tersebut antara lain jumlah serangan dalam 24 jam terakhir, protokol yang paling banyak digunakan, port yang menjadi sasaran, aktivitas spam atau malware, ASN, alamat IP penyerang, serta CVE yang terkait dengan serangan.
Platform ini juga menambahkan fitur analisis pada informasi alamat IP. Pengguna dapat memilih ikon pada kolom analisis untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai serangan yang berasal dari alamat IP tertentu.
Yudhi mengatakan informasi tersebut dapat digunakan praktisi keamanan untuk mengidentifikasi anomali dan menentukan prioritas penanganan.
âDari dasbor intelijen ini, praktisi IT dan CISO dapat langsung memahami anomali yang sedang terjadi, menentukan prioritas penanganan, dan merumuskan langkah mitigasiâmulai dari deteksi, analisis, pencegahan, hingga filtrasiâsecara lebih cepat dan berbasis data,â katanya.
Botnet dan eksploitasi layanan remote menjadi perhatian
Pembaruan platform tersebut juga dilakukan ketika aktivitas serangan siber yang dipantau Awanpintar menunjukkan sejumlah pola yang perlu mendapat perhatian.
Berdasarkan pemantauan sistem Awanpintar, aktivitas serangan saat ini banyak didominasi oleh botnet dan automated scanning. Kedua aktivitas tersebut dapat digunakan pelaku untuk melakukan pemindaian terhadap infrastruktur digital dan mencari perangkat atau layanan yang memiliki celah keamanan.
Selain itu, terdapat peningkatan aktivitas credential attack yang menargetkan layanan remote seperti Remote Desktop Protocol (RDP), Virtual Network Computing (VNC), dan Secure Shell (SSH).
Credential attack merupakan serangan yang memanfaatkan kredensial, seperti nama pengguna dan kata sandi, untuk memperoleh akses ke sistem. Serangan terhadap layanan remote menjadi perhatian karena layanan tersebut dapat menjadi pintu masuk menuju jaringan internal apabila tidak dikonfigurasi dan diamankan dengan baik.
Awanpintar juga mencatat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) oleh pelaku serangan siber berpotensi meningkatkan kecepatan otomatisasi serangan, termasuk dalam upaya mencari dan mengeksploitasi kerentanan baru.
Dalam keterangan perusahaan, salah satu contoh yang disebut adalah kerentanan dengan kode CVE-2026-xxxxx. Namun, kode tersebut belum merupakan identifikasi CVE yang lengkap sehingga detail kerentanan spesifik yang dimaksud belum dapat dipastikan dari informasi yang diberikan.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya pengelolaan kerentanan secara proaktif, termasuk melakukan pembaruan perangkat lunak, patching, pemantauan aktivitas jaringan, serta penguatan autentikasi pada layanan yang dapat diakses dari internet.
Dorong kolaborasi keamanan siber
Awanpintar menyatakan pembaruan peta ancaman digital tersebut tidak hanya ditujukan untuk membantu profesional keamanan, tetapi juga meningkatkan pemahaman publik mengenai perkembangan ancaman siber di Indonesia.
Platform tersebut menyediakan informasi mengenai aktivitas ancaman siber secara real-time yang dapat digunakan sebagai salah satu sumber informasi untuk memahami pola serangan yang terpantau.
Yudhi menilai penguatan keamanan infrastruktur digital membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari organisasi, perusahaan, praktisi IT, hingga pengguna layanan digital.
âKeamanan siber adalah tanggung jawab kita bersama; setiap individu berkontribusi dalam menjaga keamanan infrastruktur digital,â ujarnya.
Peta Ancaman Digital Awanpintar versi terbaru telah tersedia untuk publik. Platform tersebut dapat diakses melalui situs resmi Awanpintar untuk melihat visualisasi dan dashboard informasi ancaman siber yang dipantau.
- cybersecurity
- Teknologi AI
- Keamanan Siber
- serangan siber
- ancaman siber
- Keamanan Digital
- threat intelligence
- SOC
- kecerdasan buatan
- Awanpintar
- Botnet
- RDP
- Digital Attack Map
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Haryo Brono
Berita Terkait:
-
Survei Ipsos: Keamanan Jadi Faktor Utama Masyarakat Memilih Bank Digital
-
Pertanian Padi Rendah Emisi Makin Dilirik
-
East Ventures: Transformasi Digital Indonesia Harus Berujung pada Nilai Ekonomi Nyata
-
Upaya Penanganan Korban Terdampak Gempa Bumi di Sigi
-
Polisi Ungkap Modus Edarkan Sabu dalam Batang Pohon Singkong di Sumedang
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.