Kemenbud Dukung Pengusulan Bawomataluo sebagai Warisan Budaya Dunia

Selasa, 28 Jul 2026, 11:45 WIB

JAKARTA – Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyampaikan komitmen Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk mendukung pengusulan Desa Bawomataluo di Nias Selatan, Sumatera Utara, sebagai bagian dari warisan budaya dunia.

Saat membuka Pagelaran Budaya Bawomataluo Expo IV Tahun 2026 Gema Budaya Hilifamaedodano di Desa Bawomataluo, Kecamatan Fanayama, Kabupaten Nias Selatan, Senin (27/7), dia mengatakan bahwa Desa Bawomataluo merupakan warisan budaya yang memiliki keunikan luar biasa.

Ket. Foto: Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima gelar adat "Tuha Sanora Sihono" dari Lembaga Adat Bawomataluo saat membuka Pagelaran Budaya Bawomataluo Expo IV 2026 di Nias Selatan, Sumatera Utara, Senin (27/7/2026).  — Sumber: ANTARA

"Apa yang ada di sini sangat unik. Budaya megalitik yang hidup hingga sekarang merupakan warisan budaya turun-temurun yang harus kita jaga bersama," katanya.

Menurut dia, desa adat itu merupakan contoh nyata warisan budaya yang hidup, yang perlu terus dijaga dan diperkenalkan kepada dunia.

Oleh karena itu, Kementerian Kebudayaan berkomitmen mendorong pengusulan pemasukan Desa Bawomataluo ke dalam daftar warisan budaya dunia UNESCO, organisasi pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Menteri Kebudayaan mengatakan bahwa keunikan desa adat Bawomataluo bisa menjadi modal untuk menjalani tahapan guna memperoleh pengakuan internasional.

Ia juga mengemukakan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam upaya untuk menjaga kelestarian budaya Nias. 

"Mari kita bergotong royong melestarikan, mengembangkan, dan memanfaatkan budaya serta tradisi yang luar biasa ini agar menjadi sumber inspirasi, kebanggaan, dan kekuatan bagi bangsa Indonesia," katanya.

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa Bawomataluo Expo bisa dikembangkan agar bisa menjadi acara budaya tahunan yang mendukung penguatan para seniman, budayawan, dan komunitas lokal.

"Saya berharap Gema Budaya Hilifamaedodano berkembang menjadi panggung budaya tahunan yang besar, memperkuat pelestarian budaya, sekaligus menjadikan Desa Bawomataluo semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional," katanya. 

Saat mengunjungi Desa Bawomataluo, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerima gelar adat Tuha Sanora Sihono dari Lembaga Adat Bawomataluo.

Gelar adat itu diberikan sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan komitmennya dalam pelindungan, pengembangan, dan pelestarian warisan budaya Nusantara. 

Bawomataluo Expo IV Gema Budaya Hilifamaedodano yang dilaksanakan hingga 2 Agustus 2026 menghadirkan ruang untuk menampilkan kekayaan budaya masyarakat Nias serta mendukung penguatan ekosistem seni, musik, dan kerajinan tradisional. 

Bawomataluo Expo IV menyuguhkan berbagai pertunjukan seni, tari tradisional, atraksi lompat batu, pameran kerajinan, serta kegiatan budaya lainnya yang mencerminkan kekayaan tradisi Nias. 

Bupati Nias Selatan, Sokhiatulo Laia, menyampaikan bahwa Bawomataluo Expo digelar untuk mendukung keberlanjutan upaya pelestarian warisan budaya leluhur sekaligus meningkatkan daya tarik wisata budaya di daerah.

Dia berharap Kementerian Kebudayaan mendukung proses pengusulan Desa Bawomataluo sebagai bagian dari warisan budaya dunia dalam upaya untuk meningkatkan pelestarian warisan budaya leluhur.

"Kami berharap kehadiran Bapak Menteri Kebudayaan memberikan dampak positif bagi pemajuan kebudayaan di Kabupaten Nias Selatan serta mendukung terwujudnya Desa Bawomataluo sebagai warisan dunia UNESCO," katanya.

Desa Bawomataluo merupakan desa adat di Kepulauan Nias yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya nasional. 

Desa ini memiliki rumah-rumah adat Omo Hada, tradisi Fahombo atau lompat batu, peninggalan budaya megalitik berupa batu-batu upacara, serta berbagai tradisi yang masih dipraktikkan oleh masyarakatnya hingga kini. 

  • Kemenbud
  • Warisan Budaya Dunia

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.