Jangan Main-Main! Pemerintah Ancam Habis-Habisan Importir Bawang Putih yang Coba Cari Untung

Senin, 27 Jul 2026, 01:05 WIB

JAKARTA - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menggandeng para distributor dan importir untuk memperkuat pasokan serta meratakan distribusi bawang putih, terutama ke wilayah Indonesia Timur, demi meredam tren kenaikan harga di pasaran, Minggu (26/7).

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan importir dan distributor akan dioptimalkan menyalurkan pasokan, terutama menuju timur Indonesia, guna memperkuat ketersediaan serta menstabilkan harga.

Ket. Foto: Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa (tengah) meninjau stok dan harga bawang putih di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta. — Sumber: ANTARA/HO-Bapanas

"Kami akan mengumpulkan para importir, tentu dengan distributor. Nah setelah itu dilakukan pendistribusian ke wilayah-wilayah timur, karena tentu juga perlu kita jaga harga disana. Relatif distribusinya masih agak berat dan tentu kita harus carikan solusi," kata Ketut dalam keterangan terkonfirmasi di Jakarta, Minggu.

Dia mengaku pihaknya akan melibatkan para importir dan distributor secara aktif. Optimalisasi pasokan dari pengadaan luar negeri yang telah dipegang para pelaku usaha harus juga dapat didistribusikan ke wilayah timur Indonesia.

Lebih lanjut dia mengatakan dalam mengatasi Indeks Perkembangan Harga (IPH) bawang putih sebagaimana data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat masih terjadi peningkatan sepanjang Juli 2026, pemerintah memantau kondisi harga di tingkat pedagang grosir.

Salah satu lokasi pemantauan pasokan bawang putih dilakukan Bapanas di Pasar Induk Kramat Jati (PIKJ) Jakarta. Hasil pemantauan masih cukup aman.

Bapanas bersama Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Dinas KPKP) Provinsi DKI Jakarta dan Perumda Pasar Jaya menjumpai harga bawang putih jenis honan cukup stabil. Namun, jenis bawang putih kating yang lebih digemari masyarakat memerlukan pasokan yang lebih intensif.

"Harga bawang putih memang trennya agak sedikit naik. Kami tanya langsung ke pedagang bawang putih, disini memang ada 2 kategori, kalau bicara bawang putih honan relatif stabil. Kemudian yang kating memang relatif agak tinggi," terang Ketut.

Adapun level harga bawang putih jenis honan di PIKJ terpantau mulai mengalami penurunan dari Rp23.000 per kilogram (kg) menjadi Rp22.500 per kg. Sementara untuk bawang putih jenis kating yang lebih digemari masyarakat perlu ada penambahan stok ke pasar tingkat distributor pertama seperti PIKJ.

Dia mengatakan pasokan bawang putih kating dari luar negeri masih terbatas, sementara permintaannya di Jakarta relatif tinggi sehingga pemerintah akan berkoordinasi kembali dengan para importir.

Menurut Ketut, penambahan pasokan bawang putih kating diharapkan mampu menurunkan harga dan menjaga stabilitas pasar karena PIKJ menjadi barometer distribusi yang memasok kebutuhan Jakarta serta berbagai wilayah di Indonesia.

"Dengan posisi PIKJ yang stoknya relatif stabil, mudah-mudahan ke depan, harga bisa kita kendalikan dengan baik. Ini karena PIKJ distribusinya tidak hanya Jakarta tapi ke berbagai wilayah. Ini tentu menjadi barometer," tambah Ketut.

Bapanas berharap kepastian stok bawang putih di PIKJ dapat memberikan efek berantai terhadap stabilitas pasokan dan harga di berbagai daerah, terutama wilayah Indonesia Timur yang masih mengalami fluktuasi.

Menurut Ketut, pengendalian harga di tingkat distributor dan pedagang grosir PIKJ mampu menjaga kestabilan harga bawang putih pada daerah-daerah sebaran, termasuk timur Indonesia.

Sebelumnya Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan izin impor akan dicabut bagi importir bawang putih yang tidak mematuhi ketentuan harga pemerintah.

"Tolong yang impor, jangan permainkan keadaan. Kalau aku dapatkan, anda berakhir menjadi importir. (Saat itu juga) adalah (kesempatan) terakhir anda menjadi importir," tegas Amran.

Menilik data Proyeksi Neraca Pangan Nasional Tahun 2026, kuota impor bawang putih konsumsi yang ditetapkan pemerintah dalam Neraca Komoditas Tahun 2026 adalah sekitar 608,11 ribu ton dan impor bawang putih olahan 67,73 ribu ton.

Sementara produksi bawang putih dalam negeri diperkirakan dapat mencapai 39,65 ribu ton dalam bentuk konde.

  • andi amran sulaiman
  • bapanas
  • bawang putih kating
  • harga bawang putih

Redaktur: alfred

Penulis: Alfred, Antara

Berita Terbaru

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

Bandung Great Sale 2026 Resmi Dibuka! 171 UMKM Dilibatkan Dongkrak Ekonomi Daerah

Sulbar Darurat Internet: 30,25 Persen Desa Masih "Blank Spot"

Wadoh, Investor Korea Selatan Diduga Jadi Korban “Mafia Legal Formal”

Shin Tae-yong Puas Pola Permainan Persija Nyaris Sempurna Jelang Liga

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.