CIA Buka Lowongan Mata-mata untuk Warga Iran Lewat Instagram

Jumat, 27 Feb 2026, 00:11 WIB

WASHINGTON DC - Badan Intelijen Pusat atau Central Intelligence Agency (CIA) telah mengeluarkan seruan langka kepada warga Iran untuk menghubungi mereka sebagai informan potensial, yang menandakan potensi peningkatan upaya Amerika untuk mengumpulkan intelijen militer dan sipil di tengah meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Dari CNBC (Consumer News and Business Channel), CIA menerbitkan unggahan perekrutan berbahasa Farsi di X , Instagram, dan YouTube pada hari Selasa, menawarkan kepada calon informan cara untuk menghubungi badan tersebut guna berbagi informasi intelijen secara aman.

Ket. Foto: CIA menerbitkan unggahan perekrutan berbahasa Farsi di X, Instagram, dan YouTube pada hari Selasa, menawarkan cara kepada calon informan Iran untuk menghubungi badan tersebut. — Sumber: Istimewa

“Halo. Badan Intelijen Pusat (CIA) mendengar suara Anda dan ingin membantu Anda,” demikian bunyi unggahan tersebut, menurut terjemahan bahasa Inggris, di mana orang-orang dengan “informasi sensitif” atau “keterampilan unik” diundang untuk menghubungi badan tersebut.

Unggahan tersebut disertai dengan video yang menjelaskan cara-cara untuk menghubungi tanpa teridentifikasi, termasuk dengan menggunakan dark web — bagian tersembunyi dari internet yang diakses dengan menggunakan peramban anonim — serta cara alternatif untuk menghubunginya secara anonim, aman, dan terlindungi.

“Keselamatan dan kesejahteraan Anda adalah prioritas utama kami. Mohon, dengan mempertimbangkan keadaan pribadi Anda, terapkan langkah-langkah keamanan yang diperlukan untuk melindungi diri Anda,” kata CIA, menambahkan bahwa “semua informasi yang diterima dari sukarelawan akan dirahasiakan sepenuhnya.” Unggahan di X telah dilihat 3,4 juta kali, hingga Rabu pagi.

Unggahan tersebut dipandang sebagai langkah yang sangat tidak biasa oleh CIA untuk merekrut informan dan mengumpulkan intelijen di Republik Islam, meskipun badan intelijen AS sebelumnya telah memposting pesan serupa dalam bahasa Rusia, Korea, dan Mandarin yang mengundang orang-orang untuk berbagi informasi .

Pada tahun 2024, CIA mencatat bahwa mereka melakukan hal ini karena “negara-negara otoriter di seluruh dunia membatasi akses masyarakat terhadap informasi, serta kebebasan bergerak dan berkomunikasi.” Akibatnya, tambah CIA, “individu di tempat-tempat ini seringkali tidak dapat mengakses media sosial Barat, sangat sulit untuk bersuara, dan mengatakan kebenaran seringkali membawa konsekuensi serius.”

Ajakan berbahasa Persia terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran, yang saat ini sedang diajak bicara oleh AS dengan tujuan mencegah negara tersebut melanjutkan program nuklirnya.

Amerika Serikat telah mengerahkan kekuatan militer yang besar di Timur Tengah dalam beberapa pekan terakhir, memperingatkan bahwa mereka siap menyerang Iran jika negara itu tidak setuju untuk menghentikan upaya pembuatan senjata nuklir. Para pejabat dari Washington dan Teheran dijadwalkan untuk mengadakan pembicaraan nuklir lebih lanjut di kota Jenewa, Swiss, pada hari Kamis.

Trump menyinggung masalah Iran selama pidato kenegaraannya  pada Selasa malam, dengan mengatakan: “Kita sedang bernegosiasi dengan mereka. Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi kita belum mendengar kata-kata rahasia itu: ‘Kita tidak akan pernah memiliki senjata nuklir.’”

“Saya lebih memilih untuk menyelesaikan masalah ini melalui diplomasi. Tetapi satu hal yang pasti, saya tidak akan pernah membiarkan sponsor teror nomor satu di dunia, yang jelas-jelas merupakan sponsor teror nomor satu, memiliki senjata nuklir.”

Iran telah menggembar-gemborkan prospek kesepakatan minggu ini, dengan mengatakan bahwa kesepakatan “sudah di depan mata.”

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi  mengatakan  di media sosial pada hari Selasa bahwa negara itu akan melanjutkan pembicaraan dengan AS di Jenewa minggu ini “dengan tekad untuk mencapai kesepakatan yang adil dan merata — dalam waktu sesingkat mungkin.”

Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S

Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.