Dosen UNG Kenalkan Media Berbasis AR di Forum Internasional

Rabu, 22 Jul 2026, 06:00 WIB

GORONTALO - Dosen Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG), mengenalkan media berbasis Augmented Reality (AR) di Forum Internasional Singapura.

Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) UNG Dr Pupung Puspa Ardini di Kota Gorontalo, Selasa mengatakan media berbasis Augmented Reality (AR) merupakan inovasi media pembelajaran yang menggabungkan permainan edukatif dengan teknologi AR tersebut, untuk menanamkan nilai-nilai kebinekaan kepada anak usia dini.

Ket. Foto: Dosen Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD) UNG Dr Pupung Puspa Ardini — Sumber: antara foto

"Kami bersyukur inovasi ini mendapat panggung di tingkat internasional," kata Pupung.

Ia tampil membawakan makalah dalam Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) Annual Conference 2026, yang berlangsung pada 10 sampai 12 Juli 2026, di Singapore University of Social Sciences (SUSS), Singapura.

Konferensi internasional bergengsi itu mengusung tema “Early Childhood Care and Education in a Complex World: Supporting Agency, Diversity and Inclusion”, yang mempertemukan para peneliti, akademisi, pendidik, serta praktisi pendidikan anak usia dini dari berbagai negara.

Semuanya berbagi hasil riset dan inovasi, dalam membangun sistem pendidikan yang inklusif, adaptif dan berorientasi pada perkembangan anak.

Dalam forum ilmiah tersebut, Pupung mempresentasikan hasil penelitian berjudul “Bhinneka Magic Cube: The Introduction to Diversity Literacy Through Augmented Reality for Kindergarten”.

Penelitian tersebut merupakan hasil kolaborasi bersama Sri Rawanti, Arif Dwinanto dan Hijrah Syahputra, yang berfokus pada pengembangan media pembelajaran interaktif sebagai sarana memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia sejak usia dini.

Menurutnya, Bhinneka Magic Cube dirancang sebagai media pembelajaran, yang memadukan kubus edukatif dengan teknologi AR.

Melalui proses pemindaian menggunakan perangkat digital, anak dapat mengakses berbagai konten interaktif yang mengenalkan keberagaman suku, budaya, bahasa, agama, sampai kehidupan sosial masyarakat Indonesia secara menarik dan menyenangkan.

“Anak-anak belajar melalui pengalaman konkret dan menyenangkan. Dengan memanfaatkan teknologi Augmented Reality, mereka dapat memahami keberagaman dengan cara lebih interaktif sesuai karakteristik belajar pada usia dini,” kata Pupung.

Pengembangan media menggunakan model Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation (ADDIE), yang memastikan setiap tahapan dirancang secara sistematis, mulai dari analisis kebutuhan sampai evaluasi efektivitas media berhasil dilakukan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bhinneka Magic Cube memperoleh respons yang sangat positif.

Berdasarkan hasil evaluasi, media ini meraih skor antara 83,40 sampai 87,40 persen pada berbagai aspek penilaian, meliputi tampilan, kreativitas, inovasi, kemudahan penggunaan, manfaat pembelajaran, serta keamanan desain dan bahan.

Hasil tersebut menunjukkan media ini memiliki potensi besar sebagai sarana efektif, dalam menanamkan nilai toleransi dan keberagaman kepada anak sejak usia dini.

Penguatan literasi kebinekaan sejak masa kanak-kanak, merupakan pondasi penting dalam membentuk karakter generasi masa depan.

Anak yang sejak dini diperkenalkan pada keberagaman akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih toleran, empati, mampu bekerja sama, serta menghargai perbedaan.

"Teknologi dapat menjadi media efektif mendukung proses tersebut, selama dimanfaatkan secara bijaksana dengan pendampingan guru dan orang tua,” katanya.

Keikutsertaan akademisi FIP dalam konferensi internasional, menjadi bukti bahwa hasil riset dosen UNG, mampu berkontribusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.

"Kita berhasil memperlihatkan inovasi yang lahir dari UNG tidak hanya menjawab kebutuhan pendidikan di Indonesia, tetapi juga relevan dengan isu-isu strategis pendidikan anak usia dini di dunia," imbuhnya.

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.