Universitas Bengkulu Dorong Agroindustri Perikanan Terpadu untuk Majukan Nelayan Seluma.

Selasa, 21 Jul 2026, 11:51 WIB

Universitas Bengkulu (Unib) mengembangkan inovasi agroindustri perikanan terpadu di Desa Pasar Seluma, Kabupaten Seluma, melalui program pengabdian kepada masyarakat untuk meningkatkan daya simpan, kualitas, dan nilai tambah produk hasil perikanan lokal.

"Kami mengintroduksi penggunaan bahan alami hasil kombinasi pertanian dan perikanan seperti gambir, kecombrang, kitosan, karagenan, dan asap cair untuk menghambat pertumbuhan bakteri perusak pada produk olahan ikan. Dengan teknologi ini, umur simpan produk dapat meningkat tanpa mengurangi kualitas dan keamanan pangan," kata Ketua Tim Pengabdian Universitas Bengkulu Selly Ratna Sari di Bengkulu, Selasa.

Ket. Foto: Tim pengabdian Universitas Bengkulu mendemonstrasikan metode pengolahan dan pengawetan ikan menggunakan bahan-bahan alami. — Sumber: Antara Foto

Universitas Bengkulu menghadirkan inovasi agroindustri sebagai komitmen kampus memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.

Program di Desa Pasar Seluma berfokus pada optimalisasi sumber daya lokal melalui penerapan teknologi pengawetan dan hilirisasi produk hasil perikanan.

Dia mengatakan program pengabdian kepada masyarakat itu didanai Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta didukung Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Bengkulu.

Inovasi agroindustri yang dikembangkan untuk meningkatkan nilai tambah produk hasil perikanan tersebut melibatkan tim dosen lintas disiplin Universitas Bengkulu serta 21 mahasiswa melalui skema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik sebagai bagian dari pembelajaran berbasis pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan difokuskan kepada dua kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Dusun 2 dan Dusun 3 Desa Pasar Seluma. Masing-masing kelompok memperoleh pendampingan sesuai karakteristik produk yang dikembangkan.

Satu kelompok difokuskan pada peningkatan produksi ikan asap dan ikan kering melalui penerapan teknologi pengawetan yang lebih modern dan higienis.

Sedangkan, kelompok lainnya didorong mengembangkan produk olahan berupa stik ikan kaya antioksidan dan abon ikan yang dipadukan dengan nangka sebagai bahan pangan lokal bernilai tambah.

Selain memperkenalkan teknologi pengawetan alami, tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah peralatan teknologi tepat guna berupa vacuum sealer, lemari asap portabel, food dehydrator, mesin penggiling adonan, dan spinner peniris minyak.

Peralatan teknologi tepat guna yang diserahkan Unib diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi sekaligus menghasilkan produk yang lebih seragam, higienis, dan berdaya saing.

Selain aspek produksi, program juga menyentuh upaya memperkuat hilirisasi melalui pengembangan kemasan modern berbasis smart packaging yang dilengkapi informasi kandungan gizi dan identitas produk.

Unib berharap penerapan berbagai inovasi berbasis keilmuan mampu mendorong peningkatan daya saing produk olahan perikanan lokal hingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas.

Pelaksanaan program mendapat dukungan Pemerintah Desa Pasar Seluma dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Seluma. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan dapat meningkatkan pendapatan kelompok pengolah hasil perikanan sekaligus mendukung ketahanan pangan, percepatan penurunan stunting, serta pengembangan eduwisata perikanan berbasis komunitas di kawasan Pelabuhan Nusantara Seluma.

  • Perikanan Terpadu

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.