Pau Cubarsí Bek Pertama Jadi Pemain Muda Terbaik
Selasa, 21 Jul 2026, 06:37 WIBNEW JERSEY - Di tengah pesta keberhasilan Spanyol menaklukkan dunia, sorotan tak hanya tertuju kepada pencetak gol kemenangan di final. Seorang bek berusia 19 tahun justru mencuri perhatian lewat ketenangan, kecerdasan, dan konsistensinya mengawal lini belakang. Pau Cubarsà menutup Piala Dunia 2026 dengan penghargaan FIFA Young Player Award, sekaligus mengukir sejarah sebagai bek pertama yang meraih gelar tersebut sejak diperkenalkan pada tahun 2006.
Penghargaan itu melengkapi sukses La Roja yang menundukkan Argentina 1-0 di partai final di MetLife Stadium, New Jersey, Senin (20/7) dini hari WIB. Bagi CubarsÃ, trofi individu tersebut menjadi simbol perjalanan luar biasa yang ditempuhnya dalam waktu singkat.
Tiga tahun lalu dia masih tampil di level kelompok umur. Kini, bek Barcelona itu telah berdiri di panggung tertinggi sepak bola dunia sebagai salah satu aktor utama keberhasilan Spanyol merebut gelar Piala Dunia kedua sepanjang sejarah.
Sepanjang turnamen, Cubarsà tampil layaknya pemain berpengalaman. Ketenangannya saat menghadapi tekanan, ketepatan membaca permainan, serta disiplin menjaga area pertahanan membuat lini belakang Spanyol hampir mustahil ditembus lawan. Dari tujuh pertandingan, La Roja mencatat enam clean sheet dan hanya sekali kebobolan.
Tak hanya tangguh bertahan, kualitasnya dalam membangun serangan juga menjadi senjata penting. Cubarsà melepaskan 545 umpan dengan akurasi mencapai 96 persen. Ini angka yang mencerminkan perannya sebagai pengatur ritme dari lini belakang sekaligus menjaga identitas permainan penguasaan bola khas Spanyol.
Pelatih Spanyol Luis de la Fuente tak ragu melontarkan pujian kepada anak asuhnya. âCubarsà menunjukkan kematangan luar biasa. Ia bukan hanya bek masa depan, tetapi sudah menjadi pemimpin di lini belakang,â ujarnya.
Cubarsà sendiri mengaku penghargaan tersebut melampaui semua impiannya. âSaya tidak pernah membayangkan bisa meraih penghargaan ini di usia 19 tahun. Ini adalah mimpi yang menjadi nyata,â ujarnya.
Keberhasilan Cubarsà juga menjadi bukti keberhasilan regenerasi sepak bola Spanyol. Bersama generasi muda seperti Lamine Yamal dan para pemain muda lainnya, ia menjadi wajah baru La Roja yang kembali berdiri di puncak dunia.
Di usia yang bahkan belum menginjak 20 tahun, Cubarsà telah membuktikan bahwa seorang bek tak hanya bertugas menghentikan serangan lawan. Dia mampu menjadi fondasi sebuah tim juara, sekaligus membuka lembaran baru dalam sejarah sepak bola dunia. ben/G-1
- Pau Cubarsi
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Benny Mudesta Putra
Berita Terkait:
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.