Dino Patti Djalal: Perubahan Iklim Kini Menjadi Ancaman Keamanan Nasional Indonesia Alternatif Judul SEO:

Selasa, 21 Jul 2026, 03:00 WIB

Jakarta - Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menyampaikan bahwa isu iklim telah bergeser dari masalah lingkungan menjadi masalah keamanan nasional karena telah memengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia.

“Kita sekarang melihat bagaimana isu (iklim) ini sudah berkembang jauh menjadi isu yang memengaruhi berbagai aspek kehidupan bangsa,” kata Dino di Jakarta, Senin (20/1).

Ket. Foto: Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal. — Sumber: Antara

Dino menyebutkan bahwa bencana banjir yang terjadi di wilayah Sumatra pada akhir November 2025 menjadi bukti dampak perubahan iklim yang merusak kehidupan ratusan ribu warga secara langsung, mengganggu perekonomian nasional, dan sempat menjadi isu utama di tingkat nasional selama beberapa pekan.

Dia juga menambahkan bahwa terdapat ancaman lain dari perubahan iklim seperti kebakaran hutan, kenaikan permukaan air laut, dan El Nino.

Mantan diplomat itu juga menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia perlu mengubah definisi keamanan nasional karena menurutnya, isu keamanan nasional tidak lagi hanya terbatas pada ancaman atau serangan dari pihak asing.

“Yang paling berpotensi sangat real dan sangat tinggi itu adalah perubahan iklim… perubahan iklim tidak (terjadi) dalam setahun dua tahun, ia akan berkembang terus secara permanen,” ujar Dino, menambahkan bahwa hal yang serupa juga dialami oleh komunitas internasional.

Menurut Dino, tantangan tersebut tidak dapat dihadapi hanya melalui kebijakan domestik, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif dalam kerja sama internasional.

Dengan posisi strategis dan sumber daya yang dimiliki, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk berkontribusi dalam upaya global untuk mengatasi perubahan iklim, mengingat posisi Indonesia yang memiliki hutan tropis yang berfungsi sebagai penyerap karbon alami.

Selain itu, keberhasilan penurunan angka deforestasi hingga 85 persen dalam dua tahun terakhir masa pemerintahan Joko Widodo merupakan capaian yang telah diakui dunia internasional.

Mantan wakil menteri luar negeri itu pun menegaskan perlunya menjaga prestasi tersebut bersama negara-negara pemilih hutan tropis lain seperti Brasil, Kosta Rika, dan Papua Nugini untuk menghadapi dampak perubahan iklim.

Dino juga menegaskan Indonesia perlu menentukan sikap terhadap isu iklim, termasuk apakah akan menjadikannya sebagai prioritas dan berperan aktif sebagai salah satu penentu arah kebijakan global dalam forum internasional.

Pada Juli 2025, Badan Teknologi Pertahanan (Batekhan) Kementerian Pertahanan RI menyebutkan bahwa bencana yang terjadi di Indonesia menuntut pendekatan baru, yaitu bencana sebagai ancaman strategis nasional.

Disebutkan bahwa Indonesia memiliki tingkat kerentanan bencana tertinggi di dunia karena posisinya yang berada di jantung Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire) dan kondisi tropisnya, di mana kombinasi antara ancaman alam, perubahan iklim, dan dinamika pembangunan membuat bencana menjadi isu keamanan nasional.

Solusi yang ditawarkan antara lain adalah redefinisi bencana dalam kerangka pertahanan nasional serta pembangunan sistem ketahanan berbasis risiko bencana yang meliputi integrasi data, pemodelan skenario, doktrin pertahanan nonmiliter, serta pengembangan pusat logistik strategis.

FPCI akan menyelenggarakan Indonesia Net Zero Summit (INZS) 2026 pada 1 Agustus di Jakarta dengan tujuan mengangkat aksi iklim sebagai prioritas nasional bagi pembangunan dan keamanan, serta memosisikan Indonesia untuk berperan aktif dan berpengaruh dalam membentuk agenda iklim di tingkat regional dan global.

Tahun ini, INZS 2026 berupaya menunjukkan bagaimana transisi dapat mendorong pertumbuhan ekonomi yang nyata serta kemakmuran bersama.

  • Dampak Perubahan Iklim

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Senangnya! Cerita Komik "Oki dan Nirmala dari Negeri Dongeng" akan Diangkat ke Layar Lebar!

'Perang Dagang' AS vs Kanada, PM Carney Umumkan Tarif Balasan untuk Produk-produk Amerika

Durian Melimpah di Lebak, Pedagang Raup Omzet hingga Rp50 Juta Sehari

Kampung Adat Sade Terbakar, Kemenpar Siapkan Dapur Umum dan Pemulihan Wisata

Karhutla Kalimantan Makin Mengkhawatirkan, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dan Armada Pemadaman

Karhutla Makin Mengancam, Kemenhub Fasilitasi Pesawat Asing untuk Perkuat Penanganan

Aturan Baru Florida Bikin Geger! Ngebut Ditilang, Berkendara Lambat Juga Kena

Potensi Karhutla pada Musim Kemarau, BMKG Minta Masyarakat DIY Waspada

Karyawan Hyundai-Kia Mogok Besar-besaran, 40.000 Pekerja Khawatir Robot AI Gantikan Manusia

Kebakaran di Taman Nasional Way Kambas Berhasil Dipadamkan, Polda Lampung: Tim Pastikan Tak Ada Titik Api Lain

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.