Cetak Lebih Banyak Pengusaha, Kementerian UMKM Bidik Rasio Kewirausahaan 3,6 Persen

Senin, 20 Jul 2026, 19:05 WIB

JAKARTA – Peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi indikator penting dalam memperkuat daya saing ekonomi dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. Semakin banyak wirausaha yang produktif, semakin besar peluang terciptanya lapangan kerja, inovasi, serta nilai tambah bagi perekonomian.

Namun, peningkatan rasio tersebut tidak cukup hanya melalui penambahan jumlah pelaku usaha, melainkan juga harus diiringi dengan penguatan kualitas SDM, akses pembiayaan, adopsi teknologi, serta perluasan pasar agar usaha yang dibangun mampu tumbuh, berkelanjutan, dan naik kelas menjadi penggerak ekonomi nasional.

Ket. Foto: Ilustrasi-Kegiatan Layanan Kewirausahaan 2026 bertema Wirausaha Inklusif, Tumbuh Bersama, di Bantul, Yogyakarta. — Sumber: ANTARA/ HO-Kemnaker RI.

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupaya meningkatkan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada 2029 melalui penguatan ekosistem kewirausahaan, termasuk kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mencetak lebih banyak wirausaha muda.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (20/7), mengatakan penguatan ekosistem tersebut dilakukan melalui implementasi Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional.

Peraturan tersebut menjadi pedoman dalam membangun ekosistem kewirausahaan melalui kolaborasi antara kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, dunia usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

"Kebijakan besar ini diarahkan untuk mempercepat peningkatan rasio kewirausahaan nasional menjadi 3,6 persen pada tahun 2029 dan mencapai target optimistis 8 persen pada tahun 2045," kata Riza saat kegiatan Wirausaha Muda Mahasiswa (Wibawa) Grow Day 2026 di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah, Sabtu (18/7).

Menurut dia, pengembangan kewirausahaan tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi sebagai tempat lahirnya wirausaha muda.

"Perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang siap bekerja. Kampus juga harus menjadi tempat lahirnya inovator, pengusaha, dan pencipta lapangan kerja," ujarnya.

Ia menambahkan tidak semua lulusan harus menjadi pengusaha, namun setiap lulusan perlu memiliki pola pikir kewirausahaan, seperti peka melihat persoalan, berani mengambil risiko secara terukur, mampu menghadirkan solusi, serta menciptakan nilai bagi masyarakat.

Untuk mendukung target tersebut, Kementerian UMKM menyelenggarakan Program Kolaboratif PRO-KESRA Produktif melalui Wibawa Grow Day 2026 guna memperkuat kapasitas wirausaha muda agar menjadi pelaku usaha yang produktif, inovatif, dan berdaya saing.

Kementerian UMKM juga mengintegrasikan pembinaan wirausaha dengan platform SAPA UMKM yang dirancang menjangkau sekitar 57 juta pelaku UMKM di Indonesia. Melalui platform tersebut, pelaku usaha dapat mengakses berbagai layanan, mulai dari pembiayaan, sertifikasi, perizinan berusaha, pelatihan, hingga informasi pengembangan usaha.

Selain itu, pemerintah memperkuat peran 754 lembaga inkubator bisnis di berbagai daerah untuk mendampingi calon wirausaha, perusahaan rintisan (startup), dan UMKM agar mampu mengembangkan usaha yang lebih inovatif dan berdaya saing.

Riza berharap sinergi pemerintah dan perguruan tinggi melalui program tersebut dapat menjadi inspirasi bagi kampus-kampus lain di Indonesia untuk melahirkan lebih banyak wirausaha muda yang tangguh, inovatif, dan berdaya saing sehingga mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

  • Kementerian UMKM
  • Rasio Kewirausahaan Indonesia

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Polisi Sudah Tangkap Sejumlah Pelaku Karhutla.

Karhutla Muara Enim Dipadamkan dari Udara, Helikopter Water Bombing Dikerahkan.

Kualitas Udara Memburuk, Sejumlah Wilayah Sumsel Mulai Masuk Kategori Peringatan.

Cegah Karhutla Meluas, Bupati Bulungan Minta Deteksi dan Penanganan Sejak Dini.

Jejak Koleksi Seni Adam Malik dalam Buku “Lukisan-Lukisan Koleksi Adam Malik”

Menteri LH Soroti Efek Pembakaran Lahan, 1-2 Hektare Bisa Berdampak Jauh Lebih Luas.

Generasi Muda Diajak Mengenal Asrul Sani, Sastrawan dan Tokoh Perfilman Indonesia.

Viral! Debit Sungai Barito Turun, KemenPU: Transportasi Air Masih Beroperasi

10.000 Anak PAUD Rayakan Kemerdekaan lewat Aktivitas Bermain dan Bergerak di Lima Kota

Bali Diproyeksikan Jadi Pusat Finansial Global

Ciputra Life Bukukan Laba Rp99,3 Miliar pada 2025, Premi Semester I 2026 Tumbuh 53 Persen

Kantar Ungkap Strategi Brand Menemukan Sumber Pertumbuhan di Tengah Perubahan Perilaku Konsumen

Minuman Cokelat Bernutrisi dengan DHA Hadir untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak Usia Sekolah

LG Electronics dan Prime Video Hadirkan Pengalaman Sinematik Masters of the Universe di Rumah

PEFINDO Resmi Umumkan Susunan Direksi Baru Hasil RUPSLB.

200 eVTOL Whitesky Berpotensi Buka 1.000 Lapangan Kerja Pilot CPL di Indonesia

Kemenperin Pacu IKM Fesyen-Kriya Perluas Pasar Lewat Pemanfaatan Teknologi Digital

Wamendag Sebut Data Andal Jadi Dasar Kebijakan Perdagangan

BNPB Andalkan Operasi Udara untuk Tekan Dampak Karhutla

Harga Emas Lagi Naik-Turun? Pegadaian Punya Solusi Cicil Tabungan Emas

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.