• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Tiongkok Pamer Smartphone ...

Tiongkok Pamer Smartphone AI Generasi Baru, Bisa Pesan Makanan hingga Kirim Pesan Lewat Suara

Minggu, 19 Jul 2026, 17:25 WIB

SHANGHAI – Perusahaan-perusahaan teknologi berlomba meluncurkan ponsel pintar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang mampu melakukan berbagai tugas, mulai dari memesan makanan hingga menyusun pesan hanya melalui perintah suara.

Jika ponsel yang mengandalkan AI agent ini diadopsi secara luas, perubahan tersebut diperkirakan akan merevolusi cara penggunaan smartphone. Namun, inovasi ini juga berpotensi mengurangi kendali aplikasi-aplikasi besar terhadap pengguna, sesuatu yang tidak selalu disambut baik oleh para pemilik platform.

Ket. Foto: Ilustrasi yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). — Sumber: Antara

Sedikitnya tiga perusahaan memamerkan ponsel berbasis AI agent dalam World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai pada 18–19 Juli, sebagai gambaran arah perkembangan industri ke depan.

Salah satunya adalah produsen smartphone Nubia yang memperkenalkan NaviX Ultra, ponsel yang ditenagai Doubao, chatbot AI populer milik ByteDance, perusahaan induk TikTok.

"Era baru smartphone AI agent dimulai," tulis Nubia saat memperkenalkan perangkat tersebut.

Sebelumnya, prototipe "Doubao Phone" yang dirilis terbatas pada Desember lalu langsung habis terjual. Namun, hanya beberapa hari setelah peluncurannya, perusahaan teknologi besar seperti Alibaba, Tencent, dan JD.com membatasi akses asisten AI bawaan ponsel tersebut ke platform mereka.

Langkah itu secara efektif melumpuhkan kemampuan AI agent, sehingga ByteDance akhirnya menonaktifkan fitur tersebut dalam kondisi tertentu, termasuk saat melakukan transaksi pembayaran.

Associate Research Director IDC, Kiranjeet Kaur, mengatakan tantangan terbesar perangkat AI agent adalah memperoleh akses luas ke aplikasi milik perusahaan lain.

Menurutnya, pemilik platform ingin tetap berhubungan langsung dengan pengguna.

"Jika tidak, mereka akan kehilangan kendali kepada pihak lain," ujarnya.

Kaur menilai konsep AI agent memang menjadi tujuan banyak perusahaan, tetapi teknologinya masih belum sepenuhnya matang.

"AI agent adalah impian semua orang, tetapi kita belum sampai ke tahap itu," katanya, seraya menambahkan bahwa performa AI agent masih sering tidak konsisten.

Media teknologi Tiongkok melaporkan NaviX Ultra memilih pendekatan kolaboratif dengan aplikasi, bukan memaksa masuk ke dalam sistem mereka.

Honor dan StepFun Ikut Bersaing

Produsen lain, Honor, turut memperkenalkan sistem AI untuk "Robot Phone", ponsel dengan kamera yang dapat bergerak menggunakan lengan robot kecil.

Honor menyebut perangkat tersebut mampu mengenali gerakan pengguna, mengikuti irama musik, mengambil swafoto (selfie), serta menstabilkan rekaman video.

Perusahaan mengatakan AI agent yang memanfaatkan beberapa model AI, sebagian dikembangkan bersama Alibaba, akan ditanamkan pada Robot Phone ketika mulai dipasarkan pada akhir 2026.

Sementara itu, perusahaan rintisan AI asal Shanghai, StepFun, meluncurkan STEPX Neo, yang disebut sebagai smartphone pertama yang dirancang khusus untuk AI agent.

Ketua StepFun Yin Qi mengatakan perusahaan telah menjalin kemitraan dengan sejumlah platform besar di Tiongkok, termasuk Alipay dan layanan transportasi daring Didi.

Melalui integrasi tersebut, ponsel dapat membantu pengguna melakukan pemesanan perjalanan, berbelanja, mengakses layanan lokal, mendukung pekerjaan kantor hingga mengedit video dalam satu sistem.

Persaingan Masih Terbuka

Di luar Tiongkok, perusahaan teknologi seperti Google juga terus mengembangkan fitur AI pada smartphone, termasuk kemampuan membuat janji temu secara otomatis.

Startup asal Amerika Serikat Brain Technologies bahkan telah meluncurkan Natural AI Phone di Jepang pada April lalu bekerja sama dengan operator SoftBank.

Dalam demonstrasi kepada AFP, ponsel tersebut mampu mengirim pesan permintaan maaf karena terlambat hanya melalui perintah suara, meski terkadang masih gagal menjalankan beberapa instruksi.

Analis Counterpoint Research Marc Einstein menilai belum ada perusahaan yang benar-benar unggul dalam persaingan AI agent.

"Belum ada pemenang yang jelas dalam perlombaan ini. Itulah sebabnya teknologi ini menjadi topik yang sangat hangat saat ini," ujarnya.

Ia memprediksi dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan, pengguna tidak lagi memakai aplikasi di smartphone seperti saat ini.

"Perkembangan ini akan mengubah ekonomi digital secara fundamental dan mendisrupsi model bisnis yang ada," katanya.

  • Smartphone AI

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.