DPR RI Dorong Hilirisasi Garam Bali untuk Industri Kosmetik dan Spa
Minggu, 19 Jul 2026, 18:30 WIBJAKARTA - Komisi IV DPR RI mendorong penguatan hilirisasi komoditas garam di Bali melalui pengembangan produk bernilai tambah. Langkah tersebut dinilai mampu meningkatkan kesejahteraan petambak garam dan masyarakat pesisir.
Dorongan tersebut disampaikan dalam Kunjungan Kerja Spesifik ke Koperasi Unit Yasa Segara, Badung, Bali, Jumat (17/7) lalu. DPR menilai potensi garam rakyat perlu dikembangkan tidak hanya sebagai bahan konsumsi, tetapi juga untuk industri kosmetik dan kesehatan.
Ketua Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI, Panggah Susanto, mengatakan Bali memiliki peluang besar mengembangkan produk turunan garam. Menurut dia, kawasan pariwisata menjadi pasar yang potensial bagi produk berbasis sumber daya kelautan.
"Tadi kita melihat kawasan ini memang merupakan daerah wisata. Sehingga sangat cocok dikembangkan sebagai daya tarik tambahan melalui spa yang memanfaatkan garam untuk produk kosmetik," ujar dia.
Panggah menilai pengembangan hilirisasi garam memerlukan dukungan pemerintah secara berkelanjutan. Dukungan tersebut mencakup peningkatan standardisasi mutu, pengolahan, pengemasan, pemasaran, hingga penguatan hilirisasi produk.
Komisi IV juga meninjau Gerai Marine Spa yang dibina Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Koperasi Unit Yasa Segara. Gerai tersebut menjadi pusat layanan spa sekaligus etalase produk biofarmakologi berbahan baku hasil laut.
Staf Balai Pengelolaan Kelautan Denpasar, Resti Yully Astuti, mengatakan gerai tersebut memasarkan berbagai produk olahan kelompok binaan. Produk yang dipasarkan meliputi garam spa, sabun rumput laut, hingga lulur berbahan rumput laut.
"Gerai Marine Spa ini bukan hanya untuk jasanya saja, tetapi juga menjadi tempat menampilkan produk-produk biofarmakologi hasil laut. Produk-produk tersebut merupakan hasil kelompok binaan, termasuk dari Nusa Penida, meskipun saat ini pemasarannya masih dalam skala kecil," ujar dia.
Komisi IV DPR RI berharap hilirisasi garam dapat terus diperluas melalui kolaborasi pemerintah, koperasi, dan pelaku usaha. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas garam sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat pesisir. ils/I-1
- DPR RI
- Garam Bali
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Okupansi Hotel Anjlok Usai Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemkab Serang Siapkan Festival untuk Bangkitkan Wisata
-
DPR Minta Pemerintah Tetapkan KLB Karhutla, Paparan Asap Sudah Parah
-
BPS Catat Ekspor Papua Barat Turun 22,37 Persen hingga Agustus 2026
-
Aksi Hari Tani Nasional di DPR, Massa Bawa Sayur dan Hasil Kebun
-
Sentimen Global Masih Dominan - 24 September 2026
-
Data Center Jatiluhur Butuh Air 33 Juta Liter per Hari, PAM Jaya Diminta Waspada
-
Dinas SDA: Banjir Rob Intai Jakarta Utara pada 13-14 dan 25-31 Oktober
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.