Belajar dari Penyesalan dan Tidur 2 Jam, SMAN 3 Merauke Sukses Rajai LCC Empat Pilar Papua Selatan

Minggu, 19 Jul 2026, 13:37 WIB

MERAUKE – SMA Negeri 3 Merauke sukses menjadi juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Papua Selatan. Meski dibalut persaingan yang sengit, babak final ini justru menjadi momentum pembuktian kuatnya rasa persatuan, sportivitas, dan kekompakan antargenerasi muda Papua Selatan.

Sebelumnya acara ini resmi dibuka oleh Plt. Sekretariat Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, yang didampingi jajarannya yakni Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Setjen MPR RI, Dra Triyatni, Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi, Adi Christianto Depparinding, Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan Setjen MPR RI, Kartika Indriati Sekarsari.

Ket. Foto: Plt. Sekretariat Jenderal MPR RI, Siti Fauziah saat memberikan selamat kepada SMAN 3 Merauke yang menjadi juara Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI Tahun 2026 tingkat Provinsi Papua Selatan. — Sumber: istimewa

Turut hadir juga Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Dr. Marteh Rummar beserta tiga dewan juri daerah dari para akademisi, yaitu Lektor Kepala Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke, Dr. Julianto Jover Jotam Kalalo, Asisten Ahli Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke, Dr. Anton Johanis Silubun, dan Lektor Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke, Dr. Yuldiana Zesa Asis.

Dengan suasana yang begitu meriah dan antusias di Hotel Halogen, Kelapa Lima, Merauke, Papua Selatan, Sabtu (18/7), seluruh peserta yang hadir juga nampak serius belajar dengan kertas yang dipegang untuk dipahami sebelum bertanding. Mereka adalah pelajar pilihan sebagai peserta perwakilan sembilan sekolah yang lolos dalam LCC Empat Pilar Tahun 2026 tingkat Kota/Kabupaten.

Sembilan sekolah tersebut yakni SMA Negeri 1 Merauke; SMA Negeri 2 Merauke; SMA Negeri 3 Merauke; SMA Negeri 1 Kurik; MA Al-Munawwaroh; SMA Plus Muhammadiyah Merauke; SMA Negeri 1 Muting; SMA YPPK Yaades XXIII Merauke; SMA Yapis 1 Merauke SMA Negeri 1 Merauke; SMA Negeri 2 Merauke; SMA Negeri 3 Merauke; SMA Negeri 1 Kurik; MA Al-Munawwaroh; SMA Plus Muhammadiyah Merauke; SMA Negeri 1 Muting; SMA YPPK Yaades XXIII Merauke, dan SMA Yapis 1 Merauke.

Lebih rinci, Grup C, SMAN 2 Merauke memenangkan babak penyisihan 1 dengan perolehan 65 poin mengalahkan Grup B, SMAN YPPK Yohannes XXIII Merauke dengan perolehan 30 poin, dan mengalahkan Grup A, SMAN 1 Muting dengan perolehan 15 poin.

Di babak penyisihan 2, Grup B yakni SMAN 3 Merauke mendapatkan 150 poin mengalahkan Grup C, SMAN 1 Kurik dengan 60 poin, dan mengalahkan Grup A, MA Al-Munawwaroh dengan perolehan 50 poin.

Selanjutnya di babak penyisihan 3, Grup A dari SMAN 1 Merauke menjadi pemenang dengan nilai 165 poin mengalahkan Grup C, SMA Plus Muhammadyah Merauke dengan perolehan nilai 45 poin, dan mengalahkan Grup B yakni SMA Yapis 1 Merauke dengan perolehan nilai 40 poin.

Tiga pemenang dari tiga babak penyisihan tersebut kemudian bertanding di penyisihan babak final untuk menentukan satu sekolah yang mewakili Papua Selatan di tingkat nasional. Dengan suasana yang sengit, dan beberapa interupsi dari sejumlah peserta tidak menghalangi ajang ini yang berlangsung secara adil dan suportif, hingga akhirnya SMAN 3 Merauke berhasil menjadi juara.

“Grup A dari SMA Negeri 2 Merauke dengan total poin 75, Grup B dari SMA Negeri 3 Merauke dengan total poin 85, dan Grup C dari SMA Negeri 1 Merauke dengan total poin 80. Dengan demikian, Grup B dari SMA Negeri 3 Merauke keluar sebagai pemenang pada babak final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Papua Selatan tahun 2026, dan berhak melanjutkan ke tingkat nasional!,” ujar salah satu dewan juri daerah yang juga merupakan Lektor Fakultas Hukum Universitas Musamus Merauke, Dr. Yuldiana Zesa Asis.

Kemenangan SMA Negeri 3 Merauke tidak diraih secara instan. Di balik performa impresif di atas panggung, terdapat proses persiapan matang yang dipimpin oleh Agus Mulyono selaku guru Pendidikan Pancasila sekaligus pembimbing tim.

“Anak-anak sendiri sudah kami persiapkan sejak sekitar dua bulan yang lalu. Alhamdulillah, hari ini adalah puncak dari semua perjuangan anak-anak. Kami sebagai guru hanya bisa memberikan dukungan penuh, dibantu oleh Kepala Sekolah dan rekan-rekan guru lainnya," ujar Agus Mulyono usai penyerahan piala.

Agus menceritakan bahwa perjalanan tim dimulai dari proses pendaftaran dan seleksi ujian tertulis secara daring (online) yang diselenggarakan oleh MPR RI. Setelah dinyatakan lolos ke tingkat provinsi, tantangan sesungguhnya baru dimulai karena anak-anak harus pandai membagi waktu antara jam belajar rutin dan tanggung jawab kompetisi.

Lebih lanjut, Agus menyoroti peningkatan kualitas dan variasi soal pada LCC Empat Pilar tahun 2026 ini yang dinilainya jauh lebih menantang dan menekankan aspek kognitif dibandingkan tahun sebelumnya.

"Di sini soal-soalnya lebih banyak menanamkan tentang nilai-nilai. Jadi tidak hanya sekadar menghafal, tetapi juga memberikan dampak secara kognitif bahwa anak-anak memang harus berpikir kritis sebelum menjawab. Luar biasa,” tuturnya.

Rasa bangga dan haru juga terpancar jelas dari raut wajah Aisyah, Ketua Tim LCC sekaligus Ketua OSIS dan Duta SMA Negeri 3 Merauke. Aisyah mengungkapkan bahwa motivasi terbesar timnya tahun ini lahir dari kegagalan tahun 2025 lalu, di mana mereka harus puas menempati posisi kedua.

“Kami belajar dari penyesalan. Tahun ini tekad kami sudah bulat karena kami memang ingin mencapai prestasi tersebut. Perjuangan detailnya mungkin banyak sekali, banyak kegagalan yang harus kami lalui, serta banyak waktu dan jam istirahat yang kami korbankan. Sebagai contoh, tadi malam kami hanya tidur dua jam karena takut dan agak nervous,” ungkap Aisyah jujur.

Pembagian waktu menjadi tantangan terberat bagi Aisyah yang juga sibuk mengurus Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB).

Demi meraih target tertinggi, mereka bahkan membuat sebuah grup pesan singkat di aplikasi TikTok dengan nama "Siap Nasional" sebagai bentuk afirmasi dan penyemangat internal tim. Aisyah juga memuji jalannya kompetisi LCC tahun ini yang dinilainya sangat adil dan terbuka.

"Mantap banget. Nilai sportifitasnya dijunjung tinggi. Juri-jurinya juga oke banget karena mau menerima masukan dan interpsi dari teman-teman peserta, termasuk dari saya juga tadi," puji Aisyah terhadap kinerja dewan juri.

Gebrakan Persatuan di Tanah Papua

Pelaksanaan LCC Empat Pilar di Provinsi Papua Selatan dinilai bukan sekadar ajang kompetisi akademis, melainkan sebuah instrumen krusial dalam merajut rasa nasionalisme di tengah dinamika wilayah Papua. Agus Mulyono mengapresiasi langkah konkret MPR RI ini sebagai bentuk pendidikan bela negara sejak dini yang sangat tepat.

"Sebab, selain anak-anak termotivasi dengan hadiah dan penghargaan, paling tidak lewat momen ini kita bisa menunjukkan bahwa Indonesia itu luas dan beragam. Aspek kebinekaannya luar biasa. Mudah-mudahan ke depan, khususnya untuk pulau Papua, sekolah-sekolah yang berada jauh di pedalaman atau pelosok provinsi juga bisa ikut merasakan atmosfer arena lomba ini," harap Agus.

Senada dengan sang guru, Aisyah menilai LCC Empat Pilar sukses memantik kepedulian generasi muda Papua terhadap hukum dan konstitusi yang selama ini cenderung diabaikan oleh sebagian remaja.

“Saya pribadi merasakan semenjak ikut lomba ini, saya jadi lebih aware terhadap politik dan hukum di Indonesia. Banyak teman-teman di luar sana yang belum begitu peduli. Jadi, kita yang ikut LCC ini bisa ikut mensosialisasikannya ke mereka. Hal-hal seperti itu membuat mereka takjub, kagum, dan akhirnya tertarik untuk ingin tahu lebih dalam,” kata Aisyah.

Sebagai representasi anak muda yang visioner, Aisyah yang kini duduk di bangku kelas 12 berharap kelak dapat berkontribusi membenahi sektor pendidikan dan regulasi hukum di Indonesia demi mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul menuju negara maju.

Untuk diketahui, ajang ini juga sekaligus menyeleksi yel-yel terbaik, dengan hasil dimenangkan SMAN 2 Merauke dari babak penyisihan 1, SMAN 3 Merauke dari babak penyisihan 2, dan SMAN 1 Merauke dari babak penyisihan 3.

  • SMAN 3 Merauke
  • Rajai LCC Empat Pilar Papua Selatan

Redaktur: Sriyono

Penulis: Sriyono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.