Kemenekraf Fasilitasi Empat Merek Kuliner Jajaki Pasar Dunia
Sabtu, 18 Jul 2026, 10:42 WIBJAKARTA â Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf)/Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memfasilitasi empat merek kuliner binaan Program Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK) batch 1,2 dan 3 tahun 2025, untuk menjajaki peluang menembus pasar dunia melalui gelaran Food & Hospitality Indonesia (FHI) 2026.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya mengatakan langkah strategis ini untuk memperkuat kapasitas dan daya saing merek kuliner lokal dan menegaskan subsektor kuliner salah satu kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) ekonomi kreatif nasional.
âMelalui partisipasi pada FHI 2026, kami ingin membuka peluang yang lebih luas bagi merek kuliner Indonesia untuk membangun jejaring bisnis, memperkenalkan kualitas produknya, dan memperkuat kesiapan memasuki pasar global," kata Riefky dalam keterangan yang diterima, di Jakarta, Sabtu (18/7).
Program ASIK merupakan inisiatif strategis Kementerian Ekraf yang memberikan pendampingan, pelatihan peningkatan kapasitas (capacity building), standardisasi, hingga sertifikasi bagi pelaku ekonomi kreatif. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan daya saing produk lokal, agar memenuhi standar kualitas internasional dan siap memasuki pasar ekspor.
Pada FHI 2026 yang akan berlangsung pada 21-24 Juli 2026 di JIExpo, Kemayoran, Kementerian Ekraf menghadirkan paviliun bertema EKRAF yang menampilkan empat merek kuliner binaan, yaitu Elâs Coffee, Novio Fresh, Pempek Cek Molek, dan Rasakoe.
Keempat merek tersebut telah melalui proses kurasi dengan melihat karakter produk untuk industri HoReCa (hotel, restoran, cafe), mempertimbangkan kesiapan kapasitas produksi, serta potensi pengembangan usaha untuk menjangkau pasar internasional.
Melalui partisipasi pada FHI 2026, Kemenekraf membuka peluang pelaku usaha kuliner pada pelaku industri, pembeli, dan mitra bisnis internasional sebagai upaya membuka peluang kemitraan dan meningkatkan potensi ekspor.
FHI 2026 menghadirkan peserta dari 32 negara serta terintegrasi dengan pameran sektor perhotelan, desain, dan pengemasan.
Melalui ekosistem tersebut, pelaku ekonomi kreatif berkesempatan memperluas kemitraan bisnis sekaligus memperoleh wawasan mengenai perkembangan industri, termasuk digitalisasi layanan kuliner (smart manufacturing) dan adopsi kemasan ramah lingkungan (sustainability adoption) yang menjadi fokus penyelenggaraan tahun ini.
- Kuliner Indonesia
- Kemenekraf
Redaktur: Bambang Wijanarko
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Kotoran Sapi Jadi Energi, Warga Kaltim Makin Mandiri Berkat Inovasi Biogas
-
Pelajar Kepulauan Seribu Mendapat Edukasi Pemberantasan Narkoba
-
Pogacar Masuk Jajaran Legenda Balap Sepeda Dunia
-
Menekraf Minta Status UNESCO Media Arts Malang Dapat Buka Lapangan Kerja Inklusif
-
Berikut Daftar Lengkap Harga Emas Galeri24, Antam, dan UBS di Pegadaian pada Selasa
-
Nonton 'The Odyssey' Hampir Tiga Jam Tanpa Ketinggalan Cerita? Ini Waktu Paling Tepat untuk ke Toilet
-
Banjir Dahsyat di Assam India, 170.000 Warga Mengungsi
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.