Dinas Pertanian Lebak: Produksi Gabah di Lebak Januari–Juni 2026 Tembus 475.348 Ton

Sabtu, 18 Jul 2026, 10:34 WIB

LEBAK –‎Produksi gabah kering pungut (GKP) di Kabupaten Lebak, Banten, periode Januari sampai Juni 2026 menembus sebanyak 475.348 ton dari hasil panen petani di 28 kecamatan di daerah ini.

‎Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, di Lebak, Sabtu (18/7),mengatakan produksi GKP hasil panen petani di daerah ini dapat memenuhi ketersediaan pangan masyarakat, bahkan bisa dipasok ke luar daerah.

Ket. Foto: Seorang pekerja pabrik penggilingan di Desa Bojongleles, Kabupaten Lebak, Banten, tengah menjemur gabah kering pungut untuk dijadikan produksi beras. — Sumber: ANTARA

‎Dari produksi GKP Januari sampai Juni 2026 menembus 475.348 ton dan jika dikonversikan dengan beras sebanyak 249.587 ton.

‎Sedangkan, kebutuhan konsumsi beras untuk masyarakat Kabupaten Lebak dengan penduduk 1,4 juta jiwa rata-rata 154.253 ton/tahun atau 12.854 ton/bulan.

‎Dengan demikian, produksi beras sebanyak 249.587 ton itu dan terserap sampai Juni mencapai 77.127 ton, sehingga surplus 172.460 ton atau mencukupi 13 bulan ke depan.

‎Produksi beras surplus bisa menyumbangkan ketersediaan pangan untuk daerah lain, seperti Tangerang, Jakarta dan Bogor.

‎"Kami memastikan produksi beras di daerah ini relatif aman dan bisa memasok kebutuhan nasional," katanya menjelaskan.

‎Menurut dia, petani di sejumlah lokasi di Kabupaten Lebak yang terdapat air permukaan dipastikan memasuki musim panen Agustus mendatang saat musim kemarau.

‎Areal persawahan yang panen itu dari gerakan penanaman padi bulan Mei-Juni 2026 lalu di atas 17 ribu hektare dengan masa panen selama 110 hari setelah tanam.

‎"Kita berharap produksi pangan dengan sistem penggunaan pompa air tahun ini meningkat dengan Indeks Pertanaman (IP) tiga kali musim tanam dari sebelumnya 2,5 musim tanam dalam setahun," kata Rahmat.

‎Rahmat mengatakan, ketersediaan benih unggul, pupuk, pestisida, perbaikan irigasi dan jalan usaha tani dapat mendongkrak produksi pangan dan peningkatan ekonomi petani.

‎Selain itu, juga didukung peralatan pertanian (alsintan), seperti pompa, penggilingan padi, traktor dan kendaraan combine harvester.

‎"Kami terus menggenjot produksi pangan guna mendukung program swasembada pangan berkelanjutan," katanya menjelaskan.

‎Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana mengatakan pihaknya memastikan panen raya seluas 150 hektare pada Agustus 2026.

‎Saat ini, tanaman padi di wilayahnya menggunakan pompa air dengan menyedot air permukaan Sungai Ciujung.

‎"Kita tetap kemarau pun bisa memanen, karena adanya pompa air itu," kata Ruhiana.

  • dinas pertanian lebak

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.