BPH Migas Kawal Percepatan Normalisasi Distribusi BBM di Sumut

Sabtu, 18 Jul 2026, 11:42 WIB

JAKARTA – Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) mengawal percepatan normalisasi pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Sumatera Utara agar kebutuhan energi masyarakat terpenuhi.

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (18/7),menyampaikan kondisi penyaluran BBM di Sumut mulai menunjukkan perbaikan dengan stok BBM dalam keadaan aman.

Ket. Foto: Kepala BPH Migas Wahyudi Anas (dua dari kanan) dan Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugroho (kanan) memantau SPBU di Medan, Sumut, Jumat (17/7/2026). — Sumber: ANTARA

BPH Migas dan PT Pertamina Patra Niaga terus memperkuat distribusi dan pengawasan di lapangan agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

Sejumlah langkah percepatan normalisasi telah dilakukan, mulai dari penguatan armada dan awak mobil tangki, optimalisasi pasokan dari beberapa fuel terminal (FT), hingga pemantauan langsung ke SPBU, yang sebelumnya mengalami antrean.

Wahyudi juga mengatakan pasokan terus diperkuat setelah dua kapal selesai melakukan pemuatan jenis BBM tertentu (JBT), yakni solar dan jenis BBM khusus penugasan (JBKP) yaitu pertalite.

"Sehingga, dengan rutinitas (masyarakat) sehari-hari, insya Allah sudah dapat mengurai antrean di SPBU yang tersebar di wilayah Sumatera Utara ini," ujarnya saat meninjau FT Medan Group di Medan, Sumut, Jumat (17/7).

Menurut Wahyudi, selain menambah sekitar 35 persen awak mobil tangki dan armada distribusi, Pertamina Patra Niaga juga telah menjalankan mekanisme alih suplai dari FT Siantar, FT Kisaran, dan FT Lhokseumawe untuk memperkuat pasokan ke wilayah Medan.

Di sisi lain, distribusi melalui Pelabuhan Belawan dan Labuhan Deli terus dioptimalkan agar suplai ke SPBU meningkat.

"Hal ini menambah peningkatan untuk suplai kepada SPBU hingga 120 sampai 125 persen. Kita terus meminta untuk menyegerakan dari kondisi kemarin yang semula 112 persen menjadi 120-125 persen. Ini upaya terbaik untuk mengurai (antrean) di SPBU yang menjadi perhatian masyarakat," tegasnya.

BPH Migas bersama Pertamina juga melakukan pemantauan langsung ke sejumlah SPBU di Medan yang menunjukkan distribusi solar dan pertalite berjalan lancar dengan kondisi stok yang terus dijaga agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Semua stok kita top up terus sampai benar-benar kondisi SPBU full tank, sehingga dapat melayani masyarakat secara baik," terangnya.

Wahyudi menambahkan hasil monitoring pada Jumat (17/7) sore menunjukkan antrean di sebagian besar SPBU di Kota Medan hampir seluruhnya mulai terurai.

Kondisi tersebut akan terus dipantau oleh BPH Migas hingga pelayanan kembali berjalan normal.

"Hanya ada 2–3 mobil, artinya hampir mendekati tidak ada antrean. Ini pukul 17.45 WIB. Kita monitor terus. Untuk percepatan BBM di Sumatera Utara agar kembali normal," tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Anggota Komite BPH Migas, Fathul Nugroho, menjelaskan realisasi penyaluran solar di Sumatera hingga 14 Juli 2026 masih berada di bawah rata-rata nasional.

Kondisi serupa juga terjadi pada penyaluran Pertalite di Sumatera Utara, sehingga persoalan yang terjadi bukan disebabkan keterbatasan kuota.

"Realisasi ini (solar dan pertalite) masih di bawah rata-rata realisasi nasional, artinya tidak ada kendala dari sisi kuota yang telah ditetapkan," terangnya.

Fathul menilai evaluasi perlu difokuskan pada aspek distribusi, termasuk penguatan sistem peringatan dini dan pemantauan armada distribusi secara menyeluruh agar potensi kendala dapat diantisipasi lebih cepat.

"Kendala ini operasional, operasional distribusi. Perlu ada semacam early warning system (peringatan dini). Selain itu, juga seluruh armada terlihat di pemantauan, apakah di jalan atau SPBU. Permasalahan ini harus bisa segera diselesaikan," tuturnya.

Ia pun mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik agar masyarakat memperoleh layanan distribusi BBM yang prima.

Sementara itu, Executive General Manager Regional Sumatera Bagian Utara Pertamina Patra Niaga Sunardi menyampaikan operasional Fuel Terminal Medan Group tetap berjalan kondusif.

Sejak 14 hingga 16 Juli 2026, rata-rata penyaluran BBM ke SPBU mencapai lebih dari 6.000 kiloliter per hari untuk memperkuat stok di tingkat SPBU.

"Stok ini menjadi stock build up SPBU untuk tambahan suplai ke SPBU, sehingga bisa mengurai antrean yang ada di SPBU," ucapnya.

Pengemudi ojek daring Samsuri (60) mengaku antrean yang sempat terjadi kini telah berangsur normal."Sekarang sudah mantap, sudah lancar, saya merasakannya," ujarnya.

Sementara itu, pengemudi truk, Hasbi (23) menyebut bahwa saat ini waktu tunggu pengisian BBM jauh lebih singkat dibanding sebelumnya."Terima kasih pemerintah, BBM sudah lancar," sebutnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur Utama PT Elnusa Petrofin Doni Indrawan dan Fuel Terminal Manager Medan Group Pertamina Patra Niaga Teddy Manuputty.

Redaktur: Bambang Wijanarko

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Oknum Kades Sukabumi Diamankan Polisi, Diduga Terlibat Penganiayaan hingga Korban Meninggal.

Usai Kecelakaan, Perjalanan Kembali Normal untuk Jalur KRL ke Tangerang

Badan Geologi Nyatakan Asap di Gunung Raung Disebabkan Kebakaran Lahan Bukan Erupsi

Mentan Pastikan Stok Beras untuk Pengungsi Gempa NTT Cukup hingga Setahun.

IHSG Hari Ini Menguat Mengikuti Bursa Asia, Dipicu Kebijakan "Buyback" Obligasi AS

Antusias dan Suka-cita Daerah Sambut Alih Status PPPK, Apa Alasannya?

Padang Pariaman Raih Peringkat 1 Sumbar dan 7 Nasional dalam Pengelolaan JDIH.

BPBD: 170 Unit Rumah Rusak akibat Cuaca Ekstrem yang Terjadi di Medan

Utang AS Lampaui 40 Triliun Dollar, Rekor Tertinggi dalam Sejarah

Transjakarta Operasikan Armada Bantuan karena KRL Bogor-Jakarta Kota Alami Gangguan

KRL Commuter Tabrak Orang di Dekat Stasiun Tebet, Transjakarta Bantu Angkut Penumpang

Tim Gabungan Gagalkan Peredaran Ganja via Media Sosial di Balikpapan.

Gangguan KRL Bikin Penumpang Terdampak, Transjakarta Langsung Operasikan Armada Bantuan

KPK Ungkap Dugaan Pengondisian Audit BPK di Wilayah Lain Sumatera Selatan.

El Nino Mengganas, Honduras Tetapkan Status Darurat Kekeringan

Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro

Kemenag Satukan Guru Lintas Agama dalam Konfederasi Profesi Guru 2026–2030.

Namanya Mirip, Band Metal Demon Hunter Gugat Netflix terkait Pelanggaran Merek Dagang "Kpop Demon Hunters"

Bandara Kertajati Disiapkan Jadi Tempat Perawatan Pesawat Tempur TNI AU.

Harga Emas Antam Naik Rp80.000 Menjadi Rp2,725 Juta/Gr pada Kamis

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.