Mbappe Akui Prancis Tampil Ceroboh Saat Disingkirkan Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Kamis, 16 Jul 2026, 00:05 WIB

ARLINGTON – Kapten Timnas Prancis Kylian Mbappe melontarkan kritik tajam terhadap penampilan timnya setelah kalah 0-2 dari Spanyol pada semifinal Piala Dunia 2026, Rabu (16/7) dini hari WIB. Menurutnya, Les Bleus bermain terlalu ceroboh sehingga gagal mengimbangi dominasi permainan La Roja.

Kekalahan tersebut mengakhiri harapan Prancis untuk tampil di final Piala Dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun, setelah mencapai partai puncak pada edisi 2018 dan 2022.

Ket. Foto: Kylian Mbappe menunjukkan ekspresi kecewa usai Prancis kalah dari Spanyol. — Sumber: FIFA

Mbappe menilai masalah utama timnya terletak di lini tengah. Spanyol mampu menciptakan keunggulan jumlah pemain sehingga Rodri dan Fabian Ruiz leluasa menguasai permainan dan mengatur tempo pertandingan.

"Kami kalah jumlah, tiga melawan dua di lini tengah, dan melawan Spanyol situasi seperti itu sangat sulit. Fabian dan Rodri memiliki terlalu banyak waktu untuk memainkan bola. Kami juga kurang berkomunikasi saat melakukan tekanan. Seharusnya kami bermain dengan penjagaan satu lawan satu dan memaksa mereka berlari mengikuti kami," ujar Mbappe.

Sebelum semifinal, Prancis tampil impresif dengan menyapu bersih enam pertandingan dan mencetak 16 gol. Namun, performa itu menghilang saat menghadapi Spanyol.

Gol pembuka Spanyol lahir melalui eksekusi penalti Mikel Oyarzabal pada menit ke-22 setelah Lucas Digne melanggar Lamine Yamal di kotak terlarang. Keunggulan kemudian digandakan Pedro Porro menjelang satu jam pertandingan berlangsung.

Menurut Mbappe, Prancis sebenarnya telah menyiapkan strategi untuk menekan tinggi sejak awal pertandingan agar Spanyol tidak leluasa mengembangkan permainan berbasis penguasaan bola. Namun, rencana tersebut gagal total.

"Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara teknis maupun taktis. Ketika Anda tidak menjalankan apa yang harus dilakukan di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang," katanya.

Selain persoalan taktik, penyerang Real Madrid itu juga menilai kualitas permainan timnya saat menguasai bola berada jauh di bawah standar.

Ia mengungkapkan banyak sentuhan pertama yang kurang baik serta peluang yang terbuang sia-sia membuat Prancis gagal memberikan ancaman berarti kepada pertahanan Spanyol.

"Kami terlalu ceroboh secara teknik. Saat memiliki kesempatan untuk melukai mereka, kami tidak mampu memanfaatkannya," ujar Mbappe.

Pelatih Didier Deschamps sempat mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan menarik Adrien Rabiot pada awal babak kedua dan memasukkan Desire Doue serta Rayan Cherki. Namun, perubahan itu tidak mampu mengurangi dominasi Spanyol.

Mbappe sendiri gagal menambah koleksi golnya. Setelah mencetak delapan gol sepanjang turnamen, ia harus mengakhiri pertandingan tanpa kontribusi gol maupun assist.

Meski gagal membawa Prancis ke final, Mbappe masih memimpin persaingan adidas Golden Boot dengan koleksi delapan gol dan tiga assist. Ia memiliki jumlah gol yang sama dengan kapten Argentina Lionel Messi, tetapi unggul dalam produktivitas assist.

Pada Piala Dunia 2022 di Qatar, Mbappe juga mencetak delapan gol sebelum akhirnya membawa Prancis menjadi runner-up usai kalah adu penalti dari Argentina di final.

Sebagai kapten tim, Mbappe tidak berusaha mencari kambing hitam atas kegagalan tersebut.

"Sebagai kapten, saya harus mengambil seluruh tanggung jawab dan saya tidak memiliki masalah dengan itu. Kami ingin bermain di final, tetapi kami gagal mencapainya," tegasnya.

Prancis kini akan mengalihkan fokus ke perebutan peringkat ketiga. Les Bleus akan menghadapi tim yang kalah pada semifinal antara Argentina dan Inggris dalam pertandingan yang akan berlangsung di Miami Gardens, Senin (20/7) pukul 01.00 WIB.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.