IOC Diminta Selidiki Gianni Infantino atas Dugaan Intervensi Kasus Folarin Balogun dan Dukungan Politik kepada Donald Trump

Kamis, 16 Jul 2026, 00:08 WIB

NEW YORK – Komite Olimpiade Internasional (IOC) menerima pengaduan resmi yang meminta penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino atas dugaan pelanggaran prinsip netralitas politik.

Pengaduan tersebut diajukan oleh organisasi nirlaba FairSquare, yang menilai Infantino beberapa kali menunjukkan dukungan politik kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump, termasuk diduga berperan dalam pencabutan hukuman striker tim nasional Amerika Serikat Folarin Balogun.

Ket. Foto: Folarin Balogun memperkuat Timnas Amerika Serikat di Piala Dunia 2026. — Sumber: FIFA

Dalam surat pengaduannya, FairSquare meminta IOC menyelidiki kemungkinan keterlibatan Infantino dalam keputusan FIFA yang membatalkan larangan bermain satu pertandingan bagi Balogun. Keputusan itu membuat sang penyerang dapat tampil saat Amerika Serikat menghadapi Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026, 6 Juli lalu.

Sebelumnya, Balogun mendapat kartu merah langsung pada laga babak 32 besar melawan Bosnia dan Herzegovina setelah melanggar Tarik Muharemovic pada menit ke-64. Meski Amerika Serikat tetap menang 2-0 dengan 10 pemain, Balogun otomatis dijatuhi hukuman larangan bermain satu pertandingan.

Namun, pada 5 Juli, FIFA secara mengejutkan mengumumkan bahwa pelaksanaan hukuman tersebut ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun berdasarkan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA.

"Berdasarkan penerapan Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bermain otomatis bagi pemain Amerika Serikat Folarin Balogun ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun," tulis FIFA di situs resminya tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.

Kontroversi semakin membesar setelah Donald Trump mengakui dirinya meminta agar keputusan kartu merah Balogun ditinjau ulang.

"Yang saya lakukan hanyalah meminta peninjauan karena menurut saya itu bukan pelanggaran. Saya pikir itu hanya dua atlet hebat yang bertabrakan dan saling terjerat," ujar Trump.

Ia bahkan memuji keputusan FIFA yang akhirnya mengizinkan Balogun bermain.

"Saya rasa mereka membuat keputusan yang sangat brilian. Keputusan wasit memberikan kartu merah sangat buruk, tetapi tidak ada yang membicarakan hal itu."

Balogun akhirnya tampil saat menghadapi Belgia, tetapi Amerika Serikat tersingkir setelah kalah telak 1-4.

Infantino mengakui sempat menerima telepon dari Trump, tetapi membantah telah memengaruhi proses pengambilan keputusan. Dalam pernyataan yang dipublikasikan FIFA, Infantino menegaskan bahwa seluruh komite yudisial FIFA bekerja secara independen.

"Independensi mereka sangat penting bagi kredibilitas dan integritas sepak bola, dan hal itu harus selalu dihormati," demikian isi pernyataan tersebut.

FairSquare menilai penjelasan tersebut tidak cukup. Organisasi itu menyebut Infantino, yang juga menjadi anggota IOC sejak 2020, wajib mematuhi ketentuan netralitas politik sebagaimana diatur dalam Piagam Olimpiade dan Kode Etik IOC.

Dalam pengaduannya, FairSquare mengklaim terdapat lima dugaan pelanggaran terhadap aturan netralitas politik.

Selain kasus Balogun, organisasi itu juga menyoroti promosi situs penggemar resmi Piala Dunia 2026 oleh Infantino. Menurut FairSquare, situs tersebut diduga menjadi bagian dari pengumpulan data yang dijalankan oleh entitas yang memiliki kaitan dengan Presiden Trump.

Dugaan lainnya mencakup unggahan Infantino di Instagram setelah menghadiri acara yang berkaitan dengan pelantikan Trump pada Januari 2025, dukungannya terhadap pencalonan Trump sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian pada Oktober 2025, sejumlah pernyataan positif pada November 2025, hingga pemberian FIFA Peace Prize pertama kepada Trump saat pengundian Piala Dunia di Kennedy Center pada Desember 2025.

FairSquare sebelumnya juga telah melaporkan dugaan pelanggaran etik tersebut kepada Komite Etik FIFA pada Desember lalu. Pengaduan itu mendapat dukungan dari Federasi Sepak Bola Norwegia serta 50 anggota Parlemen Eropa melalui surat terpisah tertanggal 29 Juni.

Hingga berita ini ditulis, baik IOC maupun FIFA belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari berbagai media internasional.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Prestasi Terpuruk, PSSI Segera Evaluasi Total Kegagalan Piala AFF 2026

Meningkat Signifikan, 278 Peserta Ikuti Lomba Pacuan Kuda Bupati Cup di Sumbawa

Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

Semoga Makin Banyak Dikunjungin Wisatawan, Festival Bunga Jadi Wadah Promosi Pariwisata

Terobosan dalam Pelayanan, Imigrasi Tarakan Beri Layanan Pembuatan Paspor Keliling

PKB Bantul Targetkan 9-10 Kursi DPRD pada Pemilu 2029, Ini Strategi untuk Mewujudkannya

Perkuat Kolaborasi Atasi Kebakaran, Penanganan Karhutla Taman Nasional Bromo Butuh Keterlibatan Banyak Pihak

Penguatan Kewirausahaan Harus Terus Digencarkan, 59 Persen Tenaga Kerja Indonesia Masuk Sektor Informal

Semoga Bencana Serupa Tidak Terulang, Basarnas Akhiri Monitoring KMP Mutiara Sentosa II yang Terbakar

Perkuat Kolaborasi, Upaya Membumikan Nilai-nilai Pancasila di Sekolah Harus Terus Digencarkan

Perkuat Upaya Pelestarian Seni, Pembangunan Taman Budaya Bantul Tahap I Selesai Desember

Membanggakan, 38 Atlet Indonesia Raih Medali dari Kejuaraan Taekwondo Asia

Usut Tuntas, Bea Cukai Jayapura Catat Lima Penindakan Narkotika Semester I Tahun 2026

Pelestarian Budaya, 1.685 Layangan Meriahkan Mel Tanjung Kite Festival di Sanur Bali

Sabalenka Tersandung di Toronto Masters, Alexandrova Melaju ke Perempat Final

Tingkatkan Daya Saing UMKM, BI Catat Minat Investasi Capai Rp73 Triliun di Pamor Borneo 2026

Lumayan Hasil Ini, Pembalap Indonesia Veda Ega Finis Posisi Sembilan pada Moto3 Inggris 2026

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.