Sinner Pertahankan Gelar Wimbledon Usai Redam Perlawanan Sengit Zverev

Senin, 13 Jul 2026, 07:13 WIB

LONDON – Petenis nomor satu dunia asal Italia, Jannik Sinner, sukses mempertahankan gelar Wimbledon setelah menundukkan Alexander Zverev dalam final berintensitas tinggi di Centre Court, Senin (13/7) dini hari WIB. Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Sinner meraih gelar Grand Slam kelima sepanjang kariernya.

Zverev, yang tampil di final Wimbledon pertamanya hanya beberapa pekan setelah menjuarai French Open, sempat membuka peluang menciptakan kejutan. Petenis Jerman itu merebut set pertama melalui tie-break yang menegangkan. Namun, Sinner mampu meningkatkan level permainannya dan membalikkan keadaan untuk menang 6-7(7), 7-6(2), 6-3, 6-4.

Ket. Foto: Jannik Sinner mengangkat trofi Grand Slam Wimbledon. — Sumber: ATP

Pertandingan berlangsung selama 3 jam 46 menit dan menyuguhkan duel keras dari baseline dengan pukulan-pukulan bertenaga khas kedua petenis. Hingga memasuki set ketiga, peluang juara masih terbuka bagi keduanya sebelum momentum berbalik setelah Zverev terjatuh saat mengejar drop shot Sinner.

Kemenangan ini membuat Sinner, yang kini berusia 24 tahun, berhasil mempertahankan mahkota Wimbledon yang direbutnya tahun lalu setelah mengalahkan Carlos Alcaraz. Ia juga masuk ke dalam daftar eksklusif 10 petenis putra di era profesional yang mampu mempertahankan gelar tunggal Wimbledon.

Hasil tersebut sekaligus memperpanjang dominasi Sinner atas Zverev menjadi 10 kemenangan beruntun. Meski demikian, petenis Jerman berusia 29 tahun itu memberikan perlawanan paling sengit dibanding pertemuan-pertemuan sebelumnya.

Sejak awal pertandingan, Zverev tampil tanpa rasa gentar. Persentase servis pertamanya mendekati 80 persen, sementara pukulan forehand yang selama ini kerap menjadi titik lemahnya justru berubah menjadi senjata mematikan.

Set pembuka berlangsung selama 65 menit dengan kualitas permainan yang sangat tinggi. Hanya ada satu break point dalam 12 gim pertama, tetapi Sinner gagal memanfaatkannya saat forehand miliknya melebar.

Zverev hanya kehilangan delapan poin dari servisnya sepanjang set pertama. Ia kemudian mengakhiri rentetan 14 set kemenangan beruntun Sinner dalam duel keduanya setelah memenangkan tie-break pembuka.

Memasuki set kedua, frustrasi mulai terlihat di wajah Sinner karena tak mampu menembus servis lawannya. Namun, pada tie-break kedua, Zverev mulai kehilangan konsentrasi dan Sinner memanfaatkannya dengan sempurna untuk menyamakan kedudukan.

Pertandingan berubah drastis pada gim ketujuh set ketiga.

Saat kedudukan 3-3, Zverev memperoleh break point pertamanya setelah pertandingan berlangsung hampir 2 jam 42 menit. Namun, Sinner memainkan drop shot yang memaksa lawannya berlari ke depan. Zverev terpeleset di belakang baseline dan jatuh cukup keras.

Sinner langsung menghampiri untuk memastikan kondisi lawannya. Meski Zverev menyatakan dirinya baik-baik saja, insiden tersebut tampak memengaruhi pergerakannya.

Sinner mempertahankan servisnya sebelum akhirnya mencatat break pertama dalam pertandingan. Zverev yang frustrasi bahkan melempar raketnya ke rumput Centre Court.

Pada set keempat, Zverev sempat kembali menemukan ritme permainan. Namun Sinner tetap tampil solid dan berhasil mematahkan servis lawannya untuk unggul 4-3.

Poin terbaik pertandingan hadir menjelang akhir laga ketika Sinner memenangkan reli spektakuler sepanjang 23 pukulan melalui drop shot bersudut tajam yang menghasilkan match point. Ia kemudian memastikan kemenangan lewat forehand winner yang menjadi kemenangan ke-100 sepanjang kariernya di ajang Grand Slam.

Sinner mengaku mempertahankan gelar Wimbledon memiliki makna yang sangat spesial.

"Tidak ada tempat yang lebih baik untuk bermain tenis. Saat bangun pada Minggu pagi, Anda bisa merasakan ketegangan karena ini adalah hari yang sangat istimewa. Kita tidak pernah tahu berapa kali lagi bisa kembali ke sini, jadi saya tidak pernah menganggap semua ini sebagai sesuatu yang biasa," ujar Sinner sambil mengangkat trofi Challenge Cup.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Zverev atas kualitas pertandingan yang tersaji.

"Selalu dibutuhkan dua pemain untuk menciptakan pertandingan seperti ini. Kami sama-sama memberikan segalanya. Saya tentu senang dengan kemenangan ini, tetapi yang paling membuat saya bahagia adalah level permainan yang kami tampilkan."

Meski kembali gagal meraih gelar Grand Slam setelah menelan kekalahan keempat di final turnamen mayor, Zverev tetap memiliki banyak hal positif untuk dibawa pulang.

Musim ini menjadi periode terbaik dalam kariernya setelah sukses merebut gelar Grand Slam pertama di French Open serta untuk pertama kalinya mampu melangkah hingga final Wimbledon, setelah sebelumnya tak pernah melewati babak keempat.

Berkat pencapaiannya di London, Zverev dipastikan naik ke peringkat kedua dunia, menggeser Carlos Alcaraz.

"Inilah tenis yang ingin saya mainkan. Inilah gaya bermain yang ingin terus saya kembangkan. Semakin sering saya bisa bermain seperti ini, saya berharap akan menjadi pemain yang semakin baik," kata Zverev.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

Manggala Agni Sumatra Berjibaku Padamkan Karhutla di 17 Desa

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.