Prancis Matikan Sederat Reaktor Nuklir Imbas Gelombang Panas Ekstrem

Senin, 13 Jul 2026, 15:57 WIB

MOSKOW - Perusahaan utilitas listrik Prancis, EDF, menghentikan operasi tiga reaktor nuklir dan mengurangi produksi listrik di delapan reaktor lainnya akibat gelombang panas yang melanda negara itu, lapor harian Le Parisien, Minggu (12/7) mengutip keterangan perusahaan.

Ket. Foto: — Sumber: AFP/Getty Images

Langkah tersebut diambil karena kondisi cuaca ekstrem serta untuk memenuhi ketentuan mengenai pembuangan air pendingin dan perlindungan lingkungan.

Reaktor Nomor 2 di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Golfech yang berada di Sungai Garonne, Reaktor Nomor 3 di PLTN Bugey di Sungai Rhone, serta Reaktor Nomor 2 di PLTN Chooz di Sungai Meuse dihentikan operasinya.

Selain itu, EDF juga mengurangi kapasitas produksi di PLTN Saint-Alban, Blayais, Bugey, Chooz, dan Tricastin.

Sesuai regulasi lingkungan di Prancis, EDF wajib mengurangi produksi reaktor ketika suhu air sungai melampaui ambang batas tertentu guna melindungi ekosistem perairan. Gelombang panas yang sedang berlangsung telah meningkatkan suhu sungai hingga mencapai tingkat kritis sehingga operator harus mengambil langkah tersebut.

Prancis, bersama sejumlah negara Eropa lainnya, mengalami cuaca panas yang tidak biasa dalam beberapa pekan terakhir.

Pada akhir Juni, badan meteorologi Prancis mengeluarkan peringatan cuaca tingkat tertinggi di 72 dari 96 wilayah administratif di negara itu, yang menjadi rekor baru.

Suhu udara saat itu mendekati 40 derajat Celsius dan bahkan melampaui angka tersebut di sejumlah wilayah. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Deri Henriawan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.